Jumat, 14 Desember 2018 | 20:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Erick Thohir: Kita mesti servis wartawan

Jumat, 07 Desember 2018 - 21:48 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Dokumen-Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma`ruf Amin, Erick Thohir. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Dokumen-Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma`ruf Amin, Erick Thohir. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, mengatakan pihaknya harus memberikan pelayanan baik bagi pekerja media agar mendapatkan informasi untuk diberitakan kepada masyarakat.

"Saya nggak marah sama wartawan-wartawan. Loh, saya ngak marah ke wartawan, ya kan? Kita mesti servis wartawan, servis buat tentu untuk menyampaikan informasi yang baik," kata Erick Thohir di Kantor Wapres Jakarta, Jumat (7/12).

Erick mengklaim sebagai pemilik media massa arus utama dirinya harus mengapresiasi kinerja para wartawan yang telah bekerja untuk kepentingan masyarakat luas.

Sebagai pemilik Mahaka Group, perusahaan di bidang media massa salah satunya Harian Republika, Erick mengatakan dirinya dapat bersikap independen meskipun saat ini sedang berpihak di salah satu kubu politik tertentu.

"Saya, sebagai orang media, sangat apresiasi dengan wartawan yang kerjanya 24 jam. Dan saya pemilik media, sangat independen; ketika orang menggosip apa-apa, Republika tetap independen, baik, tidak ada tekanan dari saya, padahal warna saya jelas," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Terkait pernyataan capres Prabowo Subianto yang enggan berbicara dengan media massa tertentu karena keberpihakan media tersebut, Erick tidak ingin berkomentar lebih lanjut. Namun, menurutnya, media merupakan agen perubahan yang harus diapresiasi.

"Saya tidak komentar (tentang pernyataan Prabowo). Tapi saya bilang, saya nggak marah-marah, apalagi saya sebagai orang media. Media ini merupakan 'agent of change', (agen) perubahan yang harus diapresiasi," ujarnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, mengatakan pihaknya harus memberikan pelayanan baik bagi pekerja media agar mendapatkan informasi untuk diberitakan kepada masyarakat.

"Saya nggak marah sama wartawan-wartawan. Loh, saya ngak marah ke wartawan, ya kan? Kita mesti servis wartawan, servis buat tentu untuk menyampaikan informasi yang baik," kata Erick Thohir di Kantor Wapres Jakarta, Jumat (7/12).

Erick mengklaim sebagai pemilik media massa arus utama dirinya harus mengapresiasi kinerja para wartawan yang telah bekerja untuk kepentingan masyarakat luas.

Sebagai pemilik Mahaka Group, perusahaan di bidang media massa salah satunya Harian Republika, Erick mengatakan dirinya dapat bersikap independen meskipun saat ini sedang berpihak di salah satu kubu politik tertentu.

"Saya, sebagai orang media, sangat apresiasi dengan wartawan yang kerjanya 24 jam. Dan saya pemilik media, sangat independen; ketika orang menggosip apa-apa, Republika tetap independen, baik, tidak ada tekanan dari saya, padahal warna saya jelas," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Terkait pernyataan capres Prabowo Subianto yang enggan berbicara dengan media massa tertentu karena keberpihakan media tersebut, Erick tidak ingin berkomentar lebih lanjut. Namun, menurutnya, media merupakan agen perubahan yang harus diapresiasi.

"Saya tidak komentar (tentang pernyataan Prabowo). Tapi saya bilang, saya nggak marah-marah, apalagi saya sebagai orang media. Media ini merupakan 'agent of change', (agen) perubahan yang harus diapresiasi," ujarnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com