Polisi amankan penyelundup 20 kg sabu modus baru
Minggu, 09 Desember 2018 - 06:39 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2G7Ys5v

Elshinta.com - Petugas Direktorat Tindak Pidana (Dirtipid) Narkotika Mabes Polri menggagalkan penyelundupan 20 kilogram sabu yang menggunakan modus baru, yakni dengan menyamarkan serta menutup barang haram itu menggunakan ikan asin, dan menitipkan di Bus ALS.

Dari pengungkapan itu, petugas mengamankan empat tersangka jaringan Indonesia-Malaysia yang memiliki berbagai tugas, seperti MIS (38) yang bertugas mengawal sabu di dalam bus, HGS (39) sebagai operator, DJS (37) sebagai penyimpan barang, dan EZ (48) sebagai pengirim yang bertugas membawa sabu dari gudang ke Bus ALS.

Wakil Direktur Dirtipid Narkoba Mabes Polri Kombes Krisno Siregar mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari temuan 20 kilogram sabu di bagasi Bus ALS di Pelabuhan Merak, Senin (3/12) lalu.

“Pemeriksaan kami lakukan karena ada informasi upaya penyelundupan sabu ke Jakarta,” katanya melalui pesan tertulisnya yang dihimpun laman NTMC Polri di Jakarta, Minggu (9/12).

Dari pemeriksaan barang yang dilakukan petugas, kata Krisno, menemukan karung plastik yang di bagasi. Setelah dibuka ternyata ada 20 kg sabu yang disamarkan dengan ikan asin. “Ini modus baru, agar tak narkotika tidak mudah dicium anjing pelacak, mereka menutupnya dengan tumpukan ikan asin,” ujarnya.

Mendapatkan hal itu, ujar Krisno, pihaknya langsung memintai keterangan sopir dan kernet bus. Diketahui karung berisi sabu itu didapat dari seorang pria yang sempat meminta sopir dan kernet tersebut mengirimkannya ke Jakarta dengan bayaran Rp100 ribu.

“Dari keterangan tersangka, mereka mendapatkan sabu dari seorang WN Malaysia yang masih kami buru,” ungkap Krisno.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:59 WIB
Elshinta.com -Hati-hati saja berkenalan dan mengarah kepada asmara dengan perempuan yang dijump...
Selasa, 26 Maret 2019 - 09:36 WIB
Elshinta.com - Personel Polsek Medan Baru, Medan, Sumatera Utara menangkap seorang ibu ber...
Minggu, 24 Maret 2019 - 17:39 WIB
Elshinta.com - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri Mekan...
Minggu, 24 Maret 2019 - 17:17 WIB
Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penangkapan dan ungkap jaringan na...
Minggu, 24 Maret 2019 - 16:56 WIB
Elshinta.com - Unit Reserse Kriminal Polsek Stabat, Polres Langkat, Sumatera Utara, mering...
Sabtu, 23 Maret 2019 - 17:12 WIB
Elshinta.com - Tim Resmob Polda Sulawesi Selatan berhasil mengungkap pelaku pembunuhan sta...
Kamis, 21 Maret 2019 - 21:35 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cirebon Kota, Jawa Barat mengamankan...
Rabu, 20 Maret 2019 - 20:37 WIB
Elshinta.com -Densus 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris berinisial M alias Abu Arkam ...
Rabu, 20 Maret 2019 - 19:38 WIB
Elshinta.com - Dua perampok nasabah bank dengan modus gembos ban, ditembak Satuan Reserse dan K...
Selasa, 19 Maret 2019 - 20:58 WIB
Elshinta.com - Polsek Gebang, Polres Langkat, Sumatera Utara, meringkus dua tersangka penc...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)