11 pegawai PLN jadi korban tsunami Selat Sunda
Minggu, 23 Desember 2018 - 13:29 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Dewi Rusiana
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2T9jhPD

Elshinta.com - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan konfirmasi hingga saat ini dilaporkan 11 orang meninggal terdampak tsunami Selat Sunda dari para peserta gathering PLN.

"Korban meninggal dunia terdiri dari pegawai PLN, keluarga pegawai dan anak-anak, " kata Kepala Satuan Komunikasi Corporate PT PLN (Persero), I Made Suprateka di Jakarta, Minggu (23/12).

Dalam informasi yang dihimpun, PLN Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB) sedang mengadakan acara internal perusahaan ketika tsunami terjadi. Acara gathering diikuti 260 pegawai PLN data terkini 170 orang sudah terkonfirmasi ditemukan, namun 19 orang lainnya masih belum bisa diketahui keberadaannya. Sementara itu, Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa akibat tsunami dan gelombang tinggi yang menerjang pantai Selat Sunda, bertambah menjadi 43 orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan data sementara hingga pukul 07.00 WIB menunjukkan bencana tersebut telah menyebabkan 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan dua orang hilang.

Sementara jumlah pengungsi masih dalam pendataan.

Sebanyak 430 unit rumah, sembilan hotel, dan 10 kapal mengalami rusak berat, sementara puluhan kapal lainnya juga rusak, demikian menurut BNPB.

Pandeglang adalah daerah yang paling parah terdampak tsunami, dengan jumlah korban jiwa 33 orang dan 491 orang luka-luka. Sebanyak 400 unit rumah, sembilan hotel dan 10 kapal yang mengalami rusak berat berada di wilayah tersebut.

Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang.

Sedangkan di Lampung Selatan terdata tujuh orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Dan di Serang tercatat tiga orang meninggal dunia, empat orang luka-luka dan dua orang hilang, demikian Antara.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 17 Januari 2019 - 15:23 WIB
Elshinta.com -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat luas kebakaran lahan dan...
Kamis, 17 Januari 2019 - 10:25 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,7 mengguncang Kota Sabang, Provinsi Aceh...
Kamis, 17 Januari 2019 - 09:46 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Kamis, 17 Januari 2019 - 08:46 WIB
Elshinta.com -Sebanyak tujuh rumah warga RT 02, 03 dan 04 Lingkungan I Jalan Laksamana Malahaya...
Kamis, 17 Januari 2019 - 08:38 WIB
Elshinta.com -Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ...
Kamis, 17 Januari 2019 - 08:00 WIB
Elshinta.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penangg...
Rabu, 16 Januari 2019 - 09:47 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Rabu, 16 Januari 2019 - 07:01 WIB
Elshinta.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua menyatakan, hujan...
Selasa, 15 Januari 2019 - 11:44 WIB
Elshinta.com - Gempa bumi dengan Magnitudo 5,0 mengguncang wilayah Tenggara Kabupaten Tapa...
Selasa, 15 Januari 2019 - 10:34 WIB
Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)