Jumat, 14 Desember 2018 | 16:05 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Kesehatan

Pentingnya rutin memantau berat badan

Sabtu, 08 Desember 2018 - 01:19 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2N1934o
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2N1934o

Elshinta.com - Ahli kesehatan menyarankan Anda memantau berat badan secara rutin sebagai salah satu cara menghindari terkena obesitas. 

"Sebaiknya pantau berat badan rutin, agar tahu saat berat badan mulai naik, jadi bisa mulai perbaiki pola makan menjadi sehat, menambah aktivitas fisik," papar dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Pondok Indah – Puri Indah, dr. Raissa Edwina, M. Gizi, SpGK dalam acara "AIA Healthy Living Day", di Jakarta, Kamis (6/12). 

Mengutip data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018, angka obesitas di Indonesia meningkat sejak 2013 dari yang semula 14 persen menjadi 21 persen atau naik 7 persen. 

Dikutip Antara, Raissa mengatakan, 1 dari 3 orang mengalami obesitas, sementara pada laki-laki 1 dari 5 orang. Angka ini juga menguatkan data sebelumnya mengenai adanya peningkatan berat bada badan baik pada perempuan maupun laki-laki. 

"Tren angka obesitas makin meningkat. Data pada mengenai pemantauan status gizi usia di atas 18 tahun, mereka yang obesitas sekitar 40,4 persen," ucapnya.

Obesitas atau berat badan berlebih merupakan awal munculnya penyakit kronik dan penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung dan hipertensi. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Ahli kesehatan menyarankan Anda memantau berat badan secara rutin sebagai salah satu cara menghindari terkena obesitas. 

"Sebaiknya pantau berat badan rutin, agar tahu saat berat badan mulai naik, jadi bisa mulai perbaiki pola makan menjadi sehat, menambah aktivitas fisik," papar dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Pondok Indah – Puri Indah, dr. Raissa Edwina, M. Gizi, SpGK dalam acara "AIA Healthy Living Day", di Jakarta, Kamis (6/12). 

Mengutip data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018, angka obesitas di Indonesia meningkat sejak 2013 dari yang semula 14 persen menjadi 21 persen atau naik 7 persen. 

Dikutip Antara, Raissa mengatakan, 1 dari 3 orang mengalami obesitas, sementara pada laki-laki 1 dari 5 orang. Angka ini juga menguatkan data sebelumnya mengenai adanya peningkatan berat bada badan baik pada perempuan maupun laki-laki. 

"Tren angka obesitas makin meningkat. Data pada mengenai pemantauan status gizi usia di atas 18 tahun, mereka yang obesitas sekitar 40,4 persen," ucapnya.

Obesitas atau berat badan berlebih merupakan awal munculnya penyakit kronik dan penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung dan hipertensi. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 13 Desember 2018 - 14:31 WIB

Gejala khas pneumonia, batuk disertai sesak napas

Rabu, 12 Desember 2018 - 11:38 WIB

Daftar diskon dan promo ponsel Harbolnas 2018

Rabu, 12 Desember 2018 - 09:39 WIB

Benarkah telur bisa naikkan kolesterol?

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com