Senin, 17 Desember 2018 | 22:50 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

Kejati ringkus 24 DPO sepanjang 2018

Jumat, 07 Desember 2018 - 17:56 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2L0wx68
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2L0wx68

Elshinta.com - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan sepanjang 2018 berhasil meringkus 24 buronannya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Tarmizi di Makassar, Jumat (7/12) mengatakan keberhasilan kejaksaan menangkap DPO yang sudah sejak lama buron berkat adanya bantuan dari tim Intelijen Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung. "Koordinasi kita intens dengan AMC Kejagung dan hasilnya banyak DPO yang sudah lama buron berhasil diringkus," jelasnya.

Adapun DPO yang berhasil diamankan oleh AMC Kejagung dengan Kejati Sulsel melalui Program Tabur 31.1 yakni Taufan Ansar Nur, Herry, Burhanuddin Baharuddin, Hamzah Hapati Hasan, Harun, Munandar Wijaya.

Kemudian M Ansar Manro'nyo, Muh Tahir Karim, Husain Abd Razak, Hendrik Rakhman, Sanatang Atami, Mullar Supu, Reskianti Idris, Nilawati Umar, Kahar Husain, Aditriana, Bachtiar Mude, Alam Bahri, Muh Tahir Karim, Muhiyyin, Achmad Sugianto, Syarifuddin Usmar, dan Marliadi Pasrah.  

Kajati Tarmizi menyatakan salah satu buronan yang cukup lama dalam pelariannya yakni Taufan Ansar, terpidana kasus Pasar Pabaengbaeng Makassar sudah buron sejak 2009. "Salah satu DPO kita yang sudah lama buron sudah berhasil ditangkap oleh tim Intelijen Kejagung, proses sudah dilanjutkan juga di lapas," katanya, dikutip Antara.

Terpidana Taufhan yang juga Direktur PT Citratama Timurindo terlibat dalam kasus korupsi pembangunan Pasar Pabaeng-baeng Makassar di mana terpidana Taufhan sebagai rekanan dalam proyek tersebut.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan sepanjang 2018 berhasil meringkus 24 buronannya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Tarmizi di Makassar, Jumat (7/12) mengatakan keberhasilan kejaksaan menangkap DPO yang sudah sejak lama buron berkat adanya bantuan dari tim Intelijen Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung. "Koordinasi kita intens dengan AMC Kejagung dan hasilnya banyak DPO yang sudah lama buron berhasil diringkus," jelasnya.

Adapun DPO yang berhasil diamankan oleh AMC Kejagung dengan Kejati Sulsel melalui Program Tabur 31.1 yakni Taufan Ansar Nur, Herry, Burhanuddin Baharuddin, Hamzah Hapati Hasan, Harun, Munandar Wijaya.

Kemudian M Ansar Manro'nyo, Muh Tahir Karim, Husain Abd Razak, Hendrik Rakhman, Sanatang Atami, Mullar Supu, Reskianti Idris, Nilawati Umar, Kahar Husain, Aditriana, Bachtiar Mude, Alam Bahri, Muh Tahir Karim, Muhiyyin, Achmad Sugianto, Syarifuddin Usmar, dan Marliadi Pasrah.  

Kajati Tarmizi menyatakan salah satu buronan yang cukup lama dalam pelariannya yakni Taufan Ansar, terpidana kasus Pasar Pabaengbaeng Makassar sudah buron sejak 2009. "Salah satu DPO kita yang sudah lama buron sudah berhasil ditangkap oleh tim Intelijen Kejagung, proses sudah dilanjutkan juga di lapas," katanya, dikutip Antara.

Terpidana Taufhan yang juga Direktur PT Citratama Timurindo terlibat dalam kasus korupsi pembangunan Pasar Pabaeng-baeng Makassar di mana terpidana Taufhan sebagai rekanan dalam proyek tersebut.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com