Senin, 17 Desember 2018 | 22:49 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Bareskrim gagalkan penyelundupan sabu asal Aceh

Jumat, 07 Desember 2018 - 14:54 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar merilis data pengungkapan narkoba asal Aceh dan Malaysia, Jumat (7/12).Sumber foto: https://bit.ly/2E6mY48
Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar merilis data pengungkapan narkoba asal Aceh dan Malaysia, Jumat (7/12).Sumber foto: https://bit.ly/2E6mY48

Elshinta.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bekerja sama dengan Bea Cukai Pusat dan Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu asal Aceh seberat dua kilogram yang disembunyikan di dalam sepatu pelaku.

Dalam kasus ini, polisi menangkap tiga tersangka yakni Ba (44), Su (42) dan Am (48) yang berperan sebagai kurir sabu. "Yang ditangkap tiga orang, perannya sebagai kurir," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar, di Kantor Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (7/12).

Ketiga tersangka diringkus di Terminal 1C Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten pada Kamis, 8 November 2018. Saat ditangkap, polisi menemukan masing-masing 300 gram sabu di kedua sepatu BA.

Pada SU, ditemukan masing-masing 300 gram sabu di sepasang sandal yang dipakainya. Sementara ditemukan masing-masing 400 gram sabu di kedua sepatu yang digunakan AM. "Modusnya (sabu) dimasukkan ke dalam sepatu dan sandal yang mereka pakai, lalu dibawa melalui jalur udara dengan menggunakan pesawat dari Bandara Kualanamu, Medan, transit di Bandara Soetta dengan tujuan Lombok," katanya.

Ketiganya diketahui merupakan anggota sindikat Aceh yang berencana mengedarkan paket sabu tersebut ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. "Kami masih mengejar pengendali yang diduga berada di Lombok," katanya.

Atas perbuatannya, ketiganya dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Uu Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda minimal Rp1 miliar rupiah dan maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bekerja sama dengan Bea Cukai Pusat dan Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu asal Aceh seberat dua kilogram yang disembunyikan di dalam sepatu pelaku.

Dalam kasus ini, polisi menangkap tiga tersangka yakni Ba (44), Su (42) dan Am (48) yang berperan sebagai kurir sabu. "Yang ditangkap tiga orang, perannya sebagai kurir," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar, di Kantor Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (7/12).

Ketiga tersangka diringkus di Terminal 1C Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten pada Kamis, 8 November 2018. Saat ditangkap, polisi menemukan masing-masing 300 gram sabu di kedua sepatu BA.

Pada SU, ditemukan masing-masing 300 gram sabu di sepasang sandal yang dipakainya. Sementara ditemukan masing-masing 400 gram sabu di kedua sepatu yang digunakan AM. "Modusnya (sabu) dimasukkan ke dalam sepatu dan sandal yang mereka pakai, lalu dibawa melalui jalur udara dengan menggunakan pesawat dari Bandara Kualanamu, Medan, transit di Bandara Soetta dengan tujuan Lombok," katanya.

Ketiganya diketahui merupakan anggota sindikat Aceh yang berencana mengedarkan paket sabu tersebut ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. "Kami masih mengejar pengendali yang diduga berada di Lombok," katanya.

Atas perbuatannya, ketiganya dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Uu Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda minimal Rp1 miliar rupiah dan maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com