Jumat, 14 Desember 2018 | 20:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Olahraga / Aktual Olahraga

Inasgoc menghemat Rp2,8 triliun

Jumat, 07 Desember 2018 - 21:12 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ketua Komite Penyelenggaraan Asian Games (Inasgoc) Erick Thohir. Sumber Foto: https://bit.ly/2BWxNUZ
Ketua Komite Penyelenggaraan Asian Games (Inasgoc) Erick Thohir. Sumber Foto: https://bit.ly/2BWxNUZ

Elshinta.com - Ketua Komite Penyelenggaraan Asian Games (Inasgoc) Erick Thohir mengatakan anggaran pelaksanaan Asian Games 2018 telah menghemat Rp2,8 triliun dari perencanaan anggaran awal sebesar Rp8,7 triliun.

"Kalau saya lihat dari anggaran saja kan kita hampir menghemat Rp2,8 triliun. Berarti kalau dulu rencana Rp8,4 triliun, sekarang Rp5,6 triliun (pemakaian anggaran AG), berarti kan hampir Rp2,8 triliun efisiensinya," kata Erick Thohir usai melaporkan evaluasi pelaksanaan Asian Games kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Jumat (7/12).

Erick menjelaskan anggaran untuk pelaksanaan Asian Games awalnya direncanakan sebesar Rp8,7 triliun; namun kemudian mendapat sponsor sebesar Rp300 miliar sehingga didapat angka rencana anggaran sebesar Rp7,2 triliun.

"Total anggaran awal itu kan Rp8,7 triliun awalnya, dengan sponsor Rp300 miliar, (jadi) Rp8,4 triliun tanpa pajak. Hari ini Rp7,2 T termasuk pajak Rp800 (Miliar) berarti kan Rp6,4 (triliun), ditambah pemasukan sponsor Rp800 (miliar) berarti kan Rp5,6 (triliun)," kata Erick.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin tersebut mengatakan efisiensi anggaran tersebut tidak berbanding lurus dengan keberhasilan pelaksanaan dan prestasi atlet Indonesia. "Meskipun anggaran mengalami efisiensi, upacara pembukaan, penutupan dan pelaksanaan pertandingan Asian Games tetap bisa dikatakan berhasil," kata Erick.

"Hasilnya luar biasa, memang tidak bisa apple to apple karena ada pemasukan juga kan tadi, ada Rp800 (miliar). Kalau kita bicara keuangan negara ya seperti itu efisiennya. Dan ya sukses juga prestasinya kemarin," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla pada upacara penutupan Asian Games pada September lalu mengatakan untuk pertama kalinya Indonesia mencetak sejarah dengan prestasi tertinggi dan berada di urutan empat besar sejak pelaksanaan Asian Games pertama di India 1951.

"Ini adalah capaian prestasi tertinggi Indonesia dalam sejarah keikutsertaannya di Asian Games, dari peringkat 17 pada Asian Games ke-17 dengan empat medali emas di Incheon, Korea Selatan; naik ke peringkat empat dengan 31 medali emas di Jakarta kali ini," kata JK.

Kontingen Indonesia berhasil mencapai target di Asian Games 2018, dengan berada di urutan ke-empat setelah China, Jepang dan Korea Selatan. Atlet nasional Indonesia berhasil meraih total 98 medali dengan rincian 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Ketua Komite Penyelenggaraan Asian Games (Inasgoc) Erick Thohir mengatakan anggaran pelaksanaan Asian Games 2018 telah menghemat Rp2,8 triliun dari perencanaan anggaran awal sebesar Rp8,7 triliun.

"Kalau saya lihat dari anggaran saja kan kita hampir menghemat Rp2,8 triliun. Berarti kalau dulu rencana Rp8,4 triliun, sekarang Rp5,6 triliun (pemakaian anggaran AG), berarti kan hampir Rp2,8 triliun efisiensinya," kata Erick Thohir usai melaporkan evaluasi pelaksanaan Asian Games kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Jumat (7/12).

Erick menjelaskan anggaran untuk pelaksanaan Asian Games awalnya direncanakan sebesar Rp8,7 triliun; namun kemudian mendapat sponsor sebesar Rp300 miliar sehingga didapat angka rencana anggaran sebesar Rp7,2 triliun.

"Total anggaran awal itu kan Rp8,7 triliun awalnya, dengan sponsor Rp300 miliar, (jadi) Rp8,4 triliun tanpa pajak. Hari ini Rp7,2 T termasuk pajak Rp800 (Miliar) berarti kan Rp6,4 (triliun), ditambah pemasukan sponsor Rp800 (miliar) berarti kan Rp5,6 (triliun)," kata Erick.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin tersebut mengatakan efisiensi anggaran tersebut tidak berbanding lurus dengan keberhasilan pelaksanaan dan prestasi atlet Indonesia. "Meskipun anggaran mengalami efisiensi, upacara pembukaan, penutupan dan pelaksanaan pertandingan Asian Games tetap bisa dikatakan berhasil," kata Erick.

"Hasilnya luar biasa, memang tidak bisa apple to apple karena ada pemasukan juga kan tadi, ada Rp800 (miliar). Kalau kita bicara keuangan negara ya seperti itu efisiennya. Dan ya sukses juga prestasinya kemarin," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla pada upacara penutupan Asian Games pada September lalu mengatakan untuk pertama kalinya Indonesia mencetak sejarah dengan prestasi tertinggi dan berada di urutan empat besar sejak pelaksanaan Asian Games pertama di India 1951.

"Ini adalah capaian prestasi tertinggi Indonesia dalam sejarah keikutsertaannya di Asian Games, dari peringkat 17 pada Asian Games ke-17 dengan empat medali emas di Incheon, Korea Selatan; naik ke peringkat empat dengan 31 medali emas di Jakarta kali ini," kata JK.

Kontingen Indonesia berhasil mencapai target di Asian Games 2018, dengan berada di urutan ke-empat setelah China, Jepang dan Korea Selatan. Atlet nasional Indonesia berhasil meraih total 98 medali dengan rincian 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Rabu, 12 Desember 2018 - 18:57 WIB

Greysia/Apriyani telan kekalahan pertama grup A

Minggu, 09 Desember 2018 - 16:49 WIB

Cari bibit atlet berbakat, Lumajang perlu perhatian

Jumat, 07 Desember 2018 - 21:12 WIB

Inasgoc menghemat Rp2,8 triliun

Selasa, 04 Desember 2018 - 08:29 WIB

Bulls pecat pelatih kepala Fred Hoiberg

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com