Siapakah yang akan menjadi startup decacorn pertama Indonesia?
Senin, 17 Desember 2018 - 17:45 WIB | Penulis : Syahid | Editor : Administrator
Sumber foto: https://bit.ly/2rEoOSo

Elshinta.com -  Indonesia merupakan pemain besar dalam dunia startup di ASEAN. Bukan saja sebagai pasar, namun juga sebagai pelaku yang menciptakan layanan inovatif yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dari 7 startup berstatus unicorn atau yang memiliki valuasi USD1 miliar di Asia Tenggara, 4 diantaranya berasal dari Indonesia. Keempat startup tersebut yaitu GOJEK, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak. 

Selain unicorn, dalam dunia startup juga dikenal decacorn. Ini adalah istilah untuk menyebutkan startup yang telah memiliki valuasi US$ 10 miliar. Meskipun sebenarnya, startup ini masih merugi. Menkominfo Rudiantara dalam salah satu kesempatan menyebut bahwa di tahun 2019 nanti akan ada startup di Indonesia yang menjadi decacorn. Namun, ia tidak menyebut siapa kandidat decacorn tersebut. 

"Insya Allah tahun depan akan ada decacorn. Tinggal nunggu satu ronde lagi lah. Saya enggak sebut siapa," ujarnya. Sementara itu, GOJEK dan Tokopedia disebut-sebut merupakan calon kuat decacorn pertama di Indonesia ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (13/12/2018)

Platform marketplace Tokopedia misalnya pada 12 Desember lalu mengkonfirmasi adanya suntikan dana dari sejumlah investor sebesar US$1,1 miliar. Kucuran dana tersebut bagian dari seri pendaan terbaru Tokopedia dipimpin oleh SoftBank Vision Fund dan Alibaba Group. Tokopedia tidak menyebutkan berapa valuasi perusahaan mereka saat ini namun Tech Crunch menyebut perkiraan nilai valuasi Tokopedia yang mencapai USD 7 miliar atau sekitar Rp102 triliun.

Pemerintah, selain mendorong startup untuk tumbuh hingga menjadi decacorn, juga mengharapkan agar bisa secepatnya melantai di bursa saham. Hal ini agar pasar modal bisa menampung valuasinya yang sudah sangat besar. “Kalau sudah keburu decacorn ya itu kan US$ 10 miliar kan sekitar Rp 150 triliun, at least market cap-nya harus Rp 150 triliun. Nah kalau Rp 150 t, maka kita lihat perusahaan apa yang sudah Rp 150 triliun, bisa enggak ekosistem bursa Indonesia untuk menampung yang valuasinya," ujarnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 17 Desember 2018 - 17:45 WIB
Elshinta.com -  Indonesia merupakan pemain besar dalam dunia startup di ASEAN. Bukan ...
Senin, 17 Desember 2018 - 10:15 WIB
Elshinta.com - Marketplace produk investasi reksadana, Bareksa mencatatkan peningkatan jum...
Jumat, 14 Desember 2018 - 09:45 WIB
Elshinta.com -  Pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan menjadi momen yang akan pal...
Rabu, 12 Desember 2018 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Tokopedia, salah satu startup unicorn asal Indonesia kembali mendapatkan su...
Rabu, 12 Desember 2018 - 12:33 WIB
Elshinta.com - Istilah coworking space mulai banyak dikenal luas semenjak makin suburnya s...
Rabu, 12 Desember 2018 - 09:37 WIB
Elshinta.com- Perkembangan teknologi IoT bermanfaat bagi banyak lini kehidupan manusia termasuk...
Selasa, 11 Desember 2018 - 18:55 WIB
Elshinta.com - Internet of Things atau IoT menjadi bagian yang tak terpisahkan dari revolu...
Selasa, 11 Desember 2018 - 16:06 WIB
Elshinta.com - Kompetisi startup dilakukan di mana-mana, baik di dalam negeri maupun luar ...
Selasa, 11 Desember 2018 - 12:17 WIB
Elshinta.com -  Saat ini, cukup banyak kompetisi startup yang digelar baik di dalam n...
Senin, 10 Desember 2018 - 15:45 WIB
Elshinta.com -  Startup teknologi ternyata masuk juga ke urusan dapur. Kini, membeli ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)