Pesisir terancam alami kerusakan lingkungan
Jumat, 14 Desember 2018 - 09:37 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
Suasana aktivitas penambangan pasir di Desa Tugumukti, Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat . Sumber foto: https://bit.ly/2PyXb6U

Elshinta.com - Pesisir dan laut dengan keragaman, keunikan ekosistem dan kekayaan jenis serta keunikan sumber daya genetika yang sangat tinggi, menghadapi ancaman pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Ancaman pencemaran dan kerusakan itu bersumber sekitar 80 persen dari aktivitas di daratan sehingga telah menimbulkan masalah nutrient, air limbah (waste water), sampah laut (marine litter), micro-plastics dan emerging issues lainnya.

Persoalan tersebut juga mencuat dan menjadi pembahasan oleh delegasi dari berbagai negara pada Konferensi Petubahan Iklim yang sedang berlangsung di Katowice, Polandia, demikian keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (14/12).

Penyelenggaraan "High Level Dialog on the Integrative Global Agenda to Protect the Marine Environment from Land-Based Activities" pada 12 Desember 2018 di Paviliun Indonesia, Katowice, Polandia, bertepatan dengan pertemuan ke-24 Para pihak Konferensi Perubahan Iklim (COP 24 UNFCCC).

Ini merupakan Dialog Tingkat Menteri dalam upaya inisiatif indonesia untuk melaksanakan langkah konkret dalam menangani pencemaran dan kerusakan lingkungan laut.

"High Level Dialogue" merupakan tindak lanjut pertemuan The Fourth Intergovernmental Review Meeting on the Implementation of the Global Programme of Action for the Protection of the Marine Environment from Land-based Activities (IGR-4) di Bali, pada 31 Oktober-1 November 2018 yang telah menghasilkan "Bali Declaration".

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengatakan, berbagai aktivitas di daratan telah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan laut.

"Yang pada akhirnya telah menurunkan kualitas serta fungsi ekosistem laut," kata Siti Nurbaya, dikutip Antara.

Menurut Siti Nurbaya, Indonesia telah melakukan inisiatif untuk mengurangi sampah, khususnya sampah plastik hingga 70 persen pada tahun 2025. Indonesia juga telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional untuk mengurangi limbah plastik melalui berbagai kegiatan yang dilakukan oleh semua pemangku kepentingan.

Selain itu, Indonesia juga melakukan inisiatif melalui komitmen 156 perusahaan besar untuk mengurangi sampah plastik.

Terkait hal itu , Indonesia telah menerapkan Program Penilaian Kinerja Lingkungan oleh Perusahaan (PROPER) yang telah menghasilkan pengurangan beban pencemaran dalam jumlah yang signifikan.

"Sebanyak 437 perusahaan hijau telah melaporkan 8.474 kegiatan yang didedikasikan untuk pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) target ke-14," ungkap Siti Nurbaya.

Pada acara High Level Dialog tersebut, Siti Nurbaya menyampaikan bahwa "Bali Declaration" merupakan solusi negara-negara anggota dalam menangani masalah pencemaran dan kerusakan pesisir dan laut. Sumber pencemaran itu berasal dari berbagai kegiatan yang berasal dari daratan dan bersifat lintas negara.

Karena itu, perlu didukung kerja sama antarnegara melalui peningkatan kapasitas, pengetahuan dan ketrampilan serta alih teknologi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 20 April 2019 - 21:37 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) bersama Balai Prasarana Permu...
Sabtu, 20 April 2019 - 07:38 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pertanian terus memacu peningkatan produksi komoditas pertanian...
Senin, 15 April 2019 - 21:59 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Malang, Jawa Timur, Sutiaji mengungkapkan terkait banjir yang ter...
Sabtu, 13 April 2019 - 21:59 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 1.264 karung berisi limbah minyak, kembali dikumpulkan Dinas Lingkungan...
Rabu, 10 April 2019 - 20:37 WIB
Elshinta.com - Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II, U Saefudin Noer mengajak HydroGen...
Rabu, 10 April 2019 - 07:21 WIB
Elshinta.com - Pulau Ambon merupakan pulau indah dengan kekayaan alam melimpah. Pantai Pin...
Selasa, 09 April 2019 - 17:35 WIB
Elshinta.com - Penemuan sampah plastik di pesisir pantai yang telah berusia 19 tahun laman...
Minggu, 07 April 2019 - 11:17 WIB
Elshinta.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mengungkapkan wilayahnya sudah...
Jumat, 05 April 2019 - 07:56 WIB
Elshinta.com - Perhutanan Sosial di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang hingga Maret 2019 c...
Kamis, 04 April 2019 - 18:27 WIB
Elshinta.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berencana membangun rumah daur u...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)