Senin, 17 Desember 2018 | 22:52 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Aliansi Jurnalis NKRI tuntut Prabowo Subianto minta maaf

Jumat, 07 Desember 2018 - 17:36 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Koordinasi Aliansi Jurnalis NKRI, Rivai Lamahoda. Sumber Foto: https://bit.ly/2QHIsLi
Koordinasi Aliansi Jurnalis NKRI, Rivai Lamahoda. Sumber Foto: https://bit.ly/2QHIsLi

Elshinta.com - Massa dari Aliansi Jurnalis NKRI melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Pers di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (7/12).

Reporter Elshinta, Kusman Yuliadi melaporkan, dalam aksinya mereka mendesak agar Prabawo Subianto, calon presiden nomor urut 02, segera mencabut ucapannya yang dinilai menghina dan menuduh jurnalis sebagai antek orang yang menghancurkan NKRI. Pernyataan tersebut menurut Koordinasi Aliansi Jurnalis NKRI, Rivai Lamahoda, menghina profesi jurnalis serta menebar ujaran kebencian.

Ia menyebutkan, ada dua tuntutan dalam aksi ini, yakni mendesak Prabowo segera mencabut pernyataan yang menghina dan merendahkan profesi jurnalis sebagai antek penghancur NKRI, dan yang kedua jika tidak ada permohonan maaf maka pihaknya mengajak menyerukan kepada seluruh jurnalis memboikot pemberitaan Prabowo. 

Seperti diketahui, pada Rabu (5/12), disampaikan oleh Prabowo Subianto bahwa pemberitaan di media sebagian besar mempublikasikan berita bohong dan Prabowo menyebut antek-antek orang yang ingin menghancurkan NKRI. Prabowo mengajak publik tidak usah lagi menghormati jurnalis yang bekerja mewartakan berita. Hal itu disampaikan Prabowo di Hotel Grand Sahid, Jakarta.

Pernyataan ini terkait dengan kekesalan Prabowo didasari oleh minimnya publikasi acara Reuni 212 yang dihadiri oleh dirinya, dan Prabowo menuding sikap media tidak memberitakan acara Reuni 212 tidak objektif. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Massa dari Aliansi Jurnalis NKRI melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Pers di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (7/12).

Reporter Elshinta, Kusman Yuliadi melaporkan, dalam aksinya mereka mendesak agar Prabawo Subianto, calon presiden nomor urut 02, segera mencabut ucapannya yang dinilai menghina dan menuduh jurnalis sebagai antek orang yang menghancurkan NKRI. Pernyataan tersebut menurut Koordinasi Aliansi Jurnalis NKRI, Rivai Lamahoda, menghina profesi jurnalis serta menebar ujaran kebencian.

Ia menyebutkan, ada dua tuntutan dalam aksi ini, yakni mendesak Prabowo segera mencabut pernyataan yang menghina dan merendahkan profesi jurnalis sebagai antek penghancur NKRI, dan yang kedua jika tidak ada permohonan maaf maka pihaknya mengajak menyerukan kepada seluruh jurnalis memboikot pemberitaan Prabowo. 

Seperti diketahui, pada Rabu (5/12), disampaikan oleh Prabowo Subianto bahwa pemberitaan di media sebagian besar mempublikasikan berita bohong dan Prabowo menyebut antek-antek orang yang ingin menghancurkan NKRI. Prabowo mengajak publik tidak usah lagi menghormati jurnalis yang bekerja mewartakan berita. Hal itu disampaikan Prabowo di Hotel Grand Sahid, Jakarta.

Pernyataan ini terkait dengan kekesalan Prabowo didasari oleh minimnya publikasi acara Reuni 212 yang dihadiri oleh dirinya, dan Prabowo menuding sikap media tidak memberitakan acara Reuni 212 tidak objektif. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Nesuan Mas iki
Yang geram pada wartawan / media bukan cuma Paslon no 2 bos, sebagian besar umat islam juga sudah muak dengan media2 mainstream (kecuali ulama pelat merah & ormas islam pendukung pemerintah).
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com