Senin, 17 Desember 2018 | 04:15 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Empat warga tertimbun longsor di Pacitan

Sabtu, 08 Desember 2018 - 10:39 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Wakil Bupati Pacitan, Sumbogo berada di lokasi longsor bersama warga di Dusun Gayam, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Sabtu (08/12). Sumber foto: https://bit.ly/2RHsAG8
Wakil Bupati Pacitan, Sumbogo berada di lokasi longsor bersama warga di Dusun Gayam, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Sabtu (08/12). Sumber foto: https://bit.ly/2RHsAG8

Elshinta.com - Empat warga yang masih satu keluarga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dilaporkan masih hilang tertimbun material longsor yang menimpa pemukiman di kampung mereka pada Jumat (7/12) malam, sekitar pukul 21.30 WIB.

Informasi dari sumber warga maupun Dandim 0801/Pacitan Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, Sabtu (08/12) pagi, menyebutkan upaya evakuasi sempat dilakukan, namun kondisi tanah dan material longsor yang amsih labil memaksa warga dan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri warga dan relawan untuk menghentikan pencarian sementara.

Keempat warga satu keluarga yang dilaporkan hilang adalah Mesgiman dan istrinya yang bernama Sogirah, Inem serta Bogiyem (mertua Mesgiman).

Mereka diketahui berada di dalam rumah saat tebing di belakang rumah mereka tiba-tiba ambrol dan mengubur sebagian besar bangunan tempatnya tinggal.

"Tim gabungan penanggulangan bencana bersama relawan pagi tadi sudah tiba di lokasi dan mencoba memanggil para korban dari luar (rumah) namun tidak ada jawaban. Tim juga sudah mencoba masuk, tapi karena tanah masih labil dan terus bergerak, upaya evakuasi sementara dihentikan," kata Aristoteles, dikutip Antara.

Ia menyatakan, langkah mitigasi yang dilakukan oleh tim penanggulangan bencana harus tetap memperhatikan keselamatan regu penyelamat.

Selain longsor yang terjadi di Desa Sidomulyo, tepatnya di RT 002 RW 002, Dusun Jambu, banjir juga sempat melanda beberapa titik di wilayah Kebonagung dan menutup akses jalan lintas selatan (JLS) f di wilayah Kebonagung.

Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Pacitan juga menyebabkan bangunan rumah penduduk, fasilitas umum seperti puskesmas di Kebonagung ikut terendam banjir.

Beruntung para pasien puskesmas secepatnya dievakuasi dengan menggunakan ambulans menuju RSUD dr Darsono Pacitan.

Ratusan warga juga telah mengungsi mencari tempat aman demi mengantisipasi kejadian banjir besar sebagaimana terakhir terjadi pada akhir November 2017.

Diperkirakan pada pukul 16.20 WIB air mulai masuk ke pemukiman warga di Desa Purwoasri, Desa Kayen, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung.

Luapan air bah yang memicu banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Kebonagung itu disebut warga berasal dari Sungai Jelok yang membelah wilayah tersebut.

Salah satu sisi tanggul sungai dilaporkan jebol akibat besarnya debit air yang datang, sehingga akhirnya meluber ke pemukiman warga.

Bupati Pacitan Indartato memastikan pihaknya, melalui dinas terkait akan melakukan pembenahan tanggul jebol di Sungai Jelok.

Kondisi hingga Sabtu pagi ini, banjir di kawasan Kebonagung dikabarkan sudah mulai surut.

Di kawasan Purwoasri, Kebonagung, banjir sudah surut dan menyisakan kondisi jalan yang tertutup lumpur sepanjang 300 meter yang cukup licin dan membahayakan pengendara. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Empat warga yang masih satu keluarga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dilaporkan masih hilang tertimbun material longsor yang menimpa pemukiman di kampung mereka pada Jumat (7/12) malam, sekitar pukul 21.30 WIB.

Informasi dari sumber warga maupun Dandim 0801/Pacitan Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, Sabtu (08/12) pagi, menyebutkan upaya evakuasi sempat dilakukan, namun kondisi tanah dan material longsor yang amsih labil memaksa warga dan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri warga dan relawan untuk menghentikan pencarian sementara.

Keempat warga satu keluarga yang dilaporkan hilang adalah Mesgiman dan istrinya yang bernama Sogirah, Inem serta Bogiyem (mertua Mesgiman).

Mereka diketahui berada di dalam rumah saat tebing di belakang rumah mereka tiba-tiba ambrol dan mengubur sebagian besar bangunan tempatnya tinggal.

"Tim gabungan penanggulangan bencana bersama relawan pagi tadi sudah tiba di lokasi dan mencoba memanggil para korban dari luar (rumah) namun tidak ada jawaban. Tim juga sudah mencoba masuk, tapi karena tanah masih labil dan terus bergerak, upaya evakuasi sementara dihentikan," kata Aristoteles, dikutip Antara.

Ia menyatakan, langkah mitigasi yang dilakukan oleh tim penanggulangan bencana harus tetap memperhatikan keselamatan regu penyelamat.

Selain longsor yang terjadi di Desa Sidomulyo, tepatnya di RT 002 RW 002, Dusun Jambu, banjir juga sempat melanda beberapa titik di wilayah Kebonagung dan menutup akses jalan lintas selatan (JLS) f di wilayah Kebonagung.

Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Pacitan juga menyebabkan bangunan rumah penduduk, fasilitas umum seperti puskesmas di Kebonagung ikut terendam banjir.

Beruntung para pasien puskesmas secepatnya dievakuasi dengan menggunakan ambulans menuju RSUD dr Darsono Pacitan.

Ratusan warga juga telah mengungsi mencari tempat aman demi mengantisipasi kejadian banjir besar sebagaimana terakhir terjadi pada akhir November 2017.

Diperkirakan pada pukul 16.20 WIB air mulai masuk ke pemukiman warga di Desa Purwoasri, Desa Kayen, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung.

Luapan air bah yang memicu banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Kebonagung itu disebut warga berasal dari Sungai Jelok yang membelah wilayah tersebut.

Salah satu sisi tanggul sungai dilaporkan jebol akibat besarnya debit air yang datang, sehingga akhirnya meluber ke pemukiman warga.

Bupati Pacitan Indartato memastikan pihaknya, melalui dinas terkait akan melakukan pembenahan tanggul jebol di Sungai Jelok.

Kondisi hingga Sabtu pagi ini, banjir di kawasan Kebonagung dikabarkan sudah mulai surut.

Di kawasan Purwoasri, Kebonagung, banjir sudah surut dan menyisakan kondisi jalan yang tertutup lumpur sepanjang 300 meter yang cukup licin dan membahayakan pengendara. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:52 WIB

BMKG: Gempa di Papua akibat deformasi batuan

Minggu, 16 Desember 2018 - 18:10 WIB

Gempa M 6,1 guncang Keerom, Papua

Minggu, 16 Desember 2018 - 15:51 WIB

Empat wisatawan hilang terseret gelombang di Kebumen

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com