Jumat, 14 Desember 2018 | 20:39 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Aktual Pemilu

Dirjen Polpum Kemendagri sebut budaya berpengaruh pada Pemilu

Jumat, 07 Desember 2018 - 14:14 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Soedarmo. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Soedarmo. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soedarmo mengatakan, budaya cukup berpengaruh pada pelaksanaan Pemilu. Daerah yang memiliki budaya kekeluargaan erat akan menimbulkan militansi, sehingga memunculkam potensi kerawanan konflik.

"Faktor budaya ini bisa menimbulkan potensi konflik saat penyelenggaraan Pemilu," kata dia di acara  Temu Tokoh Raja, Sultan, Datu, Pelingsir, Pemangku Adat Istiadat, Budayawan, dan Ormas Kebudayaan di Daerah (Gelar Seni Budaya Nusantara dan Dialog Kebudayaan) tahun 2018, yang diselenggarakan Dirjen Ketahanan, Ekonomi, Sosial, dan Budaya di Hotel Ansana Grand Pangrango, Jl. Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko, Jumat (7/12). 
 
Meski begitu, menurutnya, masing-masing budaya itu tetap bisa menjadi perekat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. 
 
"Budaya merupakan perekat untuk memelihara persatuan bangsa dan menjaga keutuhan NKRI. Oleh karenanya harus terus kita pelihara jangan sampai lepas dari pembinaan, karena kalau itu yang terjadi bisa menimbulkan masalah juga," ucapnya.

Ditambahkannya, keaneka ragaman budaya terdiri dari berbagai budaya berbeda-beda tapi tetap satu.

"Kita harus bisa memberdayakan, jangan sampai kita tidak bisa mempersatukan karena bisa menjadi persoalan bangsa. Kita terus memelihara dan menyatukan  budaya," pungkas dia. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soedarmo mengatakan, budaya cukup berpengaruh pada pelaksanaan Pemilu. Daerah yang memiliki budaya kekeluargaan erat akan menimbulkan militansi, sehingga memunculkam potensi kerawanan konflik.

"Faktor budaya ini bisa menimbulkan potensi konflik saat penyelenggaraan Pemilu," kata dia di acara  Temu Tokoh Raja, Sultan, Datu, Pelingsir, Pemangku Adat Istiadat, Budayawan, dan Ormas Kebudayaan di Daerah (Gelar Seni Budaya Nusantara dan Dialog Kebudayaan) tahun 2018, yang diselenggarakan Dirjen Ketahanan, Ekonomi, Sosial, dan Budaya di Hotel Ansana Grand Pangrango, Jl. Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko, Jumat (7/12). 
 
Meski begitu, menurutnya, masing-masing budaya itu tetap bisa menjadi perekat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. 
 
"Budaya merupakan perekat untuk memelihara persatuan bangsa dan menjaga keutuhan NKRI. Oleh karenanya harus terus kita pelihara jangan sampai lepas dari pembinaan, karena kalau itu yang terjadi bisa menimbulkan masalah juga," ucapnya.

Ditambahkannya, keaneka ragaman budaya terdiri dari berbagai budaya berbeda-beda tapi tetap satu.

"Kita harus bisa memberdayakan, jangan sampai kita tidak bisa mempersatukan karena bisa menjadi persoalan bangsa. Kita terus memelihara dan menyatukan  budaya," pungkas dia. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Rabu, 12 Desember 2018 - 13:00 WIB

Pemilih gangguan jiwa di Gorontalo capai 525 orang

Rabu, 12 Desember 2018 - 08:30 WIB

Sumbar peringkat ketiga nasional rawan Pemilu

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:59 WIB

Tommy Soeharto dikukuhkan sebagai anak adat Sentani

Selasa, 11 Desember 2018 - 21:49 WIB

290 penyandang disabilitas tercatat di DPTHP-2 Binjai

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com