Komnas Perempuan nilai poligami pengaruhi perceraian
Elshinta
Senin, 17 Desember 2018 - 23:05 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Komnas Perempuan nilai poligami pengaruhi perceraian
Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Nina Nurmil. Foto: Bayu Istiqlal/Elshinta.

Elshinta.com - Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Nina Nurmila menilai pentingnya undang-undang perkawinan di Indonesia. Ia juga menyebutkan faktor tingginya angka perceraian. 

“Perkawinan di Indonesia sangat akut, hampir setengah dari perkawinan berakhir dengan perceraian. Faktornya adalah misalnya nikah anak, anak- anak dia tidak tahu apa-apa, kemudian poligami semena-mena, cerai semena-mena,” sebut Nina dalam diskusi publik; Yuridis Formal Poligami di Indonesia; Haruskah Direvisi? yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DKI Jakarta di FKIP UHAMKA Jakarta Timur, Minggu (16/12). 

Nina juga menyayangkan pihak yang menjadikan agama sebagai dasar untuk melegalkan faktor-faktor tersebut.  

“Dan itu Islam digunakan untuk mendukung nikah anaklah, poligami, cerai semena-mena. Jadi Islam dipakai untuk melegitimasi perilaku laki-laki yang tindak bertanggung jawab itu,” jelas guru besar kajian gender dan studi Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung itu.

“Sebetulnya agama itu kan untuk kemaslahatan, ketika misalnya melihat pada realita poligami itu menyengsarakan banyak pihak, seharusnyakan diharamkan,” paparnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Istiqlal.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
430 penari dari berbagai sanggar tampilkan yang terbaik di Pasanggiri Jaipong
Minggu, 22 September 2019 - 15:27 WIB
Elshinta.com - Pagelaran Pasanggiri Jaipong se-Jawa Barat dan Banten diikuti 430 penari dari 36 sa...
75.000 peserta goyang Mopobibi torehkan rekor MURI
Minggu, 22 September 2019 - 13:39 WIB
Elshinta.com - Goyang Mopobibi massal yang diikuti 75.000 peserta sebagai bagian dari rangkaian ke...
Kapolda Sumut: Kita mau Van Java Sumatera ada di Medan
Sabtu, 21 September 2019 - 07:17 WIB
Elshinta.com - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto meminta Wali Kota Medan Dzulmi Eldin...
Dinsos Blitar fasilitasi penyandang disabilitas
Jumat, 20 September 2019 - 18:24 WIB
Elshinta.com - Pemberdayaan penyandang disabilitas oleh Dinas Sosial Kabupaten Blitar, Jawa Timur ya...
Peringati Hari Santri, Menag ajak masyarakat sebarkan perdamaian
Jumat, 20 September 2019 - 12:28 WIB
Elshinta.com - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin meluncurkan Rangkaian Peringatan Hari Santri ta...
Warga Kota Cirebon akui patroli rutin TNI-Polri beri rasa aman
Kamis, 19 September 2019 - 15:52 WIB
Elshinta.com - Ketua RW 5 Kelurahan Panjunan, Zaki Mubarak mengakui patroli rutin yang dilakukan j...
Kemensos nilai batas usia menikah 19 tahun untuk perlindungan anak
Kamis, 19 September 2019 - 14:56 WIB
Elshinta.com - Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Edi Suharto menilai revisi...
Jamasan pusaka Yogyakarta dimaknai upaya bersihkan diri
Kamis, 19 September 2019 - 13:25 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kota Yogyakarta yang rutin menggelar Jamasan pusaka Tombak Kyai Wijaya M...
Gubernur Anies harap kemerdekaan dinikmati seluruh rakyat
Kamis, 19 September 2019 - 12:39 WIB
Elshinta.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berharap kemerdekaan yang telah berusia 74 tah...
Prajurit TNI Yonif 411 Kostrad renovasi SD Inpres Rawa Biru di perbatasan RI-PNG
Kamis, 19 September 2019 - 12:30 WIB
Elshinta.com - Sebagai bentuk kepedulian terhadap sarana pendidikan yang berada di daerah perbatas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)