Jumat, 14 Desember 2018 | 16:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Ketua BPK hadiri Sidang Tahunan Anggota Panel Pemeriksa Eksternal PBB ke- 59

Jumat, 07 Desember 2018 - 17:02 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Dalam rangka mewujudkan peranan BPK RI dalam anggota PBB, Ketua BPK, Moermahadi Soerja Djanegara menghadiri Sidang Tahunan Anggota Panel Pemeriksa Eksternal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-59, yang dilaksanakan di markas besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (5/12).

Dalam pertemuan Panel Pemeriksa Eksternal tersebut, Ketua BPK didampingi delegasi yang sebelumnya telah mengikuti pertemuan kelompok teknis selama tiga hari 28-30 November 2018, untuk membahas dan merumuskan bahan Sidang Panel Pemeriksa Eksternal.

Mendampingi Sekretaris Jenderal BPK, Bahtiar Arif, Kepala Bagian Sekretariat Ketua BPK, Firdaus Amyar dan Kepala Subbagian Multilateral pada Biro Humas dan KSI BPK, Ade Indra Gumilar.

Moermahadi mengungkapkan, Keikutsertaan BPK untuk ketiga kalinya merupakan bagian dari peran BPK sebagai pemeriksa eksternal International Atomic Energy Agency (IAEA). 

"Sidang tahunan dilaksanakan dalam rangka berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pemeriksaan organisasi PBB, specialized agencies dan IAEA," jelas Moemarhadi melalui keterangan tertulis yang diterima Reporter elshinta.com, Dody Handoko, Jumat (6/12).

Menurutnya, Panel Pemeriksa Eksternal PBB adalah forum bagi para pemeriksa eksternal pada 44 organisasi di lingkungan PBB yang terdiri dari para Ketua Badan Pemeriksa dari 11 negara yaitu Inggris, Jerman, Chile, Prancis, India, Filipina, Swis, Italia, Ghana, Indonesia dan Canada, serta dihadiri observer Tanzania.

Hasil pertemuan meliputi antara lain penerapan voluntary atas International Standards on Auditing (ISA) 701 – Key Audit Matters, dan penerapan ISA 260 Communication with Those Charged with Governance sesuai organisasi yang diperiksa, pengaturan yang seragam terhadap ISA 210 Agreeing the Terms of Audit Engagement.

Kemudian pendalaman International Public Sector Accounting Standards (IPSAS) 23 Revenue from Non Exchange Transactions (Taxes and Transfers), serta permasalahan lain seperti fraud prevention and reporting, conflict of interest, going concern, dan penerapan Enterprise Risk Management.

"Hasil tersebut disampaikan dalam Surat Panel Pemeriksa Eksternal kepada Sekjen PBB tanggal 4 Desember 2018," kata Moemarhadi.

Usai acara, para anggota panel juga melaksanakan pertemuan dengan Chef de Cabinet, Executive Office of the UN Secretary-General, Ms. Maria Luiza Ribeiro Viotti. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Dalam rangka mewujudkan peranan BPK RI dalam anggota PBB, Ketua BPK, Moermahadi Soerja Djanegara menghadiri Sidang Tahunan Anggota Panel Pemeriksa Eksternal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-59, yang dilaksanakan di markas besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (5/12).

Dalam pertemuan Panel Pemeriksa Eksternal tersebut, Ketua BPK didampingi delegasi yang sebelumnya telah mengikuti pertemuan kelompok teknis selama tiga hari 28-30 November 2018, untuk membahas dan merumuskan bahan Sidang Panel Pemeriksa Eksternal.

Mendampingi Sekretaris Jenderal BPK, Bahtiar Arif, Kepala Bagian Sekretariat Ketua BPK, Firdaus Amyar dan Kepala Subbagian Multilateral pada Biro Humas dan KSI BPK, Ade Indra Gumilar.

Moermahadi mengungkapkan, Keikutsertaan BPK untuk ketiga kalinya merupakan bagian dari peran BPK sebagai pemeriksa eksternal International Atomic Energy Agency (IAEA). 

"Sidang tahunan dilaksanakan dalam rangka berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pemeriksaan organisasi PBB, specialized agencies dan IAEA," jelas Moemarhadi melalui keterangan tertulis yang diterima Reporter elshinta.com, Dody Handoko, Jumat (6/12).

Menurutnya, Panel Pemeriksa Eksternal PBB adalah forum bagi para pemeriksa eksternal pada 44 organisasi di lingkungan PBB yang terdiri dari para Ketua Badan Pemeriksa dari 11 negara yaitu Inggris, Jerman, Chile, Prancis, India, Filipina, Swis, Italia, Ghana, Indonesia dan Canada, serta dihadiri observer Tanzania.

Hasil pertemuan meliputi antara lain penerapan voluntary atas International Standards on Auditing (ISA) 701 – Key Audit Matters, dan penerapan ISA 260 Communication with Those Charged with Governance sesuai organisasi yang diperiksa, pengaturan yang seragam terhadap ISA 210 Agreeing the Terms of Audit Engagement.

Kemudian pendalaman International Public Sector Accounting Standards (IPSAS) 23 Revenue from Non Exchange Transactions (Taxes and Transfers), serta permasalahan lain seperti fraud prevention and reporting, conflict of interest, going concern, dan penerapan Enterprise Risk Management.

"Hasil tersebut disampaikan dalam Surat Panel Pemeriksa Eksternal kepada Sekjen PBB tanggal 4 Desember 2018," kata Moemarhadi.

Usai acara, para anggota panel juga melaksanakan pertemuan dengan Chef de Cabinet, Executive Office of the UN Secretary-General, Ms. Maria Luiza Ribeiro Viotti. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com