Senin, 17 Desember 2018 | 04:18 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Progres smelter tiga perusahaan tambang masih rendah

Minggu, 09 Desember 2018 - 10:16 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2G9z9Qk
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2G9z9Qk

Elshinta.com - Tiga perusahaan tambang di Provinsi Kalimantan Barat, progres pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) hingga saat ini masih rendah.

"Ketiga perusahaan pertambangan tersebut sudah memanfaatkan kebijakan ekspor oleh Pemerintah diantaranya PT Laman Mining, PT Kalbar Bumi Perkasa dan PT Dinamika Sejahtera Mandiri tetapi program smelternya masih rendah," kata Kepala Bidang Minerba Dinas ESDM Kalbar, Sigit Nugroho di Pontianak, Minggu (9/12).

Dihimpun Antara, dua perusahaan tambang yang sudah memiliki smelter, yakni PT Indonesia Chemical Alumina (Antam Group), dan PT WHW (Harita Group).

Ia menjelaskan, rendahnya realisasi pembangunan smelter di Kalbar menimbulkan persepsi bahwa kebijakan pelonggaran ekspor mineral mentah disalahgunakan, karena setelah jutaan ton nikel dan bauksit diekspor tanpa dimurnikan, tapi tidak satu pun smelter yang sudah terbangun.

Dalam kesempatan itu, Sigit enggan mengomentari terkait masih rendahnya progres pembangunan smelter perusahaan tambang di Kalbar sekalipun telah memanfaatkan izin ekspor mineral mentah untuk menekan angka pembangunan smelter tersebut.

"Itu sebenarnya ranahnya perusahaan, kenapa tidak bisa 'kebut' progresnya, yang pasti pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan izin ekspor dengan catatan dia (perusahaan tambang tersebut) membangun smelter," ujarnya.

Sampai saat ini diakui Sigit, pihaknya juga belum pernah melakukan peninjauan progres pembangunan perusahaan smelter di Kalbar, dan dia berdalih hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat.

"Tapi awal tahun 2019 mendatang kami berencana akan melakukan peninjauan, agar bisa mengetahui juga kesulitan mereka (perusahaan)," pungkasnya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Liga Indonesia | 16 Desember 2018 - 21:50 WIB

Persewar Papua tahan imbang Persik Kediri 1-1

Afrika | 16 Desember 2018 - 21:39 WIB

Dubes: Pasar Afrika capai Rp7.900 triliun

Aktual Dalam Negeri | 16 Desember 2018 - 21:25 WIB

Presiden minta aparat kemanan serius tangani pembalakan liar

Aktual Pemilu | 16 Desember 2018 - 21:12 WIB

KPU Bantul peroleh 70 kotak suara rusak

Kecelakaan | 16 Desember 2018 - 20:50 WIB

Anggota Polres Mojokerto tewas akibat kecelakaan

Otomotif | 16 Desember 2018 - 20:37 WIB

Perhatikan hal ini jika berkendara saat hujan

Elshinta.com - Tiga perusahaan tambang di Provinsi Kalimantan Barat, progres pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) hingga saat ini masih rendah.

"Ketiga perusahaan pertambangan tersebut sudah memanfaatkan kebijakan ekspor oleh Pemerintah diantaranya PT Laman Mining, PT Kalbar Bumi Perkasa dan PT Dinamika Sejahtera Mandiri tetapi program smelternya masih rendah," kata Kepala Bidang Minerba Dinas ESDM Kalbar, Sigit Nugroho di Pontianak, Minggu (9/12).

Dihimpun Antara, dua perusahaan tambang yang sudah memiliki smelter, yakni PT Indonesia Chemical Alumina (Antam Group), dan PT WHW (Harita Group).

Ia menjelaskan, rendahnya realisasi pembangunan smelter di Kalbar menimbulkan persepsi bahwa kebijakan pelonggaran ekspor mineral mentah disalahgunakan, karena setelah jutaan ton nikel dan bauksit diekspor tanpa dimurnikan, tapi tidak satu pun smelter yang sudah terbangun.

Dalam kesempatan itu, Sigit enggan mengomentari terkait masih rendahnya progres pembangunan smelter perusahaan tambang di Kalbar sekalipun telah memanfaatkan izin ekspor mineral mentah untuk menekan angka pembangunan smelter tersebut.

"Itu sebenarnya ranahnya perusahaan, kenapa tidak bisa 'kebut' progresnya, yang pasti pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan izin ekspor dengan catatan dia (perusahaan tambang tersebut) membangun smelter," ujarnya.

Sampai saat ini diakui Sigit, pihaknya juga belum pernah melakukan peninjauan progres pembangunan perusahaan smelter di Kalbar, dan dia berdalih hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat.

"Tapi awal tahun 2019 mendatang kami berencana akan melakukan peninjauan, agar bisa mengetahui juga kesulitan mereka (perusahaan)," pungkasnya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Minggu, 16 Desember 2018 - 20:12 WIB

Polisi akan periksa saksi ahli kasus blangko KTP-el

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:38 WIB

Menteri PPPA: Belum ada daerah layak anak

Minggu, 16 Desember 2018 - 19:26 WIB

PDAM Tirtanadi launching SMS Gateway bagi pelanggan

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com