Beberapa hari ke depan, waspadai gelombang perairan NTT
Elshinta
Rabu, 12 Desember 2018 - 07:21 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Beberapa hari ke depan, waspadai gelombang perairan NTT
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2M57ezr

Elshinta.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan operator pelayaran dan nelayan untuk mewaspadai gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari ke depan.

"BMKG memprakirakan dan memberikan peringatan untuk waspada terhadap potensi angin kencang dan gelombang tinggi di sejumlah perairan NTT, mulai Rabu (12/12)," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo di Kupang, Selasa (11/12), terkait prakiraan cuaca perairan laut.

Menurut dia, gelombang setinggi 3,0 meter berpotensi terjadi di Laut Sawu bagian selatan, perairan Samudera Hindia selatan NTT, dan Laut Timor Selatan NTT.

Sementara potensi gelombang setinggi 2,5 meter terjadi di perairan Selat Sumba bagian barat, dan perairan laut selatan Kupang. Selain itu, gelombang setinggi 2,0 meter berpotensi terjadi di perairan Selat Sape. 

Baca juga: Banjir bandang terjang Tiris, Probolinggo

BMKG juga memprakirakan untuk Selat Sumba berpotensi hujan ringan dengan arah angin variabel-barat.

"Perairan selatan Pulau Sumba diprakirakan berpotensi hujan petir dengan arah angin barat daya dan barat," kata Ota Welly, dikutip Antara.

Sedangkan cuaca di Samudera Hindia selatan berpotensi hujan ringan dengan arah angin barat daya-barat. Sementara kondisi sinoptik, umumnya angin bertiup dari arah barat data-barat laut dengan kecepatan 1-6 Skala Beaufort. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dandim 1006/Martapura imbau petani tanam padi sebelum kemarau
Kamis, 20 Juni 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Petani di Kabupaten Banjar diimbau untuk segera menanam padi sebelum memasu...
DLH Kota Padang manfaatkan sampah jadi uang
Rabu, 19 Juni 2019 - 13:31 WIB
Elshinta.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Sumatera Barat bekerja sama denga...
BNPB: Prajurit Kodam Siliwangi bantu penanganan DAS Citarum
Rabu, 19 Juni 2019 - 12:35 WIB
Elshinta.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan...
Bendungan Barugbug Karawang tercemar limbah industri
Rabu, 19 Juni 2019 - 11:35 WIB
Elshinta.com - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyat...
Kebijakan moratorium Pemerintah tentang pengelolaan hutan diapresiasi forum Asia Pasifik
Rabu, 19 Juni 2019 - 11:24 WIB
Elshinta.com - Kebijakan pemerintah terkait penundaan pemberian izin baru atau moratorium ...
Dasar Sungai Brantas alami penurunan akibat penambangan liar
Minggu, 16 Juni 2019 - 09:25 WIB
Elshinta.com - Dasar Sungai Brantas yang membentang mulai Blitar hingga Tulungagung, Jawa ...
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya tanam 6 ribu bibit turi
Sabtu, 15 Juni 2019 - 20:11 WIB
Elshinta.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah akan ...
BPBD Riau sebut karhutla masih jadi perhatian ekstra
Jumat, 14 Juni 2019 - 18:54 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan langkah antisipasi da...
Pencemaran udara di Pantura meningkat saat libur Lebaran
Rabu, 12 Juni 2019 - 06:59 WIB
Elshinta.com - Pencemaran udara di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa meningkat dan ter...
Dianggap punah, populasi bulus langka di Sungai Hadipolo masih 13 ekor
Selasa, 11 Juni 2019 - 21:55 WIB
Elshinta.com - Jumlah bulus (kura-kura) langka yang berusia puluhan bahkan ratusan tahun yang a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
TwokWono