Penyintas: Kebiasaan makan mie instan berujung kanker
Jumat, 21 Desember 2018 - 06:59 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2CpUj8W

Elshinta.com - Susie Yasin (70) yang merupakan seorang penyintas kanker mengakui dirinya tak menyangka kebiasaan makan mie instan membuat dirinya terkena kanker.

“Saya ini bolak-balik sakit maag sejak duduk di bangku SMA pada tahun 1967. Saya biasanya muntah-muntah. Tapi, maag saya semakin parah di tahun 2016. Setelah didiagnosis oleh dokter, ternyata saya terkena kanker stadium 2 yang mendekati 3.2 B,” ungkap Susie saat ditemui dalam acara Cancer Information and Support Center (CISC) di Jakarta, Kamis (20/12). 

Dia menjelaskan, pada tahun 1973 sedang tren mie instan, sehingga dirinya semakin meningkat dalam konsumsi makanan tersebut setelah menikah pada tahun 1975. “Saya makan mi instan itu bisa empat kali dalam sebulan. Dan saya ini juga suka pedas. Jadi, makan mi instan ditambahkan potongan cabe,” ujar Susie. 

“Begitu ditemukan kelainan dalam usus saya, langsung dioperasi oleh dokter. Setelah itu, saya melakukan kemo yang dimulai dari Agustus tahun 2016 hingga Januari tahun 2017. Total proses cure itu adalah enam kali kemoterapi. Dan Ca (cancer) marker atau penanda kanker saya yang tadinya 2 lebih sekarang menjadi 1,3 lebih,” ungkap Susie, seperti dilansir Antara.

Ca marker atau penanda kanker jika semakin rendah itu semakin baik. Bahkan, jika angkanya mendekati nol berarti kankernya sudah tidak terdeteksi lagi. Maka, pengobatan yang dilakukannya dinilai efektif sehingga kini dirinya belajar dari pengalaman tersebut dan menikmati hidup.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 14 Januari 2019 - 21:33 WIB
Elshinta.com - ISPA atau infeksi saluran pernafasan akut, asma, pneumonia hingga jantung k...
Senin, 14 Januari 2019 - 06:46 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit d...
Minggu, 13 Januari 2019 - 17:57 WIB
Elshinta.com - Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengatakan minuman manis yang ding...
Jumat, 11 Januari 2019 - 07:07 WIB
Elshinta.com - Direktur Eksekutif LSM Indonesia AIDS Coalition (IAC) Aditya Wardhana memin...
Jumat, 11 Januari 2019 - 06:15 WIB
Elshinta.com - Penderita HIV AIDS di Indonesia terancam tidak bisa mendapatkan obat Antire...
Kamis, 10 Januari 2019 - 20:36 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengingatkan kepada masyarakat agar memperha...
Rabu, 09 Januari 2019 - 14:23 WIB
Elshinta.com - Alimuddin Arfah adalah peserta JKN-KIS yang tinggal di Kota Tarakan, Kalima...
Rabu, 09 Januari 2019 - 05:00 WIB
Elshinta.com - Minuman bervitamin ternyata tidak benar-benar bermanfaat bagi tubuh. Hal it...
Rabu, 09 Januari 2019 - 04:09 WIB
Elshinta.com - Seseorang dengan metabolime tubuh lambat biasanya mengalami gejala seperti ...
Rabu, 09 Januari 2019 - 03:11 WIB
Elshinta.com - Penelitian menunjukkan bahwa meditasi secara teratur dapat menjadi strategi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)