3 WNI dihukum 2 tahun di Malaysia karena perdagangan manusia
Elshinta
Jumat, 07 Desember 2018 - 18:14 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Dewi Rusiana
3 WNI dihukum 2 tahun di Malaysia karena perdagangan manusia
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2EjcNue

Elshinta.com - Tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) dari Tanjung Balai Asahan, Provinsi Sumetera Utara dihukum dua tahun penjara di Malaysia karena kasus perdagangan manusia (trafficking).

WNI itu dihukum dalam sidang di Mahkamah Tinggi Shah Alam, Jumat. Mereka yakni Wan Ibrahim bin Wan Mansur (49), Sahat Martua (36) dan Haidir Manurop.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Rosidah Binti Abu Bakar mengatakan mereka ditangkap saat menjadi operator kapal pada 2 Oktober 2017 pukul 11.30 malam di Kawasan Laut Pintu Gedung Pelabuhan Klang Selangor dan didakwa mengangkut 31 orang migran yang diselundupkan sehingga terancam dihukum di bawah 26J Akta Anti Perdagangan Orang dan Anti Penyelundupan Migran 2007.

Dikutip Antara, mereka yang melanggar akta tersebut terancam penjara tidak melebihi dari lima tahun dan denda tidak melebihi RM250.000 atau kedua-duanya. "Pengadu di tempat kejadian telah mencurigai sebuah boat pom pom yang mencurigakan di Kawasan Laut Pintu Gedung menuju masuk ke Pelabuhan Klang," ujarnya.

Pengadu dan pasukan-nya kemudian menuju ke arah kapal  tersebut dan memperkenalkan diri sebagai polisi dan mengarahkan agar kapal itu berhenti. "Hasil pada pemeriksaan pada boat tersebut menyebabkan tertangkapnya tiga tertuduh di mana tertuduh pertama bertindak sebagai tukang boat dan tertuduh kedua dan ketiga sebagai awak dan mereka dalam perjalanan masuk ke Malaysia dari Tanjung Balai Indonesia," jelasnya.

Semua tertuduh dan para migran sudah ditangkap beserta sejumlah barang seperti kapal dan telepon genggam serta telah diserahkan kepada pegawai penyelidik. Sidang dipimpin Hakim Datok Abdul Halim bin Aman sedangkan tiga tertuduh didampingi pengacara Tan Teck Yew dari Chan Tse Yuen & Co.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Curi gas elpiji 3 Kg, YT dihukum 2 bulan tahanan
Selasa, 16 Juli 2019 - 20:57 WIB
Elshinta.com - YT (41) warga Kelurahan Mlati Kidul RT 4/2 Kecamatan Kota Kudus terpaksa ha...
Tertipu investasi obat herbal, ratusan warga serbu Polres Klaten
Senin, 15 Juli 2019 - 18:45 WIB
Elshinta.com - Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi Polres Klaten untuk melaporkan ...
Polrestabes Medan selidiki begal di underpass Titi Kuning
Senin, 15 Juli 2019 - 07:05 WIB
Elshinta.com - Personel Reskrim Polrestabes Medan melakukan penyelidikan terhadap komplota...
Lansia tanpa identitas ditemukan tewas di Kuburan Cina dalam kondisi leher tertusuk pisau
Sabtu, 13 Juli 2019 - 17:26 WIB
Elshinta.com - Seorang lansia ditemukan tewas mengenaskan di area Pemakaman Cina di Kelurahan P...
Kapolda Bali: Skimming terjadi di seluruh dunia
Rabu, 10 Juli 2019 - 14:28 WIB
Elshinta.com - Kapolda Bali Irjen Polisi Petrus Reinhard Golose mengemukakan kasus skimmin...
Menteri diduga pemerkosa PRT Indonesia ditahan
Rabu, 10 Juli 2019 - 11:46 WIB
Elshinta.com - Seorang executive councillor (Exco) atau Menteri Pemerintah Negeri Perak ditahan...
Polda NTT diminta ringkus PJTKI perekrut TKW secara ilegal
Selasa, 09 Juli 2019 - 11:45 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur diminta meringkus penanggung ...
Penganiaya istri di Tanjung Priok sempat dipukuli warga
Selasa, 09 Juli 2019 - 07:16 WIB
Elshinta.com - Seorang pria di Tanjung Priok, Jakarta Utara, tega menganiaya istrinya meng...
Polisi Majalengka tangkap pelaku pencurian dengan modus ganjal ATM
Senin, 08 Juli 2019 - 21:15 WIB
Elshinta.com - Satu dari tiga pelaku pencurian uang dengan modus ganjal ATM berhasil dirin...
Komnas Anak: Pembunuhan anak merupakan kategori tindak pidana luar biasa
Minggu, 07 Juli 2019 - 14:52 WIB
Elshinta.com - Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan bahwa ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)