Gejala khas pneumonia, batuk disertai sesak napas
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:31 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Sumber Foto: https://bit.ly/2UFX3WY

Elshinta.com - Batuk disertai sesak napas menjadi gejala khas pneumonia yang perlu diperhatikan, menurut dokter spesialis anak dari RSCM, dr. Madeleine Ramdhani Jasin, SpA. 

"Awalnya batuk dan pilek, tetapi enggak sembuh-sembuh. Seharusnya seminggu sudah sembuh, ini malah enggak sembuh lalu sesak napas. Harus curiga pneumonia (bawa ke dokter). Jadi batuk pilek yang berkembang menjadi sesak," ujar dia di Jakarta, Kamis (13/12). 

Pada kondisi yang sudah berat, pneumonia bisa memicu sesak napas yang semakin berat, membuat cekungan di daerah dada hingga penurunan kesadaran.  "Pneumonia kalau sudah berat, sesak napas menjadi berat bisa sampai tertarik ke dalam bahkan sampai penurunan kesadaran. Kalau sudah begitu pengobatan lebih lama," papar Madeleine. 

Gejala lain pneumonia adalah demam, menggigil dan kesulitan bernapas. 

Menurut Madeleine, menggunakan masker bisa mencegah penularan penyakit ini. Kendati begitu, penerapan gaya hidup sehat dan bersih, pemberian ASI eksklusif pada anak menjadi hal yang tak kalah penting. 

Hasil studi tim peneliti dari Fakultas Keperawatan Universitas Padjajaran, Bandung pada Oktober 2018 menunjukkan, pada tiga wilayah sasaran studi yakni Jakarta, Kabupaten Bandung dan Sumba Barat, anak-anak yang mempunyai riwayat pneumonia ternyata lebih sedikit mendapatkan ASI eksklusif. 

Selain masalah kesadaran (di Sumba Barat, ibu-ibu berhenti menyusui sebelum 4 bulan karena ASI kering), tidak ada waktu menyusui anak karena bekerja di pabrik (Kabupaten Bandung) menjadi alasan tak terpenuhinya ASI eksklusif, seperti dikutip Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Minggu, 20 Januari 2019 - 19:22 WIB
Elshinta.com -Masyarakat Desa Mendingin, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan di...
Minggu, 20 Januari 2019 - 12:12 WIB
Elshinta.com - Tertawalah, karena bukan hanya terasa melegakan, tapi juga bisa membuat kes...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 20:52 WIB
Elshinta.com - Selama ini diabetes dianggap sebagai salah satu penyakit paling mematikan d...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 19:25 WIB
Elshinta.com -Semua orang perlu mengontrol kadar gula darah di tubuh karena jika sudah terlanju...
Jumat, 18 Januari 2019 - 04:33 WIB
Elshinta.com - Talas memiliki banyak kandungan nutrisi yang bagus bagi kesehatan tubuh. Me...
Jumat, 18 Januari 2019 - 03:19 WIB
Elshinta.com - Para ilmuwan telah mengungkap pola diet ideal untuk kesehatan planet dan ma...
Senin, 14 Januari 2019 - 21:33 WIB
Elshinta.com - ISPA atau infeksi saluran pernafasan akut, asma, pneumonia hingga jantung k...
Senin, 14 Januari 2019 - 06:46 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit d...
Minggu, 13 Januari 2019 - 17:57 WIB
Elshinta.com - Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengatakan minuman manis yang ding...
Jumat, 11 Januari 2019 - 07:07 WIB
Elshinta.com - Direktur Eksekutif LSM Indonesia AIDS Coalition (IAC) Aditya Wardhana memin...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/usr/lib/php/20151012/apc.so' - /usr/lib/php/20151012/apc.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: