84 jenazah di RSUD Berkah Pandeglang membusuk
Selasa, 25 Desember 2018 - 08:57 WIB | Penulis : Rizky Sandra | Editor : Administrator
jenazah korban tsunami di RSUD Berkah Pandeglang. Sumber foto: https://bit.ly/2Q35CHQ

Elshinta.com - Sebanyak 84 jenazah korban bencana gelombang tsunami yang melanda Perairan Selat Sunda, Sabtu (22/12) malam membusuk di RSUD Berkah Pandeglang, Banten.

"Semua jenazah itu belum teridentifikasi dan kondisinya sudah sulit dikenali keluarga," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Raden Dewi Sentani saat ditemui di Posko Utama Bencana Tsunami, Labuan, Pandeglang, Selasa (25/12).

"Pengelola RSUD Berkah Pandeglang tidak memiliki fasilitas lemari pendingin mayat dengan jumlah kapasitas banyak," kata Kepala Dinas Kerehatan Pandeglang, dikutip Antara.

Saat ini, jenazah disimpan di ruangan tanpa pendingin sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Karena itu, Raden Dewi Sentani meminta agar Kementerian Kesehatan dapat membantu menyalurkan alat kontainer freezer untuk menyimpan jenazah yang bisa menampung dengan jumlah banyak itu.

Kondisi jenazah sudah tiga hari terakhir tentu sudah membusuk dan berubah warna, sehingga petugas sulit untuk melakukan proses identifikasi.

"Kami mengusulkan kepada petugas agar jenazah yang tidak dikenali itu di foto agar bisa diketahui ciri-cirinya oleh keluarga mereka," katanya.

Menurut dia, apabila jenazah itu lebih dari sepekan maka sebaiknya dimakamkan secara massal.

Sebab, mayat itu mengeluarkan bau tidak sedap yang bisa menimbulkan gangguan penyakit.

Kemungkinan jenazah itu masih terus bertambah, karena beberapa titik yang terdampak gelombang tsunami belum ditemukan dan hilang.

"Kami mendesak bantuan kontainer frezeer segera disalurkan ke RSUD agar bisa menampung jenazah itu," katanya menjelaskan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 22 April 2019 - 20:15 WIB
Elshinta.com - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto menjenguk Aiptu Martin Semb...
Senin, 22 April 2019 - 18:16 WIB
Elshinta.com - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengimbau seluruh...
Senin, 22 April 2019 - 17:32 WIB
Elshinta.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, moda darat dan ...
Senin, 22 April 2019 - 16:35 WIB
Elshinta.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta seluruh pemangku kep...
Senin, 22 April 2019 - 16:24 WIB
Elshinta.com - Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menunggu hasil investigasi di lapan...
Senin, 22 April 2019 - 14:36 WIB
Elshinta.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar rapat koordinasi kesiapan angk...
Senin, 22 April 2019 - 13:35 WIB
Elshinta.com - Ratusan perawat RSUD Soreang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, melakukan aksi ...
Senin, 22 April 2019 - 13:15 WIB
Elshinta.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengimbau para pemudik untu...
Senin, 22 April 2019 - 10:53 WIB
Elshinta.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat dunia tidak mengaitkan aks...
Senin, 22 April 2019 - 07:36 WIB
Elshinta.com - Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Laji...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)