Senin, 17 Desember 2018 | 22:48 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Polisi amankan penyelundup 20 kg sabu modus baru

Minggu, 09 Desember 2018 - 06:39 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2G7Ys5v
Sumber foto: https://bit.ly/2G7Ys5v

Elshinta.com - Petugas Direktorat Tindak Pidana (Dirtipid) Narkotika Mabes Polri menggagalkan penyelundupan 20 kilogram sabu yang menggunakan modus baru, yakni dengan menyamarkan serta menutup barang haram itu menggunakan ikan asin, dan menitipkan di Bus ALS.

Dari pengungkapan itu, petugas mengamankan empat tersangka jaringan Indonesia-Malaysia yang memiliki berbagai tugas, seperti MIS (38) yang bertugas mengawal sabu di dalam bus, HGS (39) sebagai operator, DJS (37) sebagai penyimpan barang, dan EZ (48) sebagai pengirim yang bertugas membawa sabu dari gudang ke Bus ALS.

Wakil Direktur Dirtipid Narkoba Mabes Polri Kombes Krisno Siregar mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari temuan 20 kilogram sabu di bagasi Bus ALS di Pelabuhan Merak, Senin (3/12) lalu.

“Pemeriksaan kami lakukan karena ada informasi upaya penyelundupan sabu ke Jakarta,” katanya melalui pesan tertulisnya yang dihimpun laman NTMC Polri di Jakarta, Minggu (9/12).

Dari pemeriksaan barang yang dilakukan petugas, kata Krisno, menemukan karung plastik yang di bagasi. Setelah dibuka ternyata ada 20 kg sabu yang disamarkan dengan ikan asin. “Ini modus baru, agar tak narkotika tidak mudah dicium anjing pelacak, mereka menutupnya dengan tumpukan ikan asin,” ujarnya.

Mendapatkan hal itu, ujar Krisno, pihaknya langsung memintai keterangan sopir dan kernet bus. Diketahui karung berisi sabu itu didapat dari seorang pria yang sempat meminta sopir dan kernet tersebut mengirimkannya ke Jakarta dengan bayaran Rp100 ribu.

“Dari keterangan tersangka, mereka mendapatkan sabu dari seorang WN Malaysia yang masih kami buru,” ungkap Krisno.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Petugas Direktorat Tindak Pidana (Dirtipid) Narkotika Mabes Polri menggagalkan penyelundupan 20 kilogram sabu yang menggunakan modus baru, yakni dengan menyamarkan serta menutup barang haram itu menggunakan ikan asin, dan menitipkan di Bus ALS.

Dari pengungkapan itu, petugas mengamankan empat tersangka jaringan Indonesia-Malaysia yang memiliki berbagai tugas, seperti MIS (38) yang bertugas mengawal sabu di dalam bus, HGS (39) sebagai operator, DJS (37) sebagai penyimpan barang, dan EZ (48) sebagai pengirim yang bertugas membawa sabu dari gudang ke Bus ALS.

Wakil Direktur Dirtipid Narkoba Mabes Polri Kombes Krisno Siregar mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari temuan 20 kilogram sabu di bagasi Bus ALS di Pelabuhan Merak, Senin (3/12) lalu.

“Pemeriksaan kami lakukan karena ada informasi upaya penyelundupan sabu ke Jakarta,” katanya melalui pesan tertulisnya yang dihimpun laman NTMC Polri di Jakarta, Minggu (9/12).

Dari pemeriksaan barang yang dilakukan petugas, kata Krisno, menemukan karung plastik yang di bagasi. Setelah dibuka ternyata ada 20 kg sabu yang disamarkan dengan ikan asin. “Ini modus baru, agar tak narkotika tidak mudah dicium anjing pelacak, mereka menutupnya dengan tumpukan ikan asin,” ujarnya.

Mendapatkan hal itu, ujar Krisno, pihaknya langsung memintai keterangan sopir dan kernet bus. Diketahui karung berisi sabu itu didapat dari seorang pria yang sempat meminta sopir dan kernet tersebut mengirimkannya ke Jakarta dengan bayaran Rp100 ribu.

“Dari keterangan tersangka, mereka mendapatkan sabu dari seorang WN Malaysia yang masih kami buru,” ungkap Krisno.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com