Deteksi dini untuk pencegahan kanker usus besar
Jumat, 07 Desember 2018 - 22:51 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Ilustrasi. (Pixabay). Sumber foto: https://bit.ly/2QBhZiI

Elshinta.com - Sebagai penyakit kanker nomor tiga yang paling banyak diderita, namun bukan berarti kanker usus besar tidak dapat disembuhkan, karena kanker jenis ini bisa dicegah dan diobati dengan mendeteksi secara dini.

Dr. Eko Priatno SpB-KBD, spesialis bedah dari Bethsaida Hospital mengatakan, pencegahan terbaik adalah dengan cara deteksi dini. Mendeteksi dini kanker dibagi menjadi dua kelompok, yakni mulai usia 50 tahun pada seseorang yang keluarganya tidak memiliki riwayat kanker dan kelompok kedua adalah deteksi kanker mulai usia 40 tahun bagi seseorang dengan riwayat keluarga kanker, seperti kanker payudara, kanker kandungan dan kanker usus.

"Deteksi dini sangat perlu dilakukan. Jika kanker masih dalam stadium awal 1-3, masih bisa disembuhkan. Kalau baru periksa setelah stadium 4 susah," ujar Dr. Eko saat berbincang dalam media gathering Bethsaida Hospital di Tangerang, pada Kamis (6/12), dikutip Antara

Menurut Dr. Eko, semua orang berpotensi terkena kanker usus besar. Namun yang lebih beresiko adalah orang yang memiliki riwayat keluarga kanker, penderita polip usus besar, penderita radang usus menahun, sering mengonsumsi daging merah, lemak tinggi serta kurang serat, seseorang dengan obesitas, perokok, dan yang kurang aktivitas fisik.

"Faktor genetik memang berperan besar. Kalau kasus yang terjadi di anak muda, lebih cenderung ke lifestyle. Kalau zaman dulu tidak ada," jelas Dr. Eko.

Sementara itu, pengobatannya bisa ditempuh dengan beberapa cara, seperti pembedahan, kemoterapi atau radioterapi. Yang penting untuk diketahui adalah tidak semua penyakit kanker harus melakukan kemoterapi, tergantung dari stadium yang diderita.

"Tidak semua kanker harus kemoterapi. Kemoterapi diperlukan bila kanker stadium 2 dengan kondisi khusus atau high risk, stadium 3 dan stadium 4," kata Dr. Eko. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:38 WIB
Elshinta.com - Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatra Utara melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus ...
Rabu, 20 Maret 2019 - 09:04 WIB
Elshinta.com - Ilmuwan nutrisi Dr Matthew Blaylock, PhD membantah mitos yang menyebutkan b...
Senin, 18 Maret 2019 - 12:53 WIB
E lshinta.com -Spesialis tulang belakang dari klinik QI Spine di India, Dr. Shikha Jain mengung...
Kamis, 14 Maret 2019 - 17:21 WIB
Elshinta.com -Anda yang gemar tidur larut malam sebaiknya segera mengubah kebiasaan itu kalau t...
Kamis, 14 Maret 2019 - 17:02 WIB
Elshinta.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggandeng Indonesia Corrup...
Kamis, 14 Maret 2019 - 14:48 WIB
Elshinta.com - Di antara sederet faktor risiko seseorang terkena penyakit ginjal, hipertensi adalah ...
Kamis, 14 Maret 2019 - 09:35 WIB
Elshinta.com -Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua mengajak sekaligus mengimbau kepada masya...
Rabu, 13 Maret 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek meminta Pemerintah Provinsi Nusa T...
Rabu, 13 Maret 2019 - 09:13 WIB
Elshinta.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan dapat ...
Selasa, 12 Maret 2019 - 18:09 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek mengatakan, Kementerian Kesehatan menunda...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)