Senin, 17 Desember 2018 | 04:12 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

3 WNI dihukum 2 tahun di Malaysia karena perdagangan manusia

Jumat, 07 Desember 2018 - 18:14 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2EjcNue
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2EjcNue

Elshinta.com - Tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) dari Tanjung Balai Asahan, Provinsi Sumetera Utara dihukum dua tahun penjara di Malaysia karena kasus perdagangan manusia (trafficking).

WNI itu dihukum dalam sidang di Mahkamah Tinggi Shah Alam, Jumat. Mereka yakni Wan Ibrahim bin Wan Mansur (49), Sahat Martua (36) dan Haidir Manurop.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Rosidah Binti Abu Bakar mengatakan mereka ditangkap saat menjadi operator kapal pada 2 Oktober 2017 pukul 11.30 malam di Kawasan Laut Pintu Gedung Pelabuhan Klang Selangor dan didakwa mengangkut 31 orang migran yang diselundupkan sehingga terancam dihukum di bawah 26J Akta Anti Perdagangan Orang dan Anti Penyelundupan Migran 2007.

Dikutip Antara, mereka yang melanggar akta tersebut terancam penjara tidak melebihi dari lima tahun dan denda tidak melebihi RM250.000 atau kedua-duanya. "Pengadu di tempat kejadian telah mencurigai sebuah boat pom pom yang mencurigakan di Kawasan Laut Pintu Gedung menuju masuk ke Pelabuhan Klang," ujarnya.

Pengadu dan pasukan-nya kemudian menuju ke arah kapal  tersebut dan memperkenalkan diri sebagai polisi dan mengarahkan agar kapal itu berhenti. "Hasil pada pemeriksaan pada boat tersebut menyebabkan tertangkapnya tiga tertuduh di mana tertuduh pertama bertindak sebagai tukang boat dan tertuduh kedua dan ketiga sebagai awak dan mereka dalam perjalanan masuk ke Malaysia dari Tanjung Balai Indonesia," jelasnya.

Semua tertuduh dan para migran sudah ditangkap beserta sejumlah barang seperti kapal dan telepon genggam serta telah diserahkan kepada pegawai penyelidik. Sidang dipimpin Hakim Datok Abdul Halim bin Aman sedangkan tiga tertuduh didampingi pengacara Tan Teck Yew dari Chan Tse Yuen & Co.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) dari Tanjung Balai Asahan, Provinsi Sumetera Utara dihukum dua tahun penjara di Malaysia karena kasus perdagangan manusia (trafficking).

WNI itu dihukum dalam sidang di Mahkamah Tinggi Shah Alam, Jumat. Mereka yakni Wan Ibrahim bin Wan Mansur (49), Sahat Martua (36) dan Haidir Manurop.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Rosidah Binti Abu Bakar mengatakan mereka ditangkap saat menjadi operator kapal pada 2 Oktober 2017 pukul 11.30 malam di Kawasan Laut Pintu Gedung Pelabuhan Klang Selangor dan didakwa mengangkut 31 orang migran yang diselundupkan sehingga terancam dihukum di bawah 26J Akta Anti Perdagangan Orang dan Anti Penyelundupan Migran 2007.

Dikutip Antara, mereka yang melanggar akta tersebut terancam penjara tidak melebihi dari lima tahun dan denda tidak melebihi RM250.000 atau kedua-duanya. "Pengadu di tempat kejadian telah mencurigai sebuah boat pom pom yang mencurigakan di Kawasan Laut Pintu Gedung menuju masuk ke Pelabuhan Klang," ujarnya.

Pengadu dan pasukan-nya kemudian menuju ke arah kapal  tersebut dan memperkenalkan diri sebagai polisi dan mengarahkan agar kapal itu berhenti. "Hasil pada pemeriksaan pada boat tersebut menyebabkan tertangkapnya tiga tertuduh di mana tertuduh pertama bertindak sebagai tukang boat dan tertuduh kedua dan ketiga sebagai awak dan mereka dalam perjalanan masuk ke Malaysia dari Tanjung Balai Indonesia," jelasnya.

Semua tertuduh dan para migran sudah ditangkap beserta sejumlah barang seperti kapal dan telepon genggam serta telah diserahkan kepada pegawai penyelidik. Sidang dipimpin Hakim Datok Abdul Halim bin Aman sedangkan tiga tertuduh didampingi pengacara Tan Teck Yew dari Chan Tse Yuen & Co.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:52 WIB

BMKG: Gempa di Papua akibat deformasi batuan

Minggu, 16 Desember 2018 - 18:10 WIB

Gempa M 6,1 guncang Keerom, Papua

Minggu, 16 Desember 2018 - 15:51 WIB

Empat wisatawan hilang terseret gelombang di Kebumen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com