Senin, 17 Desember 2018 | 22:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Peneliti sebut ada persoalan mendasar belum terselesaikan soal Papua

Sabtu, 08 Desember 2018 - 07:37 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2L3rt0V
Sumber foto: https://bit.ly/2L3rt0V

Elshinta.com - Mantan Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth, mengatakan bahwa kasus pembunuhan di Nduga Papua berawal dari persoalan mendasar yang tidak diatasi oleh pemerintah.

"Ada persoalan yang sangat mendasar yang merupakan dampak kekerasan berulang dan pelanggaran HAM yang tidak segera diselesaikan oleh Pemerintah," ujar Adriana dalam diskusi di kantor Amnesty International di Jakarta, Jumat (8/12).

Berbagai kekerasan dan pelanggaran HAM yang sebelumnya terjadi di Papua, dikatakan Adriana telah menimbulkan banyak korban dan trauma masyarakat. "Belum ada program khusus untuk menangani korban yang alami trauma akibat konflik," kata Adriana.

Adriana lalu membandingkan bagaimana tanggapnya Pemerintah Indonesia menangani trauma korban bencana alam, namun kurang memperhatikan trauma yang dialami korban konflik.

Lebih lanjut Adriana mengatakan bahwa pelanggaran HAM dan trauma yang dialami korban konflik merupakan akar permasalahan dari berbagai kasus di Papua, salah satunya kasus pembunuhan di Nduga.

"Kasus di Nduga menjadi konfirmasi bahwa kekerasan masih terjadi, memang tidak semua kasus kekerasan merupakan pelanggaran HAM, tapi bisa mengarah ke sana," ungkapnya, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Mantan Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth, mengatakan bahwa kasus pembunuhan di Nduga Papua berawal dari persoalan mendasar yang tidak diatasi oleh pemerintah.

"Ada persoalan yang sangat mendasar yang merupakan dampak kekerasan berulang dan pelanggaran HAM yang tidak segera diselesaikan oleh Pemerintah," ujar Adriana dalam diskusi di kantor Amnesty International di Jakarta, Jumat (8/12).

Berbagai kekerasan dan pelanggaran HAM yang sebelumnya terjadi di Papua, dikatakan Adriana telah menimbulkan banyak korban dan trauma masyarakat. "Belum ada program khusus untuk menangani korban yang alami trauma akibat konflik," kata Adriana.

Adriana lalu membandingkan bagaimana tanggapnya Pemerintah Indonesia menangani trauma korban bencana alam, namun kurang memperhatikan trauma yang dialami korban konflik.

Lebih lanjut Adriana mengatakan bahwa pelanggaran HAM dan trauma yang dialami korban konflik merupakan akar permasalahan dari berbagai kasus di Papua, salah satunya kasus pembunuhan di Nduga.

"Kasus di Nduga menjadi konfirmasi bahwa kekerasan masih terjadi, memang tidak semua kasus kekerasan merupakan pelanggaran HAM, tapi bisa mengarah ke sana," ungkapnya, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com