Senin, 17 Desember 2018 | 22:55 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Industri asuransi jiwa tetap tumbuh

Jumat, 07 Desember 2018 - 16:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ketua Bersama AAJI Wiroyo Karsono, didampingi Kadept Hub International AAJI Nelly Husnayati dan Kadept Komunikasi AAJI Nini Sumohandoyo. Sumber foto: https://bit.ly/2QgjzY3
Ketua Bersama AAJI Wiroyo Karsono, didampingi Kadept Hub International AAJI Nelly Husnayati dan Kadept Komunikasi AAJI Nini Sumohandoyo. Sumber foto: https://bit.ly/2QgjzY3

Elshinta.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat bahwa industri asuransi jiwa Indonesia, memiliki prospek pertumbuhan yang tetap meningkat di tahun 2018. Hal ini diperoleh setelah menghimpun 58 data yang dirangkum dari perusahaan‐perusahaan asuransi jiwa anggota, dari 59 perusahaan anggota.

Secara keseluruhan walaupun total pendapatan industri asuransi jiwa mencatat perlambatan sebesar 15,5 persen, namun pertumbuhan premi dan total klaim dan manfaat yang dibayarkan meningkat masing‐masing 1,2 persen dan 6,7 persen. Hal ini memberikan gambaran kinerja industri asuransi jiwa yang tetap tumbuh sampai dengan kuartal III 2018.

Ketua Bersama AAJI Wiroyo Karsono mengatakan, industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 mencatatkan total pendapatan (income), pertumbuhan industri senilai Rp149,87 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp177,42 triliun atau mengalami perlambatan 15,5 persen.

Total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesar 94,0 persen. Total pendapatan premi bertumbuh 1,2 persen pada Kuartal tiga 2018 menjadi Rp140,94 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp139,27 triliun, didorong oleh bertumbuhnya total premi bisnis baru, yang meningkat sebesar 6,4 persen menjadi Rp89,58 triliun dan berkontribusi sebesar 63,6 persen terhadap total premi.

“Ini lebih besar dibandingkan kontribusi Total Premi Lanjutan yang nilainya mengalami penurunan 6,8 persen menjadi Rp51,36 triliun, dan berkontribusi sebesar 36,4 persen,” katanya, Jumat (7/12), seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Sementara itu, Kepala Departemen Hubungan Internasional AAJI Nelly Husnayati mengatakan, industri asuransi jiwa terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para nasabah dalam membayarkan klaim, baik klaim murni saat risiko terjadi, maupun penarikan dana sebagian, penebusan polis, anuitas, dan manfaat lainnya.

Pada kuartal ketiga 2018, total klaim dan manfaat meningkat 6,7 persen menjadi Rp88,82 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp83,26 triliun. Klaim nilai tebus (Surrender), meningkat sebesar 0,7 persen dibandingkan tahun 2017 menjadi Rp47,66 triliun.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat bahwa industri asuransi jiwa Indonesia, memiliki prospek pertumbuhan yang tetap meningkat di tahun 2018. Hal ini diperoleh setelah menghimpun 58 data yang dirangkum dari perusahaan‐perusahaan asuransi jiwa anggota, dari 59 perusahaan anggota.

Secara keseluruhan walaupun total pendapatan industri asuransi jiwa mencatat perlambatan sebesar 15,5 persen, namun pertumbuhan premi dan total klaim dan manfaat yang dibayarkan meningkat masing‐masing 1,2 persen dan 6,7 persen. Hal ini memberikan gambaran kinerja industri asuransi jiwa yang tetap tumbuh sampai dengan kuartal III 2018.

Ketua Bersama AAJI Wiroyo Karsono mengatakan, industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 mencatatkan total pendapatan (income), pertumbuhan industri senilai Rp149,87 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp177,42 triliun atau mengalami perlambatan 15,5 persen.

Total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesar 94,0 persen. Total pendapatan premi bertumbuh 1,2 persen pada Kuartal tiga 2018 menjadi Rp140,94 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp139,27 triliun, didorong oleh bertumbuhnya total premi bisnis baru, yang meningkat sebesar 6,4 persen menjadi Rp89,58 triliun dan berkontribusi sebesar 63,6 persen terhadap total premi.

“Ini lebih besar dibandingkan kontribusi Total Premi Lanjutan yang nilainya mengalami penurunan 6,8 persen menjadi Rp51,36 triliun, dan berkontribusi sebesar 36,4 persen,” katanya, Jumat (7/12), seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Elshinta.com.

Sementara itu, Kepala Departemen Hubungan Internasional AAJI Nelly Husnayati mengatakan, industri asuransi jiwa terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para nasabah dalam membayarkan klaim, baik klaim murni saat risiko terjadi, maupun penarikan dana sebagian, penebusan polis, anuitas, dan manfaat lainnya.

Pada kuartal ketiga 2018, total klaim dan manfaat meningkat 6,7 persen menjadi Rp88,82 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp83,26 triliun. Klaim nilai tebus (Surrender), meningkat sebesar 0,7 persen dibandingkan tahun 2017 menjadi Rp47,66 triliun.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com