Antisipasi pungli, bantuan kesejahteraan guru non ASN di Kudus melalui rekening 
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:55 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Sutini/Radio Elshinta

Elshinta.com - Sebanyak 12 ribu guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) yang di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) maupun Dinas Pendidikan pemuda dan olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mendapatkan bantuan tunjangan kesejahteraan dari Pemerintah Kabupaten Kudus. Dimana pencairan bantuan tersebut setiap bulannya akan langsung masuk ke rekening masing-masing guru. 

Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan rakyat Setda Kudus Ali Rifai mengatakan, guru non ASN itu terdiri dari guru wiyata bakti berjumlah 3.185. Guru madrasah berjumlah 1.1081. Guru Tidak Tetap (GTT) berjumlah 937 orang. Guru TPQ berjumlah 3.489. Guru madrasah diniyah (Madin) berjumlah 2.501 orang. Dan guru non muslim atau sekolah minggu berjumlah 87 orang.

"Tunjangan ini akan cair awal tahun 2019 ke rekening masing- masing, dengan tujuan tidak ada potongan apapun atau pungli," ungkapnya disela-sela sosialisasi terhadap guru penerima bantuan diruang Setda Kudus, Jumat (7/12), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.

Ali menjelaskan total keseluruhan anggaran sebesar Rp144 miliar. Setiap guru perbulan akan mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta. "usulan guru yang mendapat bantuan diserahkan ke sekolah atau lembaga masin-masing. Pihaknya hanya memberikan persyaratan diantaranya tidak ASN, tidak sertifikasi, tidak dobel anggaran, dan aktif mengajar," paparnya. 

Adanya tunjangan kesejahteraan, menurut Ali diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kudus. Sebab selama ini diakui masih ada guru tidak mendapatkan gaji yang layak, sehingga tidak fokus mengajar. "Reward ini diharapkan memacu semangat para guru dalam mengajar serta dapat meningkatkan kualitas guru itu sendiri," katanya.

Terkait evaluasi terhadap para penerima bantuan akan dilakukan dalam jangka waktu enam bulan. "Jika kinerjanya baik, bantuan akan dilanjutkan tetapi sebaliknya jika tidak sesuai aturan akan dihentikan. Dananya dikembalikan ke kas negara," tegas Ali.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 24 April 2019 - 13:25 WIB
Elshinta.com - Yayasan Dharma Karya menampilkan  konten-konten tradisional dalam bentuk se...
Selasa, 23 April 2019 - 19:12 WIB
Elshinta.com - Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 23...
Selasa, 23 April 2019 - 18:46 WIB
Elshinta.com - Dewan Pendidikan Kota Kediri melakukan pemantauan pelaksanaan ujian bagi si...
Selasa, 23 April 2019 - 15:47 WIB
Elshinta.com - Secara bertahap, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon akan membantu sekol...
Selasa, 23 April 2019 - 09:11 WIB
Elshinta.com - Hari kedua Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dengan mata pelajaran M...
Senin, 22 April 2019 - 20:39 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 14.404 peserta Ujian Nasional (UN) dari 49 SMP dan 65 Madrasah Tsa...
Senin, 22 April 2019 - 19:36 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan s...
Senin, 22 April 2019 - 16:16 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 200 siswa SMPN 1 Kota Bengkulu yang mengikuti Ujian Nasional Berba...
Senin, 22 April 2019 - 15:55 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan U...
Senin, 22 April 2019 - 15:46 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta sisw...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)