Minggu, 16 Desember 2018 | 00:26 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

Sungai Banjir Kanal Timur kembali meluap

Sabtu, 08 Desember 2018 - 17:53 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Banjir Kanal Timur meluap hingga ke badan jalan. Sumber foto: https://bit.ly/2zNOjoI
Banjir Kanal Timur meluap hingga ke badan jalan. Sumber foto: https://bit.ly/2zNOjoI

Elshinta.com - Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (08/12), meluap lagi hingga menggenangi permukiman yang ada di sekitar kawasan tersebut.

Luapan sungai tersebut sampai menjebolkan celah tanggul sungai yang belum selesai dibangun seiring proyek normalisasi sungai yang dikerjakan Kementerian PUPR.

Berdasarkan informasi, luapan air terlihat sekitar pukul 07.00 WIB yang langsung menggenangi permukiman warga yang ada di sekitarnya, seperti Sawah Besar dan Kaligawe.

Seperti diungkapkan Budi Hartono, warga Karangkimpul RT 2/RW 1, Kelurahan Kaligawe, Semarang, banjir dari luapan Sungai BKT langsung menerjang permukiman warga.

"Padahal tidak hujan, tetapi tahu-tahu airnya (Sungai BKT, red.) luber. Lewat pukul 07.00 WIB tadi tanggulnya jebol. Langsung masuk ke jalan dan rumah warga," katanya, dikutip Antara.

Bahkan, banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya karena air datang tiba-tiba dan cukup deras meski sekarang ini sudah berangsur surut menyisakan lumpur.

"Ketinggiannya banjir tadi sekitar 70 centimeter sampai 1 meteran. Mungkin ini air kiriman dari wilayah atas karena di wilayah sini tidak hujan," katanya.

Ia mengatakan, banjir datang lewat celah-celah tanggul yang jadi jalan masuk kendaraan proyek normalisasi Sungai BKT, diperparah dengan tumpukan sampah di Jembatan Kaligawe.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Iswar Aminuddin menyebutkan dua alat berat dan empat dump truk dikerahkan untuk menanggulangi dan membersihkan tumpuhan sampah.

Dari tumpukan sampah itu, kata dia, ternyata kebanyakan berupa limbah pasar dan rumah tangga, seperti sayur mayur, papan, dan sebagainya yang memenuhi aliran sungai.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (08/12), meluap lagi hingga menggenangi permukiman yang ada di sekitar kawasan tersebut.

Luapan sungai tersebut sampai menjebolkan celah tanggul sungai yang belum selesai dibangun seiring proyek normalisasi sungai yang dikerjakan Kementerian PUPR.

Berdasarkan informasi, luapan air terlihat sekitar pukul 07.00 WIB yang langsung menggenangi permukiman warga yang ada di sekitarnya, seperti Sawah Besar dan Kaligawe.

Seperti diungkapkan Budi Hartono, warga Karangkimpul RT 2/RW 1, Kelurahan Kaligawe, Semarang, banjir dari luapan Sungai BKT langsung menerjang permukiman warga.

"Padahal tidak hujan, tetapi tahu-tahu airnya (Sungai BKT, red.) luber. Lewat pukul 07.00 WIB tadi tanggulnya jebol. Langsung masuk ke jalan dan rumah warga," katanya, dikutip Antara.

Bahkan, banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan barang-barangnya karena air datang tiba-tiba dan cukup deras meski sekarang ini sudah berangsur surut menyisakan lumpur.

"Ketinggiannya banjir tadi sekitar 70 centimeter sampai 1 meteran. Mungkin ini air kiriman dari wilayah atas karena di wilayah sini tidak hujan," katanya.

Ia mengatakan, banjir datang lewat celah-celah tanggul yang jadi jalan masuk kendaraan proyek normalisasi Sungai BKT, diperparah dengan tumpukan sampah di Jembatan Kaligawe.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Iswar Aminuddin menyebutkan dua alat berat dan empat dump truk dikerahkan untuk menanggulangi dan membersihkan tumpuhan sampah.

Dari tumpukan sampah itu, kata dia, ternyata kebanyakan berupa limbah pasar dan rumah tangga, seperti sayur mayur, papan, dan sebagainya yang memenuhi aliran sungai.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com