KPU soal kotak suara berbahan karton
Sabtu, 15 Desember 2018 - 21:07 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Sumber Foto: https://bit.ly/2rEq7km

Elshinta.com - Belakangan ini, media sosial diramaikan dengan kotak suara Pemilu 2019 berbahan karton. Ketua KPU, Arief Budiman, yakin kotak suara berbahan karton yang kedap air tetap aman digunakan karena sudah empat kali digunakan saat Pemilu/Pilkada dan semua berjalan baik-baik saja.

"Kotak suara berbahan karton kedap air bukan hal baru tapi sudah dilakukan di Pemilu 2014, Pilkada 2015, Pilkada 2017, dan di 2018. Sebenarnya relatif tidak ada laporan Pemilu terganggu karena gunakan karton kedap air," kata dia, usai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perubahan (DPTHP) 2 Pemilu 2019, di Jakarta, Sabtu (15/12).

Dia mengatakan, sebelum KPU memutuskan mengunakan kotak suara berbahan karton, mereka telah survei ke negara-negara yang melaksanakan pemilu dan menggunakan hal sama.

Menurut dia, penggunaan kotak suara berbahan kardus itu jauh lebih efisien dibandingkan berbahan alumunium, misalnya. Juga bisa memangkas biaya sewa gudang untuk penempatannya ketika telah digunakan. Kotak suara dari karton tanpa substansi penyambung misalnya mur dan baut ini bisa dibongkar dan dilipat tanpa alat bantu jika tidak sedang digunakan, sehingga menghemat tempat.

"Kalau berbahan karton kedap air, tidak masuk kategori aset sehingga setelah digunakan tidak perlu disimpan. Kalau berbahan alumunium harus menurunkan orang untuk melepas dan memasang baut," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, dia menyatakan, juga memperhatikan ketentuan UU Pemilu bahwa kotak suara harus dibuat transparan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Ia juga menegaskan, kotak suara berbahan karton memiliki kelas kekuatan yang baik, tidak seperti yang disangsikan banyak orang. "Di beberapa negara yang menggunakan kotak suara berbahan karton, mereka sangat tipis. Namun kotak suara kita sangat kuat, yaitu mampu menahan berat badan seseorang," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani, dalam Rapat Pleno Rekapitulasi DPTHP-2 mempertanyakan langkah KPU yang akan menggunakan kotak suara berbahan karton.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 21 Januari 2019 - 15:36 WIB
Elshinta.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengingatkan aparat pemerintah untuk m...
Senin, 21 Januari 2019 - 10:27 WIB
Elshinta.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menargetka...
Senin, 21 Januari 2019 - 10:16 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi memulai proses pencetakan perdana logisti...
Minggu, 20 Januari 2019 - 21:25 WIB
Elshinta.com -Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan mengajak masyarakat untuk menjadi ...
Minggu, 20 Januari 2019 - 20:11 WIB
Elshinta.com -Komisioner KPU RI Viryan Azis meninjau proses pencetakan surat suara Pemilu 2019 ...
Minggu, 20 Januari 2019 - 17:43 WIB
Elshinta.com -Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Tengah mengibaratkan praktik pol...
Minggu, 20 Januari 2019 - 14:58 WIB
Elshinta.com -Komisi Pemilihan Umum meninjau proses pencetakan perdana surat suara Pemilu 2019 ...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 21:45 WIB
Elshinta.com -Kepolisian Resor Langkat melaksanakan kegiatan Tabligh Akbar menghadirkan Dai kon...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 18:36 WIB
Elshinta.com -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, melantik dan menga...
Sabtu, 19 Januari 2019 - 14:14 WIB
Elshinta.com -Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini menilai debat publik capres...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)