Menkeu: Pergerakan suku bunga dan likuiditas pengaruhi properti
Senin, 17 Desember 2018 - 19:13 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sumber foto: https://bit.ly/2MfJY5t

Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pergerakan suku bunga acuan maupun kurs dan pengetatan likuditas menjadi faktor yang bisa mempengaruhi pertumbuhan sektor properti.

"Kondisi ini sesuatu yang harus diwaspadai karena sepanjang tahun 2018 terjadi masalah nilai tukar, suku bunga, dan likuiditas yang cukup ketat," kata Sri Mulyani dalam membuka seminar Proyeksi Properti 2019 di Jakarta, Senin (17/12).

dihimpun Antara, ia menjelaskan koordinasi stabilitas makro ekonomi dengan kebijakan moneter selalu dilakukan agar suku bunga acuan, nilai tukar, dan likuiditas, tidak mempengaruhi penjualan rumah maupun bangunan.

Baca juga: Defisit November, Menkeu sebut ekspor masih terdampak tekanan eksternal

Pengelolaan ini menjadi penting, karena tidak hanya terkait pemenuhan rumah atau bangunan bagi masyarakat, namun juga kondisi perekonomian secara keseluruhan.

Sri Mulyani bahkan menceritakan kejatuhan sektor properti di AS karena buruknya pengelolaan kredit perumahan dan berdampak kepada krisis keuangan global 2008-2009. Pemulihan baru terjadi setelah Bank Sentral AS melakukan Quantitative Easing serta menurunkan suku bunga acuan hingga mendekati nol agar permintaan kembali meningkat.

Selama ini, tambah dia, pemerintah juga telah menerbitkan kebijakan fiskal untuk mendukung pertumbuhan sektor properti, salah satunya melalui relaksasi kebijakan perpajakan.

"Pertumbuhan sektor properti harus didukung karena mempunyai multiplier effect yang tinggi. Oleh karena itu, pemerintah memformulasikan kebijakan fiskal untuk menumbuhkan ekonomi," ungkapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:58 WIB
Elshinta.com -Wakil Presiden Jusuf Kalla mengancam balasan, atau retaliasi, kepada Uni Eropa ji...
Selasa, 26 Maret 2019 - 19:07 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa...
Selasa, 26 Maret 2019 - 18:09 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (...
Selasa, 26 Maret 2019 - 16:06 WIB
Elshinta.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melaksanakan progr...
Selasa, 26 Maret 2019 - 15:17 WIB
Elshinta.com -Terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 13:07 WIB
Elshinta.com -Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara pengucapan sumpah Wakil Ketua Mahkama...
Selasa, 26 Maret 2019 - 12:55 WIB
Elshinta.com - Kementerian Perdagangan berkomitmen mengawal ketersediaan dan harga barang ...
Selasa, 26 Maret 2019 - 10:50 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (...
Selasa, 26 Maret 2019 - 10:39 WIB
Elshinta.com - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Se...
Selasa, 26 Maret 2019 - 08:36 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Indonesia tengah memperluas pasar ekspor ke negara-negara kawasa...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)