Aliansi Jurnalis NKRI tuntut Prabowo Subianto minta maaf
Jumat, 07 Desember 2018 - 17:36 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Koordinasi Aliansi Jurnalis NKRI, Rivai Lamahoda. Sumber Foto: https://bit.ly/2QHIsLi

Elshinta.com - Massa dari Aliansi Jurnalis NKRI melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Pers di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (7/12).

Reporter Elshinta, Kusman Yuliadi melaporkan, dalam aksinya mereka mendesak agar Prabawo Subianto, calon presiden nomor urut 02, segera mencabut ucapannya yang dinilai menghina dan menuduh jurnalis sebagai antek orang yang menghancurkan NKRI. Pernyataan tersebut menurut Koordinasi Aliansi Jurnalis NKRI, Rivai Lamahoda, menghina profesi jurnalis serta menebar ujaran kebencian.

Ia menyebutkan, ada dua tuntutan dalam aksi ini, yakni mendesak Prabowo segera mencabut pernyataan yang menghina dan merendahkan profesi jurnalis sebagai antek penghancur NKRI, dan yang kedua jika tidak ada permohonan maaf maka pihaknya mengajak menyerukan kepada seluruh jurnalis memboikot pemberitaan Prabowo. 

Seperti diketahui, pada Rabu (5/12), disampaikan oleh Prabowo Subianto bahwa pemberitaan di media sebagian besar mempublikasikan berita bohong dan Prabowo menyebut antek-antek orang yang ingin menghancurkan NKRI. Prabowo mengajak publik tidak usah lagi menghormati jurnalis yang bekerja mewartakan berita. Hal itu disampaikan Prabowo di Hotel Grand Sahid, Jakarta.

Pernyataan ini terkait dengan kekesalan Prabowo didasari oleh minimnya publikasi acara Reuni 212 yang dihadiri oleh dirinya, dan Prabowo menuding sikap media tidak memberitakan acara Reuni 212 tidak objektif. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Yang geram pada wartawan / media bukan cuma Paslon no 2 bos, sebagian besar umat islam juga sudah muak dengan media2 mainstream (kecuali ulama pelat merah & ormas islam pendukung pemerintah).

Nesuan Mas iki

Baca Juga
 
Rabu, 27 Maret 2019 - 06:53 WIB
Elshinta.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tarif angkutan massal Moda R...
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:52 WIB
Elshinta.com -Event akbar Gebyar Madrasah Hebat Bermartabat Tahun 2019 yang dilaksanakan pada S...
Selasa, 26 Maret 2019 - 20:36 WIB
Elshinta.com -Hadirnya MRT (Moda Raya Terpadu) Jakarta seolah kian membangkitkan budaya jalan k...
Selasa, 26 Maret 2019 - 16:17 WIB
Elshinta.com -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggeledah kantor pusat PT Krakatau Ste...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:51 WIB
Elshinta.com -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan hakim Pengadilan Negeri Semarang Lasit...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:33 WIB
Elshinta.com -International Film Festival for Women, Social Issues & Zero Discrimination (I...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:42 WIB
Elshinta.com -Guru bangsa yang juga pendiri Maarif Institute Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif m...
Selasa, 26 Maret 2019 - 07:53 WIB
Elshinta.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengatakan tengah menguji publik a...
Senin, 25 Maret 2019 - 21:35 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI belum sepakat dengan tarif angkutan massal Mod...
Senin, 25 Maret 2019 - 15:56 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua DPR  Fahri Hamzah  mengatakan,  BUMN sebagai pengelol...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)