Mendikbud akui perhatian terhadap PAUD masih kurang
Elshinta
Jumat, 07 Desember 2018 - 19:38 WIB |
Mendikbud akui perhatian terhadap PAUD masih kurang
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Sumber Foto: https://bit.ly/2PpW3Cz

Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengakui bahwa perhatian pemerintah terhadap jenjang pendidikan anak usia dini masih kurang, terutama dari sisi anggaran.

"Sampai saat ini pemerintah belum memberikan banyak perhatian, itu bisa dilihat dari penyediaan anggaran dan keterlibatannya," kata Muhadjir Effendy saat membuka Dialog Kebijakan PAUD dan Pendidikan Keluarga Tahun 2018 dan Penghargaan terhadap Sosok Pegiatan PAUD di Bandung, Jumat (7/12).

Jenjang pendidikan PAUD yang didirikan oleh swasta jumlahnya mencapai lebih dari 92.000 PAUD. Sedangkan TK/PAUD yang didirikan pemerintah berdadarkan data tahun 2015 sebanyak 3.138 lembaga. Namun demikian, Mendikbud optimistis alokasi anggaran pada pendidikan usia dini akan terus meningkat dari tahun ke tahun, terutama bagi para guru PAUD yang berperan besar mengantar masa depan anak-anak.

'Sejak tahun 2016 lalu kami sudah mengalokasi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi guru-guru termasuk guru PAUD. Pada tahun 2018 nilainya sebesar Rp4,1 triliun dan tahun 2019 akan kami tingkatkan jumlahnya agar guru paud ikut merasakan manfaatnya," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, ujar Mendikbud pada kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk mendukung pendirian PAUD desa yang dibiayai dari dana desa.

"Kami berterima kasih untuk kerja sama dengan kementerian desa, tentunya kami berharap akan semakin memperluas penyelenggaraan paud hingga ke pelosok desa termasuk pembiayaannya bisa ditopang dari dana desa ," ujarnya.

"Lebih lanjut Mendikbud mengatakan kurangnya perhatian terhadap jenjang pra sekolah memang merupakan warisan dari zaman-zaman sebelumnya. Karena di Era Presiden Soeharto yang menjadi perhatian besar adalah pemberantasan buta huruf (PBH).

"Karena waktu era Pak Harto (Presiden Soeharto), ada kebijakan pemberantasan buta huruf, maka berdiri sekolah inpres, dibangun, sekarang di atas 100 ribu lebih, sementara SD Swasta hanya sekitar 12 ribu," ujarnya.

Lebih lanjut Mendikbud berjanji secara bertahap akan memberikan perhatian pada pendidikan usia dini karena investasi pada pendidikan anak usia dini yang merupakan 'usia emas" dipercaya sebagai salah satu investasi strategis bagi sebuah negara.

B Acara dialog kebijakan dan pemberian penghargaan dihadiri Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes, Taufik Madjid, pejabat di lingkungan Kemdikbud dan para pegiat PAUD dan pendidikan keluarga.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Lomba Debat Bahasa Indonesia resmi dibuka
Jumat, 16 Agustus 2019 - 17:21 WIB
Elshinta.com - Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) tingkat nasional yang berlangsung di SMA Islam Te...
SMAIT Ukhuwah tuan rumah Lomba Debat Bahasa Indonesia 2019
Kamis, 15 Agustus 2019 - 11:59 WIB
Elshinta.com - SMA Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin akan menjadi tempat penyelenggaraan Lomba Deb...
`Sejarah` munculnya wacana rekrut CEO dan Rektor asing
Kamis, 15 Agustus 2019 - 07:21 WIB
Elshinta.com - Wacana kemungkinan pemerintah merekrut pimpinan perusahaan (CEO) dan rektor perguru...
314 siswa madrasah ikuti KSM Sumut 2019
Rabu, 14 Agustus 2019 - 21:40 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 314 siswa/siswi madrasah mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Sumatera...
 Peringati HUT Pramuka ratusan pelajar SD ikuti Pesta Siaga
Rabu, 14 Agustus 2019 - 18:15 WIB
Elshinta.com - Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) se Provinsi Banten mengikuti pembukaan dan aneka lo...
Pemilihan Komisioner MKKS-SMK Kota Depok disorot warga
Rabu, 14 Agustus 2019 - 14:13 WIB
Elshinta.com - Pemerhati pendidikan Kota Depok, Kasno, mengatakan, komunitas pendidikan antusias me...
Pelatihan guru berbasis zona lebih efektif
Rabu, 14 Agustus 2019 - 10:37 WIB
Elshinta.com - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Keb...
Gerakan Pramuka harus bisa memberantas narkoba, kata Buwas
Rabu, 14 Agustus 2019 - 07:58 WIB
Elshinta.com - Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso menyampaikan bahwa ger...
Pelajar Indonesia berjaya di ajang 31th International Olympiad in Informatics 2019 di Azerbaijan 
Selasa, 13 Agustus 2019 - 19:07 WIB
Elshinta.com - Pelajar Indonesia kembali menorehkan prestasi yang membanggakan dalam ajang kompetis...
Satgas Yonif Raider 514/SY ikut cerdaskan anak bangsa di Kampung Yambi
Selasa, 13 Agustus 2019 - 17:36 WIB
Elshinta.com - Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY turut mengajar anak bangsa sebagai...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_berita_detail.php
Line: 207
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 144
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once