Jumat, 14 Desember 2018 | 20:43 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Pembunuh pensiunan TNI di Langkat terungkap, pelakunya cucu korban

Jumat, 07 Desember 2018 - 19:26 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan didampingi Kasat Reskrim AKP Juriadi saat pemaparan pengungkapan kasus pembunuhan. Sumber foto: M Salim/Radio Elshinta
Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan didampingi Kasat Reskrim AKP Juriadi saat pemaparan pengungkapan kasus pembunuhan. Sumber foto: M Salim/Radio Elshinta

Elshinta.com - Unit Pidana Umum Satuan Reskrim Polres Langkat dan anggota Ditreskrimum Poldasu berhasil mengungkap kasus pembunuhan Pelda (Purn) TNI M. Amin Ismail (75), yang ditemukan tewas berlumuran darah dalam rumahnya di Jl Murai Komplek Pemda, Lingkungan 13 Beringin, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Jumat (30/11) lalu.

Tersangkanya yakni  YAP (30) yang juga merupakan cucu korban, warga Jl Perwira Linkungan VI, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, ditangkap petugas dari kediamannya, Jumat (7/12). Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan LS (40) warga Jalan Apel I Bandar Senembah, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, selaku penadah hand phone milik korban. Kini kedua tersangka mendekam di dalam sel tahanan Mapolres Langkat.

Kapolres Langkat, AKBP Doddy Hermawan didampingi Kasat Reskrim AKP Juriadi, kepada wartawan termasuk Kontributor Elshinta, M Salim memaparkan, penangkapan pelaku terungkap dari hasil penyelidikan bahwa barang milik korban yakni hand phone telah berpindah tangan pada tersangka LS selaku penadah. Selanjutnya petugas gabungan melakukan penangkapan terhadap LS dikediamannya. Dari tangan LS disita barang bukti hand phone milik korban, dan saat diintrogasi dia mengaku jika hand phone tersebut dibeli seharga Rp80 ribu dari YAP.

Kemudian berbekal informasi tersebut petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka YAP dikediamannya. Ketika diintrogasi pelaku mengakui dia yang telah membunuh korban yang juga kakeknya. Korban dibunuh pelaku dengan cara dipukul menggunakan palu milik korban sebanyak tiga kali dibagian kepala dan wajah korban. Setelah membunuh, tersangka mengambil barang milik korban yakni hand phone dan sepeda.

Pelaku juga mengakui jika palu yang digunakannya untuk membunuh korban telah dibuangnya disungai jembatan besi Kota Binjai,  sementara sepeda milik korban dijual tersangka kepada seseorang berinisial PN yang masih dalam pengejaran petugas.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Unit Pidana Umum Satuan Reskrim Polres Langkat dan anggota Ditreskrimum Poldasu berhasil mengungkap kasus pembunuhan Pelda (Purn) TNI M. Amin Ismail (75), yang ditemukan tewas berlumuran darah dalam rumahnya di Jl Murai Komplek Pemda, Lingkungan 13 Beringin, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Jumat (30/11) lalu.

Tersangkanya yakni  YAP (30) yang juga merupakan cucu korban, warga Jl Perwira Linkungan VI, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, ditangkap petugas dari kediamannya, Jumat (7/12). Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan LS (40) warga Jalan Apel I Bandar Senembah, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, selaku penadah hand phone milik korban. Kini kedua tersangka mendekam di dalam sel tahanan Mapolres Langkat.

Kapolres Langkat, AKBP Doddy Hermawan didampingi Kasat Reskrim AKP Juriadi, kepada wartawan termasuk Kontributor Elshinta, M Salim memaparkan, penangkapan pelaku terungkap dari hasil penyelidikan bahwa barang milik korban yakni hand phone telah berpindah tangan pada tersangka LS selaku penadah. Selanjutnya petugas gabungan melakukan penangkapan terhadap LS dikediamannya. Dari tangan LS disita barang bukti hand phone milik korban, dan saat diintrogasi dia mengaku jika hand phone tersebut dibeli seharga Rp80 ribu dari YAP.

Kemudian berbekal informasi tersebut petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka YAP dikediamannya. Ketika diintrogasi pelaku mengakui dia yang telah membunuh korban yang juga kakeknya. Korban dibunuh pelaku dengan cara dipukul menggunakan palu milik korban sebanyak tiga kali dibagian kepala dan wajah korban. Setelah membunuh, tersangka mengambil barang milik korban yakni hand phone dan sepeda.

Pelaku juga mengakui jika palu yang digunakannya untuk membunuh korban telah dibuangnya disungai jembatan besi Kota Binjai,  sementara sepeda milik korban dijual tersangka kepada seseorang berinisial PN yang masih dalam pengejaran petugas.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:35 WIB

Polda DIY tetapkan dua tersangka kasus pesta seks

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:24 WIB

Tawuran pelajar Jakpus tewaskan satu orang

Jumat, 14 Desember 2018 - 16:47 WIB

Polda Kalbar musnahkan 1,3 kilogram sabu-sabu

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com