Senin, 17 Desember 2018 | 04:13 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

BPPT kirimkan mobil pengolah air siap minum ke lokasi bencana

Jumat, 07 Desember 2018 - 19:16 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Dewi Rusiana
BPPT Kirim Arsinum, Teknologi Air Siap Minum untuk Para Korban Gempa. Sumber foto: https://bit.ly/2RDax3K
BPPT Kirim Arsinum, Teknologi Air Siap Minum untuk Para Korban Gempa. Sumber foto: https://bit.ly/2RDax3K

Elshinta.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi mengirimkan mobil pengolah air siap minum ke lokasi bencana di Palu, Sigi, dan Donggala untuk memenuhi kebutuhan air minum sekaligus uji lapangan.

Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT Hammam Risa dalam acara Pelepasan Arsinum Mobile ke Palu dan Donggala di kantor BPPT Jakarta, Jumat (07/12) mengatakan BPPT ingin menghadirkan teknologi dalam tiap manajemen bencana.

"Inovasi Arsinum merupakan bukti nyata teknologi mampu berperan untuk antisipasi bencana, pun pascabencana," ujarnya, dikutip Antara.

Menurut Hammam, sudah seharusnya Indonesia yang berada di wilayah cincin api yang rawan bencana memanfaatkan penggunaan teknologi dalam menangani setiap kejadian bencana.

Mobil Arsinum ini bekerja menyaring air baku dari berbagai jenis agar bisa menghasilkan air siap minum. Bahkan air keluaran dari Arsinum dijamin kualitasnya, karena telah memenuhi standar air minum berdasarkan Permenkes Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990. "Air dari Arsinum aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat," kata Hammam.

Dia mengharapkan agar teknologi BPPT ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk wilayah lainnya di Indonesia. Tak hanya untuk bencana gempa seperti di Palu dan Donggala, air bersih dan siap minum, menurutnya, juga bisa digunakan untuk di wilayah lain yang berada di wilayah kering dan sulit air minum.

"Kami butuh dukungan dari kementerian dan lembaga lain, utamanya untuk mereplikasi teknologi serupa, agar bisa diterapkan di berbagai wilayah Indonesia," kata dia.

Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Rudi Nugroho menjelaskan Arsinum bisa memproduksi air siap minum dari berbagai air baku mulai dari air hujan, air sumur, air PDAM, air danau, air sungai, dan air payau.

Arsinum menggunakan listrik maksimal 2.000 watt untuk bisa mengoperasikan mesin yang dapat menghasilkan air siap minum sebanyak 400 liter dalam satu jam.

Mesin penyaringan air tersebut ditempatkan di mobil dobel gardan agar bisa memudahkan mobilitas di daerah bencana serta untuk menjangkau wilayah sulit.

Mobil tersebut juga dilengkapi dengan panel surya sebagai sumber listrik yang bisa mengoperasikan mesin selama enam jam.

Sebelum dikirim ke Palu, mobil Arsinum sudah dioperasikan untuk kebutuhan air minum di lokasi bencana gempa Lombok pada pertengahan tahun 2018.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi mengirimkan mobil pengolah air siap minum ke lokasi bencana di Palu, Sigi, dan Donggala untuk memenuhi kebutuhan air minum sekaligus uji lapangan.

Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT Hammam Risa dalam acara Pelepasan Arsinum Mobile ke Palu dan Donggala di kantor BPPT Jakarta, Jumat (07/12) mengatakan BPPT ingin menghadirkan teknologi dalam tiap manajemen bencana.

"Inovasi Arsinum merupakan bukti nyata teknologi mampu berperan untuk antisipasi bencana, pun pascabencana," ujarnya, dikutip Antara.

Menurut Hammam, sudah seharusnya Indonesia yang berada di wilayah cincin api yang rawan bencana memanfaatkan penggunaan teknologi dalam menangani setiap kejadian bencana.

Mobil Arsinum ini bekerja menyaring air baku dari berbagai jenis agar bisa menghasilkan air siap minum. Bahkan air keluaran dari Arsinum dijamin kualitasnya, karena telah memenuhi standar air minum berdasarkan Permenkes Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990. "Air dari Arsinum aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat," kata Hammam.

Dia mengharapkan agar teknologi BPPT ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk wilayah lainnya di Indonesia. Tak hanya untuk bencana gempa seperti di Palu dan Donggala, air bersih dan siap minum, menurutnya, juga bisa digunakan untuk di wilayah lain yang berada di wilayah kering dan sulit air minum.

"Kami butuh dukungan dari kementerian dan lembaga lain, utamanya untuk mereplikasi teknologi serupa, agar bisa diterapkan di berbagai wilayah Indonesia," kata dia.

Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Rudi Nugroho menjelaskan Arsinum bisa memproduksi air siap minum dari berbagai air baku mulai dari air hujan, air sumur, air PDAM, air danau, air sungai, dan air payau.

Arsinum menggunakan listrik maksimal 2.000 watt untuk bisa mengoperasikan mesin yang dapat menghasilkan air siap minum sebanyak 400 liter dalam satu jam.

Mesin penyaringan air tersebut ditempatkan di mobil dobel gardan agar bisa memudahkan mobilitas di daerah bencana serta untuk menjangkau wilayah sulit.

Mobil tersebut juga dilengkapi dengan panel surya sebagai sumber listrik yang bisa mengoperasikan mesin selama enam jam.

Sebelum dikirim ke Palu, mobil Arsinum sudah dioperasikan untuk kebutuhan air minum di lokasi bencana gempa Lombok pada pertengahan tahun 2018.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:12 WIB

Polisi akan periksa saksi ahli kasus blangko KTP-el

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:38 WIB

Menteri PPPA: Belum ada daerah layak anak

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:26 WIB

PDAM Tirtanadi launching SMS Gateway bagi pelanggan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com