Minggu, 16 Desember 2018 | 00:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Pemkot Depok terbitkan Perwal perkuat koperasi

Jumat, 07 Desember 2018 - 21:03 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Istimewa. Foto: Hendrik Raseukiy/Radio Elshinta
Istimewa. Foto: Hendrik Raseukiy/Radio Elshinta

Elshinta.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, mengeluarkan Peraturan Wali Kota Nomor 42 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Koperasi di Bidang Perdagangan untuk memperkuat peran koperasi di masyarakat, Jumat (7/12).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro (DUKM) Kota Depok Muhammad Fitriawan kepada Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy.

Dikatakan Fitriawan, Pemkot Depok bertekat kembalikan koperasi berdaya di Kota Depok. Apalagi, saat ini banyak toko-toko tradisional yang tutup akibat kalah bersaing dengan toko modern serta apalagi saat ini menjamurnya toko-toko online yang dioperasikan oleh pemodal kuat dan kemampuan teknologi informatika kuat.

“Koperasi dikenal sebagai soko guru ekonomi rakyat yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya dan juga masyarakat. Ini momentum untuk bangkitnya koperasi," kata M. Fitriawan.

Menurut dia, koperasi sangat dekat dengan karakter bangsa Indonesia yaitu gotong-royong. Untuk itu, koperasi sebagai salah satu lembaga dalam menyelesaikan masalah perekonomian rakyat, juga harus memiliki integritas, sehingga koperasi di Kota Depok dapat semakin berkembang. “Perlu keterlibatan pemerintah daerah untuk memberikan ruang gerak kepada koperasi mengembangkan usahanya agar bisa maju demi mensejahterakan anggota dan masyarakat,” urainya.

Realisasinya, baru-baru ini bersama Koperasi Korpri Kota Depok, Pemkot Depok meluncurkan d'Co Mart (Depok Cooperative Mart) di Balai Kota Depok. 

Sebut Fitriawan, saat ini terdapat lima koperasi yang tergabung dalam jaringan usaha koperasi d`Co Mart yaitu, Koperasi Teratai Mandiri, KSU Bina Usaha Sejahtera, KUD Soliamita, Koperasi Pegawai Departemen Agama, dan Koperasi KORPRI Depok Bersahabat. d`Co Mart ini diproyeksikan ikut mempromosikan produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Depok.

“Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta koperasi dikelola secara profesional untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi. Koperasinya harus profit oriented dan manajemen keuangan dalam transaksi perdagangan,” tandasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, mengeluarkan Peraturan Wali Kota Nomor 42 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Koperasi di Bidang Perdagangan untuk memperkuat peran koperasi di masyarakat, Jumat (7/12).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro (DUKM) Kota Depok Muhammad Fitriawan kepada Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy.

Dikatakan Fitriawan, Pemkot Depok bertekat kembalikan koperasi berdaya di Kota Depok. Apalagi, saat ini banyak toko-toko tradisional yang tutup akibat kalah bersaing dengan toko modern serta apalagi saat ini menjamurnya toko-toko online yang dioperasikan oleh pemodal kuat dan kemampuan teknologi informatika kuat.

“Koperasi dikenal sebagai soko guru ekonomi rakyat yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya dan juga masyarakat. Ini momentum untuk bangkitnya koperasi," kata M. Fitriawan.

Menurut dia, koperasi sangat dekat dengan karakter bangsa Indonesia yaitu gotong-royong. Untuk itu, koperasi sebagai salah satu lembaga dalam menyelesaikan masalah perekonomian rakyat, juga harus memiliki integritas, sehingga koperasi di Kota Depok dapat semakin berkembang. “Perlu keterlibatan pemerintah daerah untuk memberikan ruang gerak kepada koperasi mengembangkan usahanya agar bisa maju demi mensejahterakan anggota dan masyarakat,” urainya.

Realisasinya, baru-baru ini bersama Koperasi Korpri Kota Depok, Pemkot Depok meluncurkan d'Co Mart (Depok Cooperative Mart) di Balai Kota Depok. 

Sebut Fitriawan, saat ini terdapat lima koperasi yang tergabung dalam jaringan usaha koperasi d`Co Mart yaitu, Koperasi Teratai Mandiri, KSU Bina Usaha Sejahtera, KUD Soliamita, Koperasi Pegawai Departemen Agama, dan Koperasi KORPRI Depok Bersahabat. d`Co Mart ini diproyeksikan ikut mempromosikan produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Depok.

“Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta koperasi dikelola secara profesional untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi. Koperasinya harus profit oriented dan manajemen keuangan dalam transaksi perdagangan,” tandasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com