Jumat, 14 Desember 2018 | 20:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Bencana Alam

Gempa M 4,3 guncang Papua-Manokwari

Sabtu, 08 Desember 2018 - 12:25 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2u2Ypzj
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2u2Ypzj

Elshinta.com - Wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Sabtu (8/12) diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 4,3, namun tidak berpotensi tsunami.

Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Manokwari Denny Putiray, menjelaskan gempa tektonik pada pukul 09:51:47 WIT. Episenter terletak pada koordinat 1.14 Lintang Selatan - 134.13 Bujur Timur.

"Tepatnya di laut pada jarak 31 Km arah Tenggara Kabupaten Manokwari dengan kedalaman 10 Km. Tidak berpotensi tsunami, mohon masyarakat tetap tenang," kata Denny.

Menurutnya, dampak gempa berupa guncangan yang dirasakan di Kabupaten Manokwari dalam skala intensitas III MMI dan di Ransiki sebesar II MMI.

Ditinjau dari episenter dan kedalaman hiposenternya, kata Denny, gempa ini tergolong gempa dangkal akibat aktivitas sesar pada region lajur sesar Sorong. Hasil monitoring BMKG hingga pukul 10:20 WIT, belum terjadi aktivitas gempa susulan.

Lebih lanjut, Denny menjelaskan, belum lama ini juga terjadi gempa yang berpusat di 59 kilometer timur laut Sorong. Gempa berkekuatan Magnitudo 2,6 dengan kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami, seperti dikutip dari Antara.

Pada hari yang sama gempa juga terjadi di Teluk Bintuni dengan kekuatan Magnitudo 3,3. Gempa dengan kedalaman 10 km tersebut terjadi di jarak 39 km sebelah barat daya Teluk Bintuni.

Sehari sebelumnya, ujar Denny, gempa terjadi di Teluk Wondama dengan kekuatan Magnitudo 3,1. Pusat gempar berada pada jarak 45 km sebelah barat daya Teluk Wondama dengan kedalaman 10 km.

Denny menjelaskan, gempa ringan dengan intensitas cukup berdampak baik terhadap pergerakan lempeng bumi. "Di Papua Barat ini hampir semua sesar aktif, dengan sering bergerak ini mudah-mudahan bagus. Dari pada ketika sudah saatnya bergerak tapi tidak bergerak mungkin karena terganjal oleh bebatuan diperut bumi. Itu justru berbahaya, saat itu dia menyimpan energi dan ketika bergerak bisa menimbulkan guncangan lebih besar," katanya.

Ia mengungkapkan, sejak Januari 2018 hingga saat ini sudah sekitar 100 gempa ringan terjadi di Papua Barat. Pusat gempa sebagian besar berada di wilayah laut. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Sabtu (8/12) diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 4,3, namun tidak berpotensi tsunami.

Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Manokwari Denny Putiray, menjelaskan gempa tektonik pada pukul 09:51:47 WIT. Episenter terletak pada koordinat 1.14 Lintang Selatan - 134.13 Bujur Timur.

"Tepatnya di laut pada jarak 31 Km arah Tenggara Kabupaten Manokwari dengan kedalaman 10 Km. Tidak berpotensi tsunami, mohon masyarakat tetap tenang," kata Denny.

Menurutnya, dampak gempa berupa guncangan yang dirasakan di Kabupaten Manokwari dalam skala intensitas III MMI dan di Ransiki sebesar II MMI.

Ditinjau dari episenter dan kedalaman hiposenternya, kata Denny, gempa ini tergolong gempa dangkal akibat aktivitas sesar pada region lajur sesar Sorong. Hasil monitoring BMKG hingga pukul 10:20 WIT, belum terjadi aktivitas gempa susulan.

Lebih lanjut, Denny menjelaskan, belum lama ini juga terjadi gempa yang berpusat di 59 kilometer timur laut Sorong. Gempa berkekuatan Magnitudo 2,6 dengan kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami, seperti dikutip dari Antara.

Pada hari yang sama gempa juga terjadi di Teluk Bintuni dengan kekuatan Magnitudo 3,3. Gempa dengan kedalaman 10 km tersebut terjadi di jarak 39 km sebelah barat daya Teluk Bintuni.

Sehari sebelumnya, ujar Denny, gempa terjadi di Teluk Wondama dengan kekuatan Magnitudo 3,1. Pusat gempar berada pada jarak 45 km sebelah barat daya Teluk Wondama dengan kedalaman 10 km.

Denny menjelaskan, gempa ringan dengan intensitas cukup berdampak baik terhadap pergerakan lempeng bumi. "Di Papua Barat ini hampir semua sesar aktif, dengan sering bergerak ini mudah-mudahan bagus. Dari pada ketika sudah saatnya bergerak tapi tidak bergerak mungkin karena terganjal oleh bebatuan diperut bumi. Itu justru berbahaya, saat itu dia menyimpan energi dan ketika bergerak bisa menimbulkan guncangan lebih besar," katanya.

Ia mengungkapkan, sejak Januari 2018 hingga saat ini sudah sekitar 100 gempa ringan terjadi di Papua Barat. Pusat gempa sebagian besar berada di wilayah laut. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:35 WIB

Polda DIY tetapkan dua tersangka kasus pesta seks

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:24 WIB

Tawuran pelajar Jakpus tewaskan satu orang

Jumat, 14 Desember 2018 - 16:47 WIB

Polda Kalbar musnahkan 1,3 kilogram sabu-sabu

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com