Jumat, 14 Desember 2018 | 16:03 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Gaya Hidup / Travel

Menpar targetkan lima juta wisman dari wisata halal 2019

Sabtu, 08 Desember 2018 - 06:27 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Menteri Pariwisata Arief Yahya. Sumber foto: https://bit.ly/2E8QUwM
Menteri Pariwisata Arief Yahya. Sumber foto: https://bit.ly/2E8QUwM

Elshinta.com - Menteri Pariwisata (Menpar) menargetkan mampu menjaring lima juta wisman atau sekitar 25 persen dari keseluruhan target 20 juta dari segmen wisata halal pada 2019.

“Tahun depan kita mentargetkan lima juta wisatawan halal tourism dunia atau tumbuh 42 persen dari tahun ini sekitar 3,5 juta. Target kunjungan wisman halal tourism itu mencapai 25 persen dari target 20 juta kunjungan wisman,“ kata Menpar Arief Yahya dalam acara peluncuran Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata, Jumat (7/12).

Pada kesempatan itu, ia mencanangkan dua target wisata halal pada 2019 yakni mencapai pertumbuhan tinggi (sustainable growth) dan berada di ranking pertama sebagai destinasi pariwisata paling ramah terhadap wisatawan muslim dunia versi Global Muslim Travel Index (GMTI). 

Menpar Arief Yahya menjelaskan, pertumbuhan tinggi pariwisata halal Indonesia sangat diperlukan untuk menyakinkan pelaku bisnis terhadap bisnis halal tourism di Tanah Air  yang memiliki 3S menarik; size marketnya lebar, sustainable growth-nya tinggi, dan spread labanya besar.  

“Selama ini kita selalu kalah dengan pesaing dari negara tetangga kita baik dari size dan growth-nya,” lanjut dia, dihimpun Antara

Menpar Arief Yahya mengatakan, Indonesia menargetkan menjadi destinasi wisata halal terbaik dunia 2019. "Kita tahun depan ingin menjadi ranking pertama sebagai destinasi pariwisata paling ramah terhadap wisatawan muslim dunia versi GMTI. Saat ini kita di peringkat ke-2 bersama-sama dengan Uni Emirat Arab, sedangkan sebagai peringkat pertama adalah Malaysia,” pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Menteri Pariwisata (Menpar) menargetkan mampu menjaring lima juta wisman atau sekitar 25 persen dari keseluruhan target 20 juta dari segmen wisata halal pada 2019.

“Tahun depan kita mentargetkan lima juta wisatawan halal tourism dunia atau tumbuh 42 persen dari tahun ini sekitar 3,5 juta. Target kunjungan wisman halal tourism itu mencapai 25 persen dari target 20 juta kunjungan wisman,“ kata Menpar Arief Yahya dalam acara peluncuran Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata, Jumat (7/12).

Pada kesempatan itu, ia mencanangkan dua target wisata halal pada 2019 yakni mencapai pertumbuhan tinggi (sustainable growth) dan berada di ranking pertama sebagai destinasi pariwisata paling ramah terhadap wisatawan muslim dunia versi Global Muslim Travel Index (GMTI). 

Menpar Arief Yahya menjelaskan, pertumbuhan tinggi pariwisata halal Indonesia sangat diperlukan untuk menyakinkan pelaku bisnis terhadap bisnis halal tourism di Tanah Air  yang memiliki 3S menarik; size marketnya lebar, sustainable growth-nya tinggi, dan spread labanya besar.  

“Selama ini kita selalu kalah dengan pesaing dari negara tetangga kita baik dari size dan growth-nya,” lanjut dia, dihimpun Antara

Menpar Arief Yahya mengatakan, Indonesia menargetkan menjadi destinasi wisata halal terbaik dunia 2019. "Kita tahun depan ingin menjadi ranking pertama sebagai destinasi pariwisata paling ramah terhadap wisatawan muslim dunia versi GMTI. Saat ini kita di peringkat ke-2 bersama-sama dengan Uni Emirat Arab, sedangkan sebagai peringkat pertama adalah Malaysia,” pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 13 Desember 2018 - 14:31 WIB

Gejala khas pneumonia, batuk disertai sesak napas

Rabu, 12 Desember 2018 - 11:38 WIB

Daftar diskon dan promo ponsel Harbolnas 2018

Rabu, 12 Desember 2018 - 09:39 WIB

Benarkah telur bisa naikkan kolesterol?

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com