Jumat, 14 Desember 2018 | 20:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Kejari Bangka tahan dua tersangka proyek Pipa

Sabtu, 08 Desember 2018 - 13:10 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Penahanan tersangka Pipa Merawang. Sumber foto: https://bit.ly/2UnelIe
Penahanan tersangka Pipa Merawang. Sumber foto: https://bit.ly/2UnelIe

Elshinta.com - Kejaksaan Negeri Sungailiat Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi pipa jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Merawang. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sungailiat R Jefry Huwea di Sungailiat, Sabtu (08/12) mengatakan, penahanan dua tersangka atas nama Abdurroni dan Mulyanto dilakukan Kamis (6/12) sekitar pukul 16.00 WIB setelah sebelumnya menahan dua orang tersangka Riffani dan Yuda Suara alias Aloi.

"Penahanan para tersangka dugaan kasus tipikor proyek pipa tahun 2016 itu setelah sebelumnya dilakukan penyelidikan dan penyidikan secara intensif oleh pihak penyidik Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung," jelasnya, dikutip Antara.

Sementara Kepala Seksi Intel Kejari Bangka Andre mengatakan, dalam kasus tipikor ini penuntutan atau jaksanya dari Kejari Bangka sedangkan penyidik yang melakukan penyelidikan dan penyidikan dari Kejati Bangka Belitung.

"Penahanan para tersangka bersamaan dengan pelimpahan dokumen berkas perkara yang sudah lengkap," katanya.

Penetapkan sebagai tersangka dan melakukan penahanan dilakukan setelah pihak penyidik memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait perkara proyek rehab pipa PDAM yang dikerjakan PT Rian Makmur Jaya dengan pagu anggaran sebesar Rp4,7 miliar.

Hasil pemeriksaan diketahui bahwa proyek tersebut terjadi pengalihan pekerjaan yang semulanya untuk rehab pipa namun dialihkan ke kegiatan pembangunan intek sebesar Rp1,2 miliar.

Tersangka dijerat Pasal 2 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP, subsider Pasal 3 UU Tipikor jo Pasal 55 KUHP. Akibat perbuatan para tersangka diduga negara mengalami kerugian sebesar Rp2,9 miliar.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Kejaksaan Negeri Sungailiat Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi pipa jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Merawang. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sungailiat R Jefry Huwea di Sungailiat, Sabtu (08/12) mengatakan, penahanan dua tersangka atas nama Abdurroni dan Mulyanto dilakukan Kamis (6/12) sekitar pukul 16.00 WIB setelah sebelumnya menahan dua orang tersangka Riffani dan Yuda Suara alias Aloi.

"Penahanan para tersangka dugaan kasus tipikor proyek pipa tahun 2016 itu setelah sebelumnya dilakukan penyelidikan dan penyidikan secara intensif oleh pihak penyidik Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung," jelasnya, dikutip Antara.

Sementara Kepala Seksi Intel Kejari Bangka Andre mengatakan, dalam kasus tipikor ini penuntutan atau jaksanya dari Kejari Bangka sedangkan penyidik yang melakukan penyelidikan dan penyidikan dari Kejati Bangka Belitung.

"Penahanan para tersangka bersamaan dengan pelimpahan dokumen berkas perkara yang sudah lengkap," katanya.

Penetapkan sebagai tersangka dan melakukan penahanan dilakukan setelah pihak penyidik memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait perkara proyek rehab pipa PDAM yang dikerjakan PT Rian Makmur Jaya dengan pagu anggaran sebesar Rp4,7 miliar.

Hasil pemeriksaan diketahui bahwa proyek tersebut terjadi pengalihan pekerjaan yang semulanya untuk rehab pipa namun dialihkan ke kegiatan pembangunan intek sebesar Rp1,2 miliar.

Tersangka dijerat Pasal 2 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP, subsider Pasal 3 UU Tipikor jo Pasal 55 KUHP. Akibat perbuatan para tersangka diduga negara mengalami kerugian sebesar Rp2,9 miliar.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Jumat, 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com