Minggu, 16 Desember 2018 | 00:28 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Megapolitan

Anies heran atas beredarnya nama Erwin Aksa dalam bursa Wagub DKI

Jumat, 07 Desember 2018 - 21:27 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sumber foto: https://bit.ly/2E8nQVR
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sumber foto: https://bit.ly/2E8nQVR

Elshinta.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku kaget dan heran atas beredarnya kabar yang menyebutkan bahwa pengusaha Erwin Aksa diusulkan untuk menjadi kandidat wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.

"Saya juga kaget mendengar gosip itu. Menurut saya, gosip ini beredar karena rendahnya kemampuan berpikir kritis untuk bisa percaya gosip ini. Begitu muncul beritanya, saya heran, siapa ini yang iseng muter nama ini," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Jumat (7/12).

Anies juga menilai kabar tersebut tak masuk akal, sebab Erwin Aksa bukan berasal dari kedua partai pengusungnya bersama Sandiaga Uno saat pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu, yakni PKS dan Gerindra.

Ditambah lagi, PKS dan Gerindra telah sepakat akan menyerahkan kursi nomer dua DKI tersebut pada PKS, asalkan para kandidat yang diusulkan harus mengikuti mekanisme seleksi uji kelayakan dan kepatutan atau "fit and proper test" oleh kedua partai tersebut.

"Mungkinkah nama barunya dari Partai Golkar? Gimana gitu? Wong PKS sama Gerindra aja itu belum sepakat di antara mereka, tau-tau muncul nama ketiga, ya PKS pasti enggak mau terima, Gerinda juga pasti gak mau terima. Karena namanya adalah ini dari DPP Golkar gitu. Karena itu saya bilang jika memiliki kemampuan berpikir kritis pasti langsung berpikir hal ini tak masuk akal," ucap Anies, dikutip Antara.

Sebelumnya, sempat ramai diberitakan bahwa ada nama baru yang dianggap cocok mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yakni pengusaha Erwin Aksa.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku kaget dan heran atas beredarnya kabar yang menyebutkan bahwa pengusaha Erwin Aksa diusulkan untuk menjadi kandidat wakil gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.

"Saya juga kaget mendengar gosip itu. Menurut saya, gosip ini beredar karena rendahnya kemampuan berpikir kritis untuk bisa percaya gosip ini. Begitu muncul beritanya, saya heran, siapa ini yang iseng muter nama ini," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Jumat (7/12).

Anies juga menilai kabar tersebut tak masuk akal, sebab Erwin Aksa bukan berasal dari kedua partai pengusungnya bersama Sandiaga Uno saat pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu, yakni PKS dan Gerindra.

Ditambah lagi, PKS dan Gerindra telah sepakat akan menyerahkan kursi nomer dua DKI tersebut pada PKS, asalkan para kandidat yang diusulkan harus mengikuti mekanisme seleksi uji kelayakan dan kepatutan atau "fit and proper test" oleh kedua partai tersebut.

"Mungkinkah nama barunya dari Partai Golkar? Gimana gitu? Wong PKS sama Gerindra aja itu belum sepakat di antara mereka, tau-tau muncul nama ketiga, ya PKS pasti enggak mau terima, Gerinda juga pasti gak mau terima. Karena namanya adalah ini dari DPP Golkar gitu. Karena itu saya bilang jika memiliki kemampuan berpikir kritis pasti langsung berpikir hal ini tak masuk akal," ucap Anies, dikutip Antara.

Sebelumnya, sempat ramai diberitakan bahwa ada nama baru yang dianggap cocok mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yakni pengusaha Erwin Aksa.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com