Senin, 17 Desember 2018 | 22:52 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Menko Perekonomian: Jaga kepercayaan pasar agar rupiah menguat

Jumat, 07 Desember 2018 - 17:47 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution memberikan keterangan pada awak media di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/12). Sumber foto: https://bit.ly/2rre6P8
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution memberikan keterangan pada awak media di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/12). Sumber foto: https://bit.ly/2rre6P8

Elshinta.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pasar agar kurs rupiah tetap dapat menguat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
 
"Potensi penguatan tetap ada, yang penting kita pelihara confidence dari market. Kita bikin kebijakan untuk vokasi, kemudian untuk ekspor apa, kita pelan-pelan lah. Satu per satu dipelihara iklim dan confidence-nya, itu akan menguat," ucap Darmin saat ditemui awak media di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/12).

Sejak awal November 2018, rupiah mulai menguat dan menjauhi angka Rp15.000 per dolar AS. Bahkan pada 3 Desember 2018 lalu, rupiah sempat menyentuh angka Rp14.200-an, namun kembali melemah dalam empat hari terakhir.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah pada Jumat ini mencapai Rp14.539 per dolar AS, melemah dibandingkan hari sebelumnya Rp14.507 per dolar AS.

Pada hari ini, rupiah melanjutkan pelemahannya setelah pada hari sebelumnya terimbas sentimen global terutama dari ditangkapnya salah satu petinggi Huawei di Kanada. 

Adanya kejadian tersebut, pelaku pasar mengkhawatirkan hubungan dagang antara AS dan China sehingga mengantisipasinya dengan mengambil posisi pada Dolar AS. Akibatnya pergerakan Dolar AS kembali melanjutkan kenaikannya.

"Emang dunia ini aneh sekali. Ada CFO Huawei ditangkap, malah goyang dunianya. Aneh-aneh saja. Pasar itu memang ada penyakitnya, rada-rada suka lepas reaksinya," ujar Darmin, dikutip Antara

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menekankan pentingnya menjaga kepercayaan pasar agar kurs rupiah tetap dapat menguat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
 
"Potensi penguatan tetap ada, yang penting kita pelihara confidence dari market. Kita bikin kebijakan untuk vokasi, kemudian untuk ekspor apa, kita pelan-pelan lah. Satu per satu dipelihara iklim dan confidence-nya, itu akan menguat," ucap Darmin saat ditemui awak media di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/12).

Sejak awal November 2018, rupiah mulai menguat dan menjauhi angka Rp15.000 per dolar AS. Bahkan pada 3 Desember 2018 lalu, rupiah sempat menyentuh angka Rp14.200-an, namun kembali melemah dalam empat hari terakhir.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah pada Jumat ini mencapai Rp14.539 per dolar AS, melemah dibandingkan hari sebelumnya Rp14.507 per dolar AS.

Pada hari ini, rupiah melanjutkan pelemahannya setelah pada hari sebelumnya terimbas sentimen global terutama dari ditangkapnya salah satu petinggi Huawei di Kanada. 

Adanya kejadian tersebut, pelaku pasar mengkhawatirkan hubungan dagang antara AS dan China sehingga mengantisipasinya dengan mengambil posisi pada Dolar AS. Akibatnya pergerakan Dolar AS kembali melanjutkan kenaikannya.

"Emang dunia ini aneh sekali. Ada CFO Huawei ditangkap, malah goyang dunianya. Aneh-aneh saja. Pasar itu memang ada penyakitnya, rada-rada suka lepas reaksinya," ujar Darmin, dikutip Antara

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com