Kejari Bangka tahan dua tersangka proyek Pipa
Sabtu, 08 Desember 2018 - 13:10 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Penahanan tersangka Pipa Merawang. Sumber foto: https://bit.ly/2UnelIe

Elshinta.com - Kejaksaan Negeri Sungailiat Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi pipa jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Merawang. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sungailiat R Jefry Huwea di Sungailiat, Sabtu (08/12) mengatakan, penahanan dua tersangka atas nama Abdurroni dan Mulyanto dilakukan Kamis (6/12) sekitar pukul 16.00 WIB setelah sebelumnya menahan dua orang tersangka Riffani dan Yuda Suara alias Aloi.

"Penahanan para tersangka dugaan kasus tipikor proyek pipa tahun 2016 itu setelah sebelumnya dilakukan penyelidikan dan penyidikan secara intensif oleh pihak penyidik Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung," jelasnya, dikutip Antara.

Sementara Kepala Seksi Intel Kejari Bangka Andre mengatakan, dalam kasus tipikor ini penuntutan atau jaksanya dari Kejari Bangka sedangkan penyidik yang melakukan penyelidikan dan penyidikan dari Kejati Bangka Belitung.

"Penahanan para tersangka bersamaan dengan pelimpahan dokumen berkas perkara yang sudah lengkap," katanya.

Penetapkan sebagai tersangka dan melakukan penahanan dilakukan setelah pihak penyidik memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait perkara proyek rehab pipa PDAM yang dikerjakan PT Rian Makmur Jaya dengan pagu anggaran sebesar Rp4,7 miliar.

Hasil pemeriksaan diketahui bahwa proyek tersebut terjadi pengalihan pekerjaan yang semulanya untuk rehab pipa namun dialihkan ke kegiatan pembangunan intek sebesar Rp1,2 miliar.

Tersangka dijerat Pasal 2 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP, subsider Pasal 3 UU Tipikor jo Pasal 55 KUHP. Akibat perbuatan para tersangka diduga negara mengalami kerugian sebesar Rp2,9 miliar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 23 Februari 2019 - 12:39 WIB
Elshinta.com - Animo masyarakat Jawa Timur menjadi pekerja migran di Arab Saudi sebelum mo...
Sabtu, 23 Februari 2019 - 12:16 WIB
Elshinta.com - Kementerian Keuangan memastikan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Ap...
Sabtu, 23 Februari 2019 - 10:49 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, bersama pih...
Sabtu, 23 Februari 2019 - 10:02 WIB
Elshinta.com - Pengurus dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bertemu puluhan tokoh...
Sabtu, 23 Februari 2019 - 09:15 WIB
Elshinta.com - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan bah...
Sabtu, 23 Februari 2019 - 09:12 WIB
Elshinta.com - Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sampang, Jawa Timur yang...
Jumat, 22 Februari 2019 - 20:48 WIB
Elshinta.com - Calon wakil presiden Sandiaga Uno beserta istri dan ibundanya, Ibu Mien Uno...
Jumat, 22 Februari 2019 - 20:24 WIB
Elshinta.com - Ahmad Khoiri Fuadi bayi dari Dewi Murtosiyah (22) warga Desa Lambangan, Kec...
Jumat, 22 Februari 2019 - 19:39 WIB
Elshinta.com - Dewan Pers meminta Kepolisian memproses pelaku tindakan kekerasan terhadap ...
Jumat, 22 Februari 2019 - 19:09 WIB
Elshinta.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cirebon menyesalkan masih terjadinya tin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)