Radikalisme disebut picu maraknya poligami
Elshinta
Rabu, 12 Desember 2018 - 16:45 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Radikalisme disebut picu maraknya poligami
Ketua Umum PSI, Grace Natalie dorong larangan poligami bagi pejabat publik dan ASN. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Aktivis Asian Muslim Action Network (AMAN) Ruby Khalifah mendukung rencana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menghapuskan poligami bagi pejabat publik dan aparatur sipil negara (ASN). Sebab, dia menilai, poligami hanya akan menyengsarakan perempuan dan anak-anak.

"Saya sepakat dengan Grace untuk pelarangan poligami di Indonesia, terutama pegawai negeri atau TNI dan lain-lain, termasuk anggota parlemen," katanya yang dihubungi, Rabu (12/12) seperti dilaporkan Reporter Bayu Istiqlal. 

Dia menjelaskan, ada pandangan lain yang tidak ingin poligami dilarang, melainkan diperketat. Caranya dengan memperketat syarat-syarat poligami. Seperti dilakukan perhitungan apakah memang cocok buat istri dua atau empat, mendapat persetujuan istri pertama, dan apakah bisa berbuat adil.

"Ingat berbuat adil bukan hanya materi tapi juga cinta dan perhatian. Karena pengadilan itu manusia biasa, pasti tidak bisa menjalankan semua prosedur pengecekan syarat-syarat tersebut dan korupsi di kita masih tinggi. Jadi, seketat apapun mau dibatasi kayanya tidak akan," jelasnya.

Ruby menyarankan agar kampanye monogami digalakkan. Sebab, dia menjelaskan, semua penelitian tidak ada yang menemukan kalau poligami itu membahagiakan, yang ada menyengsarakan keluarga, terutama perempuan dan anak-anak. "Poligami semakin marak karena dorongan gerakan radikalisme, yang mengembalikan alih-alih membawa kemurnian Islam, tapi justru membuat Islam terbelakang karena kawin muda marak, poligami marak," jelasnya.

Seperti diketahui, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan mendorong larangan poligami bagi pejabat publik dan aparatur sipil negara (ASN) jika lolos ke parlemen. Ketua Umum PSI, Grace Natalie menegaskan hal itu bagian perjuangan keadilan bagi perempuan Indonesia.

Komitmen itu disampaikan dalam pidato politik bertemakan “Keadilan untuk Semua, Keadilan untuk Perempuan Indonesia” pada acara Festival 11 PSI di Jatim Expo, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/12) malam.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Geliat upaya pelestarian Ulos lewat para penenunnya
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 17:45 WIB
Wastra nusantara termasuk Ulos yang menjadi kain khas masyarakat Batak terus diupayakan pelestarian...
Wapres berkunjung ke GKI Pniel Kotaraja Jayapura
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 17:30 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin berkunjung ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pniel Kotaraja di Jayapur...
30 karya lukis anak bangsa dipamerkan di Kazakhstan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 14:36 WIB
Sebanyak 30 karya lukis hasil karya anak bangsa dipamerkan di Museum Kepresidenan Pertama Republik K...
Dekranasda dorong pengembangan usaha miniatur perahu kater
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 06:45 WIB
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Bel...
Budayawan tolak pengelolaan Kebun Raya Bogor oleh MNR
Kamis, 14 Oktober 2021 - 06:01 WIB
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim memberikan kesempatan Budayawan Jawa Barat menyampaikan tujuh po...
 Pelepasan Kafilah STQH Kalsel diawali dengan salat hajat
Rabu, 13 Oktober 2021 - 11:36 WIB
Wakil Gubernur Kalsel, H Muhiddin melepas secara resmi keberangkatan Kafilah Prov Kalsel, yang akan ...
 Aceh Utara kirim 20 peserta untuk 10 cabang MQK Aceh
Rabu, 13 Oktober 2021 - 11:27 WIB
Kabupaten Aceh Utara mengirim 20 orang peserta untuk mengikuti 10 cabang perlombaan pada Musabaqah Q...
Belajar dari masyarakat Badui yang tak pernah krisis pangan
Selasa, 12 Oktober 2021 - 23:30 WIB
Masyarakat Badui yang tinggal di kaki Gunung Kendeng pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten hing...
Kadisbudpar Bogor: Rindu Alam itu `legend`
Selasa, 12 Oktober 2021 - 22:30 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Deni Humaedi menyatakan keberadaan Rindu Alam...
Dua putra asal Langkat wakili Sumut ke STQH Nasional di Malut
Senin, 11 Oktober 2021 - 20:22 WIB
Bupati Langkat Terbit Rencana PA bersama Ketua TP PKK Langkat, Tiorita Terbit Rencana memberikan tal...
Live Streaming Radio Network