Senin, 17 Desember 2018 | 04:17 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Raja, Sultan, dan pemangku adat ikrar jaga Bhineka Tunggal Ika

Jumat, 07 Desember 2018 - 15:33 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Raja, Sultan, Datu, Pelingsir, pemangku adat, budayawan, dan ormas kebudayaan dari seluruh Indonesia  seperti dari pulau Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan Jawa, berkumpul di Kota Bogor, Jawa Barat. 

Mereka antara lain, Raja Samu-samu dari Ambon yang juga Ketua Silaturahmi Raja Nusantara (Silatnas), P.N.A Masud Thoyib Jayakarta Adiningrat dari Yayasan Raja Sultan Nusantara (Yarasutra), Sultan Banteng Bambang Wisanggeni, Uly Sigar Rusady dan Paramita Rusadhy dari Majelis Cendekiawan Keraton Nusantara (MCKN)  Sumedang Larang, perwakilan dari Forum Silaturahmi Keraton Nusantara  (FSKN ), Yayasan Lasem Kota Cagar Budaya, dan lain-lainnya.

Mereka bersatu padu membuat Ikrar Keagungan yang dibacakan di acara Temu Tokoh Raja, Sultan, Datu,  Pelingsir, Pemangku Adat Istiadat, Budayawan dan Ormas Kebudayaan di Daerah (Gelar Seni Budaya Nusantara dan Dialog Kebudayaan ) tahun 2018, yang diselenggarakan Dirjen Ketahanan, Ekonomi, Sosial, dan Budaya di Hotel Ansana Grand Pangrango, Jl. Pajajaran, Bogor, Jumat (7/12).

"Ikrar itu mempertemukan  adat dan budaya yang tumbuh menggeliat bersama dengan NKRI. Diharapkan budaya maju dan berkembang terlepas dari persoalan yang muncul sekarang, adanya tanda-tanda kerusakan bangsa yang Bhineka Tunggal Ika. Maka diharapkan kita semua mengeratkan kembali persatuan dan kesatuan," jelas satu di antara penggagas ikrar, P.N.A  Masud Thoyib Jayakarta Adiningrat dari Yayasan Raja Sultan Nusantara (Yarasutra), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Berikut isi ikrar lengkapnya:

Ikrar Keagungan

Kami para Raja, Sultan, Datu, Pelingsir, Pemangku Adat, Budayawan dan Ormas Kebudayaan sebagai komponen bangsa dan penerus keagungan Nusantara dengan sepenuh hati atas panggilan tanggung jawab luhur terhadap perjuangan dan pengorbanan para leluhur mulia, pada hari ini jumat, 7 desember 2018 menyatakan ikrar serta mengajak seluruh komponen bangsa lainnya:

1. Memegang teguh dan menjaga semangat Kebhineka Tunggal Ikaan Bangsa Indonesia. 

2. Membangun harmoni kebangsaan yang berandaskan Pancasila sebagai modal dasar pencapaian tujuan kemerdekaan.

3. Berupaya sepenuh jiwa dan sekuat tenaga menjaga dan mendorong pemajuan kebudayaan dan nilai-nilai luhur budaya nasional. 

4. Menjaga dengan jiwa, raga dan harga diri terhadap keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.

5. Menjaga dan  mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 yang damai, jujur, adil, bermartabat dan berkualitas. 

Demikian Ikrar ini kami nyatakan dan siap untuk dilaksanakan.

Bogor, 7 Desember 2018 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Raja, Sultan, Datu, Pelingsir, pemangku adat, budayawan, dan ormas kebudayaan dari seluruh Indonesia  seperti dari pulau Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan Jawa, berkumpul di Kota Bogor, Jawa Barat. 

Mereka antara lain, Raja Samu-samu dari Ambon yang juga Ketua Silaturahmi Raja Nusantara (Silatnas), P.N.A Masud Thoyib Jayakarta Adiningrat dari Yayasan Raja Sultan Nusantara (Yarasutra), Sultan Banteng Bambang Wisanggeni, Uly Sigar Rusady dan Paramita Rusadhy dari Majelis Cendekiawan Keraton Nusantara (MCKN)  Sumedang Larang, perwakilan dari Forum Silaturahmi Keraton Nusantara  (FSKN ), Yayasan Lasem Kota Cagar Budaya, dan lain-lainnya.

Mereka bersatu padu membuat Ikrar Keagungan yang dibacakan di acara Temu Tokoh Raja, Sultan, Datu,  Pelingsir, Pemangku Adat Istiadat, Budayawan dan Ormas Kebudayaan di Daerah (Gelar Seni Budaya Nusantara dan Dialog Kebudayaan ) tahun 2018, yang diselenggarakan Dirjen Ketahanan, Ekonomi, Sosial, dan Budaya di Hotel Ansana Grand Pangrango, Jl. Pajajaran, Bogor, Jumat (7/12).

"Ikrar itu mempertemukan  adat dan budaya yang tumbuh menggeliat bersama dengan NKRI. Diharapkan budaya maju dan berkembang terlepas dari persoalan yang muncul sekarang, adanya tanda-tanda kerusakan bangsa yang Bhineka Tunggal Ika. Maka diharapkan kita semua mengeratkan kembali persatuan dan kesatuan," jelas satu di antara penggagas ikrar, P.N.A  Masud Thoyib Jayakarta Adiningrat dari Yayasan Raja Sultan Nusantara (Yarasutra), seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko.

Berikut isi ikrar lengkapnya:

Ikrar Keagungan

Kami para Raja, Sultan, Datu, Pelingsir, Pemangku Adat, Budayawan dan Ormas Kebudayaan sebagai komponen bangsa dan penerus keagungan Nusantara dengan sepenuh hati atas panggilan tanggung jawab luhur terhadap perjuangan dan pengorbanan para leluhur mulia, pada hari ini jumat, 7 desember 2018 menyatakan ikrar serta mengajak seluruh komponen bangsa lainnya:

1. Memegang teguh dan menjaga semangat Kebhineka Tunggal Ikaan Bangsa Indonesia. 

2. Membangun harmoni kebangsaan yang berandaskan Pancasila sebagai modal dasar pencapaian tujuan kemerdekaan.

3. Berupaya sepenuh jiwa dan sekuat tenaga menjaga dan mendorong pemajuan kebudayaan dan nilai-nilai luhur budaya nasional. 

4. Menjaga dengan jiwa, raga dan harga diri terhadap keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.

5. Menjaga dan  mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 yang damai, jujur, adil, bermartabat dan berkualitas. 

Demikian Ikrar ini kami nyatakan dan siap untuk dilaksanakan.

Bogor, 7 Desember 2018 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:12 WIB

Polisi akan periksa saksi ahli kasus blangko KTP-el

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:38 WIB

Menteri PPPA: Belum ada daerah layak anak

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:26 WIB

PDAM Tirtanadi launching SMS Gateway bagi pelanggan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com