Minggu, 16 Desember 2018 | 00:24 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Produk organik Indonesia merambah Inggris

Sabtu, 08 Desember 2018 - 21:57 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2G5pDh7
Ilustrasi. Sumber Foto: https://bit.ly/2G5pDh7

Elshinta.com - Sebanyak sembilan perusahaan asal Indonesia yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman organik, merambah pasar Inggris dengan berbagai produk organik Indonesia mulai dari madu, singkong, kopi, beras hingga mie organik di Inggris.

Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris Dr. Rizal Sukma dalam sambutan di pameran bertajuk Indonesia Organic Food di London, Jumat (7/12), menyampaikan bahwa masyarakat di Inggris, sebagaimana banyak negara di dunia, memiliki tingkat kesadaran yang makin tinggi untuk beralih ke produk-produk pangan organik. "Perubahan pola hidup menjadikan Inggris sebagai pasar organik terbesar di dunia dengan nilai sekitar 2,3 miliar poundsterling," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, pertumbuhan pasar tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri makanan organik di Indonesia, sehingga peluang tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan Indonesia di Inggris, selain terus meningkatkan ekspor produk-produk komoditas Indonesia.

Kesembilan perusahaan yang mengikuti pameran itu adalah Javara, Imyco, Asosiasi Industri Organik Indonesia, Ladang Lima, Petrasa, Mozass Healthy Laboratory, CV Harapan Bersama, Cookwell dan PT Profil Mitra Abadi. 

Dalam pameran yang digelar di Marriott Hotel County Hall, London, itu, juga terdapat demo masak yang dihadiri sekitar 200 pengunjung, serta acara bincang-bincang yang menampilkan pembicara yaitu CEO Javara Helianti Hilman, ahli gizi Vita Dikaryanto, dan Chef Budiono.

Helianti Hilman menyampaikan peningkatan pasar pangan organik penting untuk melindungi kekayaan ragam produk organik dan pengembangan kapasitas dari farmpreneurship petani Indonesia. "Tantangan untuk memasuki pasar internasional adalah standarisasi, baik di tingkatan negara hingga di tingkat mikro seperti supermarket," ujarnya.

Untuk itu, menurut Helianti, dalam pengembangan usahanya melibatkan pengembangan kapasitas SDM petani untuk mampu menembus pasar dunia.

Helianti juga menyampaikan letak geografis Indonesia memiliki makna strategis dalam kemampuan untuk mensuplai maupun menyajikan ragam produk organik ke dunia. "Secara alamiah, Indonesia adalah lumbung produk organik," ujarnya.

Ia juga menjelaskan pemasaran produk organik saat ini lebih banyak menggunakan media sosial. Hal ini berdampak pada makin tingginya konsumen yang berusia muda antara 25-35 tahun dari yang awalnya berusia sekitar 55 tahunan. Pergeseran yang sama juga terlihat pada kalangan produsen organik.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Sebanyak sembilan perusahaan asal Indonesia yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman organik, merambah pasar Inggris dengan berbagai produk organik Indonesia mulai dari madu, singkong, kopi, beras hingga mie organik di Inggris.

Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris Dr. Rizal Sukma dalam sambutan di pameran bertajuk Indonesia Organic Food di London, Jumat (7/12), menyampaikan bahwa masyarakat di Inggris, sebagaimana banyak negara di dunia, memiliki tingkat kesadaran yang makin tinggi untuk beralih ke produk-produk pangan organik. "Perubahan pola hidup menjadikan Inggris sebagai pasar organik terbesar di dunia dengan nilai sekitar 2,3 miliar poundsterling," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, pertumbuhan pasar tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri makanan organik di Indonesia, sehingga peluang tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan Indonesia di Inggris, selain terus meningkatkan ekspor produk-produk komoditas Indonesia.

Kesembilan perusahaan yang mengikuti pameran itu adalah Javara, Imyco, Asosiasi Industri Organik Indonesia, Ladang Lima, Petrasa, Mozass Healthy Laboratory, CV Harapan Bersama, Cookwell dan PT Profil Mitra Abadi. 

Dalam pameran yang digelar di Marriott Hotel County Hall, London, itu, juga terdapat demo masak yang dihadiri sekitar 200 pengunjung, serta acara bincang-bincang yang menampilkan pembicara yaitu CEO Javara Helianti Hilman, ahli gizi Vita Dikaryanto, dan Chef Budiono.

Helianti Hilman menyampaikan peningkatan pasar pangan organik penting untuk melindungi kekayaan ragam produk organik dan pengembangan kapasitas dari farmpreneurship petani Indonesia. "Tantangan untuk memasuki pasar internasional adalah standarisasi, baik di tingkatan negara hingga di tingkat mikro seperti supermarket," ujarnya.

Untuk itu, menurut Helianti, dalam pengembangan usahanya melibatkan pengembangan kapasitas SDM petani untuk mampu menembus pasar dunia.

Helianti juga menyampaikan letak geografis Indonesia memiliki makna strategis dalam kemampuan untuk mensuplai maupun menyajikan ragam produk organik ke dunia. "Secara alamiah, Indonesia adalah lumbung produk organik," ujarnya.

Ia juga menjelaskan pemasaran produk organik saat ini lebih banyak menggunakan media sosial. Hal ini berdampak pada makin tingginya konsumen yang berusia muda antara 25-35 tahun dari yang awalnya berusia sekitar 55 tahunan. Pergeseran yang sama juga terlihat pada kalangan produsen organik.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com