Senin, 17 Desember 2018 | 22:48 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Rupiah menguat sepanjang November, cadangan devisa naik dua miliar dolar

Jumat, 07 Desember 2018 - 16:41 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CBZdSp
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CBZdSp

Elshinta.com - Cadangan devisa Indonesia kembali meningkat sebesar dua miliar dolar AS menjadi 117,2 miliar dolar AS, di tengah pergerakkan nilai tukar rupiah yang terus menguat sepanjang November 2018.

Meskipun, dalam tiga hari terakhir Desember 2018 ini rupiah berbalik melemah di tengah sentimen perang dagang AS-China yang belum mereda.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia (NI) di Jakarta, Jumat (7/12), kenaikan cadangan devisa karena penerimaan devisa migas, penarikan utang luar negeri (ULN) pemerintah, dan penerimaan devisa lainnya yang lebih besar dari kebutuhan devisa untuk pembayaran ULN pemerintah.

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," tulis Bank Indonesia.

Merujuk pada data kurs tengah Bank Indonesia, nilai rupiah sepanjang November menguat signifikan hingga kisaran Rp800 rupiah.

Pada 31 Oktober 2018, rupiah diperdagangkan di Rp15.277 per dolar AS dan berakhir 30 November 2018 ketika rupiah diperdagangkan di Rp14.399 per dolar AS.

Meski demikian, dalam tiga hari terakhir ini, rupiah berbalik melemah di tengah perang dagang antara AS dan China yang belum mereda sepenuhnya dan perkiraan perlambatan ekonomi Amerika Serikat.

BI menilai cadangan devisa hingga akhir November 2018 mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif," tulis BI, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Cadangan devisa Indonesia kembali meningkat sebesar dua miliar dolar AS menjadi 117,2 miliar dolar AS, di tengah pergerakkan nilai tukar rupiah yang terus menguat sepanjang November 2018.

Meskipun, dalam tiga hari terakhir Desember 2018 ini rupiah berbalik melemah di tengah sentimen perang dagang AS-China yang belum mereda.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia (NI) di Jakarta, Jumat (7/12), kenaikan cadangan devisa karena penerimaan devisa migas, penarikan utang luar negeri (ULN) pemerintah, dan penerimaan devisa lainnya yang lebih besar dari kebutuhan devisa untuk pembayaran ULN pemerintah.

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," tulis Bank Indonesia.

Merujuk pada data kurs tengah Bank Indonesia, nilai rupiah sepanjang November menguat signifikan hingga kisaran Rp800 rupiah.

Pada 31 Oktober 2018, rupiah diperdagangkan di Rp15.277 per dolar AS dan berakhir 30 November 2018 ketika rupiah diperdagangkan di Rp14.399 per dolar AS.

Meski demikian, dalam tiga hari terakhir ini, rupiah berbalik melemah di tengah perang dagang antara AS dan China yang belum mereda sepenuhnya dan perkiraan perlambatan ekonomi Amerika Serikat.

BI menilai cadangan devisa hingga akhir November 2018 mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang tetap baik, serta kinerja ekspor yang tetap positif," tulis BI, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com