Senin, 17 Desember 2018 | 22:52 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Lingkungan

LSM: Perlu pengawasan ketat jaga kelestarian hiu

Minggu, 09 Desember 2018 - 09:25 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Hiu tutul yang terdampar di Gresik. Sumber foto: https://bit.ly/2Pqp5BT
Hiu tutul yang terdampar di Gresik. Sumber foto: https://bit.ly/2Pqp5BT

Elshinta.com - Peneliti dari lembaga konservasi Conservation International Indonesia Abraham Sianipar mengatakan perlu adanya pengawasan dan patroli ketat dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keletarian hiu dan menghindarkan mereka dari perburuan liar.

"Lagi-lagi ini kita lihat sebagai pengingat walapun kita melihat ada peraturan perlindungan untuk spesies hiu dan pari di Kabupaten Raja Ampat tapi tentunya setelah ada peraturan ini harus diikuti oleh pengawasan dan patroli yang ketat," kata Abraham saat dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu (8/12).

Ditemukannya 11 bangkai hiu tanpa sirip yang terapung di atas sebuah rakit di perairan Kepulauan Pam Waigeo Barat di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat menambah daftar kejadian yang tidak ramah terhadap kelestarian hewan itu. Padahal keberadaan hiu di lautan juga akan mendorong lebih banyak ikan lain hidup di perairan.

"Manfaat hiu itu jauh lebih besar saat mereka (hiu) hidup sebenarnya, sebagai aset pariwisata di Raja Ampat maupun juga hiu itu di laut, hiu itu sebagai hewan yang menjaga ekositem laut. Kasarnya lebih banyak hiu di laut kita ikan itu akan lebih banyak, dan itu ikan-ikan yang ekonomis penting yang dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber protein utama," ujarnya. 

Abraham mengatakan manfaat hiu telah dirasakan khususnya di daerah pariwisata yang masyarakatnya sudah maju dan mengerti bahwa apabila hiu dijaga secara hidup dan lestari di laut maka ikan itu akan memainkan perannya sebagai regulator di laut untuk menjaga biomassa ikan-ikan ekonomis penting dan juga sebagai aset pariwisata.

"Saat mereka (masyarakat) melihat manfaat itu mereka akan lebih tergerak untuk melindungi hewan-hewan ini karena kelompok hiu itu secara umum dia (hiu) hewan yang laju pertumbuhan dan perkembangannya cukup rendah jadi hiu ini memang dia sangat kebanyakan, hampir semua jenis hiu rentan terhadap kepunahan, jadi dia tidak bisa bereproduksi cepat," tuturnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 22:06 WIB

Kapolsek Medan Timur gelar rakor penanganan pelanggaran Pemilu

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:47 WIB

Pengurus RT dan RW di Sukoharjo berseragam

Aktual Pemilu | 17 Desember 2018 - 21:36 WIB

Gaet pemilih pemula, KPU Langkat `Goes to School`

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:24 WIB

Kepala DPMPTSP Kudus: Mapolres Kudus baru belum ber-IMB

Aktual Dalam Negeri | 17 Desember 2018 - 21:13 WIB

Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kakorlantas pantau jalur mudik

Elshinta.com - Peneliti dari lembaga konservasi Conservation International Indonesia Abraham Sianipar mengatakan perlu adanya pengawasan dan patroli ketat dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keletarian hiu dan menghindarkan mereka dari perburuan liar.

"Lagi-lagi ini kita lihat sebagai pengingat walapun kita melihat ada peraturan perlindungan untuk spesies hiu dan pari di Kabupaten Raja Ampat tapi tentunya setelah ada peraturan ini harus diikuti oleh pengawasan dan patroli yang ketat," kata Abraham saat dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu (8/12).

Ditemukannya 11 bangkai hiu tanpa sirip yang terapung di atas sebuah rakit di perairan Kepulauan Pam Waigeo Barat di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat menambah daftar kejadian yang tidak ramah terhadap kelestarian hewan itu. Padahal keberadaan hiu di lautan juga akan mendorong lebih banyak ikan lain hidup di perairan.

"Manfaat hiu itu jauh lebih besar saat mereka (hiu) hidup sebenarnya, sebagai aset pariwisata di Raja Ampat maupun juga hiu itu di laut, hiu itu sebagai hewan yang menjaga ekositem laut. Kasarnya lebih banyak hiu di laut kita ikan itu akan lebih banyak, dan itu ikan-ikan yang ekonomis penting yang dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber protein utama," ujarnya. 

Abraham mengatakan manfaat hiu telah dirasakan khususnya di daerah pariwisata yang masyarakatnya sudah maju dan mengerti bahwa apabila hiu dijaga secara hidup dan lestari di laut maka ikan itu akan memainkan perannya sebagai regulator di laut untuk menjaga biomassa ikan-ikan ekonomis penting dan juga sebagai aset pariwisata.

"Saat mereka (masyarakat) melihat manfaat itu mereka akan lebih tergerak untuk melindungi hewan-hewan ini karena kelompok hiu itu secara umum dia (hiu) hewan yang laju pertumbuhan dan perkembangannya cukup rendah jadi hiu ini memang dia sangat kebanyakan, hampir semua jenis hiu rentan terhadap kepunahan, jadi dia tidak bisa bereproduksi cepat," tuturnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com