Jumat, 14 Desember 2018 | 16:03 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Pria berkebutuhan khusus ditemukan tewas di Semak

Sabtu, 08 Desember 2018 - 11:15 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Pria berkebutuhan khusus ditemukan tewas membusuk di semak-semak. Sumber foto: https://bit.ly/2QmZmQj
Pria berkebutuhan khusus ditemukan tewas membusuk di semak-semak. Sumber foto: https://bit.ly/2QmZmQj

Elshinta.com - Warga Jalan RTA Milono Komplek perumahan Bama Raya Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah mendadak heboh setelah menemukan sesosok mayat pria yang tergeletak di genangan air di semak-semak dengan kondisi tanpa menggunakan pakaian.

Jasad laki-laki tersebut diketahui bernama Santo Herman Karim (28) warga Komplek Perumahan Bama Raya yang menghilang sejak hari Kamis (6/12) dan ditemukan pada Jumat (7/12) malam di kawasan perumahan tersebut, kata Kapolsek Pahandut AKP Sony Rizky Anugrah melalui Kanit Reskrim Ipda Rahis Fadillah di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (08/12).

"Saat dilakukan visum di bagian luar jasad Santo Karim di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan belum diketahui meninggalnya disebabkan karena apa, yang jelas posisi korban berada di dalam air di semak-semak," tambah dia, dikutip Antara.

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan ibu almarhum, pihak keluarga sudah melakukan upaya pencarian terhadap anaknya itu di sekitar komplek serta ke beberapa tempat. Tidak hanya itu usaha menyebarkan wajah dan identitas anaknya juga dilakukan melalui media sosial pribadinya, tetapi juga tidak ditemukan.

Alangkah terkejutnya ketika ditemukan warga, anak kesayangannya yang berkebutuhan khusus tersebut sudah tidak bernyawa lagi.

"Kalau menurut pemeriksaan dokter forensik dr. Doris Sylvanus Palangka Raya jasadnya sudah meninggal kurang lebih tiga hari, karena sudah mengeluarkan aroma bau tak sedap dan kulitnya sudah terkelupas," katanya.

Rahis mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan serta menyelidiki kasus tersebut, guna mengetahui apa penyebab kematian pria berkebutuhan khusus itu.

Sementara itu orang tua almarhum yang bernama Budi (48) mengakui bahwa anaknya itu masih berstatus menjadi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di salah satu Kota Palangka Raya dan sudah tak diketahui kabarnya dari Jumat (06/12) hingga akhirnya ditemukan sudah meninggal dunia.

Isak tangis keluarga pecah saat melihat kondisi almarhum. Kasus penemuan mayat tersebut, kini sudah ditangani petugas kepolisian setempat guna ditindak lanjuti.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 14 Desember 2018 - 15:45 WIB

Hindari kanker dengan menghindari barang ini di ruangan Anda

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:27 WIB

Perbaikan Polsek Ciracas ditargetkan selesai pekan ini

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 15:19 WIB

Kemhan gelar Bela Negara Run 2018

Kriminalitas | 14 Desember 2018 - 15:09 WIB

Bareskrim tangkap enam tersangka pembawa 22 kg sabu asal Malaysia

Elshinta.com - Warga Jalan RTA Milono Komplek perumahan Bama Raya Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah mendadak heboh setelah menemukan sesosok mayat pria yang tergeletak di genangan air di semak-semak dengan kondisi tanpa menggunakan pakaian.

Jasad laki-laki tersebut diketahui bernama Santo Herman Karim (28) warga Komplek Perumahan Bama Raya yang menghilang sejak hari Kamis (6/12) dan ditemukan pada Jumat (7/12) malam di kawasan perumahan tersebut, kata Kapolsek Pahandut AKP Sony Rizky Anugrah melalui Kanit Reskrim Ipda Rahis Fadillah di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (08/12).

"Saat dilakukan visum di bagian luar jasad Santo Karim di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan belum diketahui meninggalnya disebabkan karena apa, yang jelas posisi korban berada di dalam air di semak-semak," tambah dia, dikutip Antara.

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan ibu almarhum, pihak keluarga sudah melakukan upaya pencarian terhadap anaknya itu di sekitar komplek serta ke beberapa tempat. Tidak hanya itu usaha menyebarkan wajah dan identitas anaknya juga dilakukan melalui media sosial pribadinya, tetapi juga tidak ditemukan.

Alangkah terkejutnya ketika ditemukan warga, anak kesayangannya yang berkebutuhan khusus tersebut sudah tidak bernyawa lagi.

"Kalau menurut pemeriksaan dokter forensik dr. Doris Sylvanus Palangka Raya jasadnya sudah meninggal kurang lebih tiga hari, karena sudah mengeluarkan aroma bau tak sedap dan kulitnya sudah terkelupas," katanya.

Rahis mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan serta menyelidiki kasus tersebut, guna mengetahui apa penyebab kematian pria berkebutuhan khusus itu.

Sementara itu orang tua almarhum yang bernama Budi (48) mengakui bahwa anaknya itu masih berstatus menjadi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di salah satu Kota Palangka Raya dan sudah tak diketahui kabarnya dari Jumat (06/12) hingga akhirnya ditemukan sudah meninggal dunia.

Isak tangis keluarga pecah saat melihat kondisi almarhum. Kasus penemuan mayat tersebut, kini sudah ditangani petugas kepolisian setempat guna ditindak lanjuti.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com