Indonesia keberatan perekaman biometrik jemaah umroh ke pemerintah Saudi
Senin, 17 Desember 2018 - 18:53 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2SRLM45

Elshinta.com - Pengurus Permusyawaratan Antarsyarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) menyampaikan aspirasi jamaah umroh Indonesia kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi  soal pemberlakuan wajib perekaman biometrik yang dinilai memberatkan.

Pengurus PATUHI didampingi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Muhammad Hery Saripudin, bertemu dengan Wakil Menteri  Haji Bidang Umroh Kerajaan Arab Saudi, Azis Wazzan, di Kantornya di Jeddah, seperti dikutip melalui siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Senin (17/12).

Kebijakan pemberlakuan wajib merekam biometrik, yakni sidik jari dan retina mata oleh Kerajaan Arab Saudi kepada jamaah umroh Indonesia diberlakukan mulai Senin (17/12).

Menurut Ketua Harian PATUHI, Artha Hanif, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menunjuk pelaksana perekaman biometrik yakni VFS Tasheel yang hanya membuka kantor di beberapa kota besar di Indonesia, padahal wilayah geografis Indonesia sangat luas.

Baca juga: BPKH investasikan dana haji 15 hingga 20 persen di Arab Saudi

"Aturan wajib perekaman biometrik ini dinilai jemaah umroh Indonesia memberatkan. Sebab kantor VFS Tasheel ini sangat sedikit. Ini sangat menyulitkan jamaah umroh Indonesia terutama yang berada di wilayah pedesaan, " katanya.

Bagi calon jamaah umroh yang tinggal di desa dan daerah yang memiliki kendala geografis menimbulkan biaya tambahan untuk perekaman biometrik oleh VFS Tasheel. Sebab jamaah umroh Indonesia, sebagian besar tinggal di pedesaan yang memiliki keterbatasan akses dan jarak tempuh menuju ke kantor VFS Tasheel. Apalagi jemaah umroh yang sudah berusia tua.

PATUHI mengusulkan agar VFS Tasheel membangun kantor di seluruh kabupaten dan kota di seluruh Indonesia atau perekaman biometrik dilakukan di bandara tempat keberangkatan jemaah umroh. "Sehingga jamaah umroh tidak bolak-balik menghabiskan waktu dan biaya tambahan," ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:35 WIB
Elshinta.com -Sedikitnya 10 Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Arutmin I...
Selasa, 26 Maret 2019 - 21:14 WIB
Elshinta.com -Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan 72,4 persen jalan di provinsi ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:43 WIB
Elshinta.com -Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama memberikan sanksi kepada ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Lembaga survei Indomedia Poll membongkar profil dan visi kebangsaan caleg-caleg ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 17:46 WIB
Elshinta.com - Konsumsi elpiji non subsidi di wilayah DI Yogyakarta mengalami tren peningk...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:43 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (26/3) melakukan pemeri...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:25 WIB
Elshinta.com -Bupati Majalengka, Karna Sobahi, resmi meluncurkan `Majalengka Raharja Quick Resp...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com -Wakil Bupati Lumajang Jawa Timur, Indah Amperawati mengatakan orang yang mendapat...
Selasa, 26 Maret 2019 - 14:05 WIB
Elshinta.com - Hakim Konstitusi Aswanto hari ini, Selasa (26/3) mengucapkan sumpah sebagai...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:44 WIB
Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sangat kecewa atas sikap Uni Eropa dalam meng...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)