Presiden: Kehumasan bisa ditangani mesin namun dikendalikan manusia
Senin, 10 Desember 2018 - 14:45 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Sigit Kurniawan
Presiden Indonesia Joko Widodo pada acara Konvensi Nasional Humas 2018 di Istana Negara Jakarta, Senin (10/12). Sumber foto: https://bit.ly/2EcvEWU

Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan dengan kemajuan teknologi, pekerjaan kehumasan bisa ditangani oleh mesin namun pengendalian tetap harus dilakukan oleh manusia. 

"Kerja kehumasan tidak akan bisa diambil sepenuhnya oleh kecerdasan buatan, kerja mesin tetap dikendalikan oleh manusia, yang memutuskan arah kerja mesin tetap adalah manusia, yang memutuskan narasi-narasi kehumasan juga adalah Bapak, Ibu dan saudara-saudara semuanya. bukan mesin, tetap manusia," kata Presiden Jokowi ketika membuka Konvensi Nasional Humas 2018 di Istana Negara Jakarta, Senin (10/12).

Menurut Jokowi, revolusi industri telah menyediakan teknologi yang bisa membantu dan sekaligus bisa mengambil alih tugas kehumasan. "Advance robotic, artificial intelegence, big data analytics, saya kira sekarang hampir setiap hari kita mendapatkan informasi mengenai itu," lanjut dia.

Baca juga: Presiden arahkan ASN manfaatkan perkembangan teknologi untuk pelayanan

Sekarang masyarakat juga dengan mudah bisa memperoleh laporan tentang media monitoring, analisis pemberitaan dengan cara mudah dan real time. 

"Bahkan mesin juga bisa sekaligus memberikan saran-saran kepada kita apa yang perlu dimitigasi, apa yang perlu diberitakan kembali dan apa yang harus ditindaklanjuti," ungkapnya, seperti dihimpun Antara.

Yang melakukan media monitoring setiap saat dan real time tersebut bukan lagi manusia tapi kecerdasan buatan,  big data analytics. Itu dilakukan mesin analisis yang mampu memahami landscape digital dan mampu membaca tren serta mampu menulis berita sendiri.

"Ini saya rasakan waktu masuk di Silicon Valley,  masuk ke markasnya Twitter, markasnya Facebook, markasnya Google, markasnya Plug and Play," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Minggu, 13 Januari 2019 - 19:17 WIB
Elshinta.com - Peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indones...
Rabu, 26 Desember 2018 - 11:25 WIB
Elshinta.com - Peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan sisa bangunan beserta eksteri...
Senin, 10 Desember 2018 - 14:45 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan dengan kemajuan teknologi, pekerj...
Selasa, 27 November 2018 - 17:51 WIB
Elshinta.com - Masih banyak dosen yang melakukan penelitian hanya sampai ke jurnal setelah...
Selasa, 27 November 2018 - 14:45 WIB
Elshinta.com - Robot InSight milik NASA sukses mendarat di planet Mars. Green Day mengu...
Selasa, 27 November 2018 - 12:12 WIB
Elshinta.com - Pesawat antariksa milik NASA, InSight, berhasil mendarat di Mars, Senin (26...
Minggu, 04 November 2018 - 19:23 WIB
Elshinta.com - Peneliti Tim Planetarium Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhamma...
Sabtu, 03 November 2018 - 16:29 WIB
Elshinta.com - Apa jadinya jika manusia dan benda-benda di sekitarnya tidak memiliki bayan...
Kamis, 01 November 2018 - 08:39 WIB
Elshinta.com -  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membuat inovasi penyu...
Minggu, 21 Oktober 2018 - 17:24 WIB
Elshinta.com - Menentukan usia akhir dari bumi sebenarnya bukanlah hal baru dalam sebuah k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)