Jumat, 14 Desember 2018 | 20:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Musibah

BPBD: Luapan sungai BKT `Kiriman` dari Ungaran

Sabtu, 08 Desember 2018 - 18:30 WIB    |    Penulis : Rizky Sandra    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2SB1H6C
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2SB1H6C

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang memastikan luapan Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) merupakan `kiriman` dari Ungaran, Kabupaten Semarang.

"Daerah Aliran Sungai (DAS) BKT kan terhubung dari daerah atas di Ungaran, Kabupaten Semarang, terutama di bagian selatan," kata Kepala BPBD Kota Semarang Agus Harmunanto di Semarang, Sabtu (08/12).

Hal tersebut diungkapkannya di sela penanganan banjir akibat luapan Sungai BKT yang kembali terjadi pada Sabtu pagi yang menyebabkan banyak permukiman di sekitar sungai tergenang.

Agus menjelaskan, debit air di Sungai BKT sangat ditentukan dari kondisi DAS yang berhulu dari Ungaran yang bermuara ke laut, apalagi jika di wilayah atas terjadi hujan deras.

"Jadi, tadi malam (8/12 dini hari) sekitar pukul 01.30-03.30 WIB di daerah Ungaran hujan deras. Aliran DAS baru sampai di sini tadi pagi sehingga Sungai BKT meluber," katanya, dikutip Antara.

Ia mengatakan, terlebih lagi aliran air tersebut terhambat tumpukan sampah yang menyangkut di Jembatan Kaligawe sehingga membuat air melimpas ke permukiman warga di samping kanan sungai.

"Ada yang bilang tanggulnya jebol. Bukan tanggul jebol. Jadi, airnya itu lewat sela-sela tanggul yang jadi jalan keluar masuk alat berat. Kan tanggulnya belum selesai dibangun," katanya.

Kebetulan, Sungai BKT Semarang sedang dilakukan proyek normalisasi sungai yang ditangani oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Jika tanggul sudah terbangun menyeluruh di sepanjang aliran Sungai BKT, ia yakin luapan sungai tidak akan melimpas lagi ke rumah-rumah warga seperti yang beberapa kali terjadi.

Berkaitan dengan antisipasi kembali melubernya Sungai BKT, Agus mengatakan seluruh jajarannya sudah bersiaga dan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti BBWS Pemali-Juana dan Dinas Pekerjaan Umum.

Beberapa jalur keluar masuk alat berat sudah ditanggul sementara, lanjut dia, alat-alat berat dan pompa air sudah disiapkan untuk menanggulangi luapan sungai, termasuk dapur umum.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:36 WIB

BPJS Kesehatan-Tangsel targetkan UHC 95 persen penduduk

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:25 WIB

Bebani anggaran daerah, mobil dinas Pemkab Kudus dilelang

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 20:18 WIB

FPRB amati titik gempa di Lumajang

Megapolitan | 14 Desember 2018 - 20:07 WIB

Pemprov DKI segera umumkan tarif MRT dan LRT

Aktual Dalam Negeri | 14 Desember 2018 - 19:55 WIB

Presiden Jokowi: Pembangunan jalan tol jangan hanya dilihat tolnya semata

Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang memastikan luapan Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) merupakan `kiriman` dari Ungaran, Kabupaten Semarang.

"Daerah Aliran Sungai (DAS) BKT kan terhubung dari daerah atas di Ungaran, Kabupaten Semarang, terutama di bagian selatan," kata Kepala BPBD Kota Semarang Agus Harmunanto di Semarang, Sabtu (08/12).

Hal tersebut diungkapkannya di sela penanganan banjir akibat luapan Sungai BKT yang kembali terjadi pada Sabtu pagi yang menyebabkan banyak permukiman di sekitar sungai tergenang.

Agus menjelaskan, debit air di Sungai BKT sangat ditentukan dari kondisi DAS yang berhulu dari Ungaran yang bermuara ke laut, apalagi jika di wilayah atas terjadi hujan deras.

"Jadi, tadi malam (8/12 dini hari) sekitar pukul 01.30-03.30 WIB di daerah Ungaran hujan deras. Aliran DAS baru sampai di sini tadi pagi sehingga Sungai BKT meluber," katanya, dikutip Antara.

Ia mengatakan, terlebih lagi aliran air tersebut terhambat tumpukan sampah yang menyangkut di Jembatan Kaligawe sehingga membuat air melimpas ke permukiman warga di samping kanan sungai.

"Ada yang bilang tanggulnya jebol. Bukan tanggul jebol. Jadi, airnya itu lewat sela-sela tanggul yang jadi jalan keluar masuk alat berat. Kan tanggulnya belum selesai dibangun," katanya.

Kebetulan, Sungai BKT Semarang sedang dilakukan proyek normalisasi sungai yang ditangani oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Jika tanggul sudah terbangun menyeluruh di sepanjang aliran Sungai BKT, ia yakin luapan sungai tidak akan melimpas lagi ke rumah-rumah warga seperti yang beberapa kali terjadi.

Berkaitan dengan antisipasi kembali melubernya Sungai BKT, Agus mengatakan seluruh jajarannya sudah bersiaga dan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti BBWS Pemali-Juana dan Dinas Pekerjaan Umum.

Beberapa jalur keluar masuk alat berat sudah ditanggul sementara, lanjut dia, alat-alat berat dan pompa air sudah disiapkan untuk menanggulangi luapan sungai, termasuk dapur umum.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:35 WIB

Polda DIY tetapkan dua tersangka kasus pesta seks

Jumat, 14 Desember 2018 - 17:24 WIB

Tawuran pelajar Jakpus tewaskan satu orang

Jumat, 14 Desember 2018 - 16:47 WIB

Polda Kalbar musnahkan 1,3 kilogram sabu-sabu

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com