Minggu, 16 Desember 2018 | 00:29 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

Polisi limpahkan berkas Ahmad Dhani ke Kejati

Jumat, 07 Desember 2018 - 16:32 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Dewi Rusiana
Politisi Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo. Sumber Foto: https://bit.ly/2BV11DQ
Politisi Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo. Sumber Foto: https://bit.ly/2BV11DQ

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur, Jumat (7/12) melimpahkan berkas perkara pencemaran nama baik Politisi Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

"Pada jam 13.00 WIB Polda Jatim menyerahkan berkas tahap pertama kasus pencemaran nama baik atas nama Ahmad Dhani Kejati Jatim. Berkas itu akan diteliti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim di Surabaya, seperti dikutip dari Antara.

Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Harissandi mengatakan pelimpahan berkas ke Kejati Jatim karena penyidikan terhadap tersangka dan saksi ahli sudah cukup. "Pemanggilan saksi ahli sudah cukup tapi nanti tergantung dari JPU apakah berkas ini sudah lengkap atau tidak. Kalau ada kekurangan P18 dan P19-nya apa nanti kita penuhi," katanya.

Sementara Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung menyampaikan kalau Kejati Jatim sudah siap menerima pelimpahan berkas. Pihaknya mengaku sudah menunggu dan beberapa kali menanyakan pelimpahan berkas ini.

Tak hanya itu, Kejati juga sudah menyiapkan JPU untuk menangani kasus suami Mulan Jameela ini. "Kasus pencemaran nama baik yang masuk ITE, Jaksanya adalah Nur Rachman dan Agus Budi Santoso," katanya.

Sebelumnya, Dhani telah ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik sejak 18 Oktober 2018. Penetapan ini berawal dari ujaran Dhani yang berujung pelaporan terkait pencemaran nama baik yang sempat dilontarkannya dalam video di facebook. Dhani pun terancam hukuman empat tahun penjara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur, Jumat (7/12) melimpahkan berkas perkara pencemaran nama baik Politisi Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

"Pada jam 13.00 WIB Polda Jatim menyerahkan berkas tahap pertama kasus pencemaran nama baik atas nama Ahmad Dhani Kejati Jatim. Berkas itu akan diteliti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim di Surabaya, seperti dikutip dari Antara.

Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Harissandi mengatakan pelimpahan berkas ke Kejati Jatim karena penyidikan terhadap tersangka dan saksi ahli sudah cukup. "Pemanggilan saksi ahli sudah cukup tapi nanti tergantung dari JPU apakah berkas ini sudah lengkap atau tidak. Kalau ada kekurangan P18 dan P19-nya apa nanti kita penuhi," katanya.

Sementara Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung menyampaikan kalau Kejati Jatim sudah siap menerima pelimpahan berkas. Pihaknya mengaku sudah menunggu dan beberapa kali menanyakan pelimpahan berkas ini.

Tak hanya itu, Kejati juga sudah menyiapkan JPU untuk menangani kasus suami Mulan Jameela ini. "Kasus pencemaran nama baik yang masuk ITE, Jaksanya adalah Nur Rachman dan Agus Budi Santoso," katanya.

Sebelumnya, Dhani telah ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik sejak 18 Oktober 2018. Penetapan ini berawal dari ujaran Dhani yang berujung pelaporan terkait pencemaran nama baik yang sempat dilontarkannya dalam video di facebook. Dhani pun terancam hukuman empat tahun penjara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com