Kasus terhambatnya pembangunan Tol Medan-Binjai, Poldasu tangkap empat tersangka
Elshinta
Rabu, 26 Desember 2018 - 20:51 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Kasus terhambatnya pembangunan Tol Medan-Binjai, Poldasu tangkap empat tersangka
Istimewa. Foto: Diurnawan/Radio Elshinta

Elshinta.com - Polda Sumatera Utara (Poldasu) melakukan penangkapan terhadap empat orang tersangka atas kasus dugaan pemalsuan surat tanah (grandsultan) seluas 800 meter di Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli. Dimana akibat permasalahan ini, pembangunan jalan Tol Rute Medan-Binjai menjadi terhambat. 

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyampaikan, keempat orang tersebut terdiri dari satu pengacara yakni Afrizon SH, dan tiga warga sipil yaitu, Tengku Awaluddin Taufik, Tengku Isyiwari, serta Tengku Azankhan. Namun untuk Tengku Azankhan tidak dilakukan penahanan, karena sedang menderita stroke.

"Pembebasan Tol Medan-Binjai selama ini mengalami kendala gugatan perdata menggunakan grandsultan palsu, sehingga pembangunannya terhambat," ungkapnya kepada wartawan, di Mapolda Sumut, Rabu (26/12), seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Diurnawan.

Agus menjelaskan, modus para pelaku ialah dengan memalsukan foto copy dokumen grandsultan atas lahan tersebut. Selanjutnya, mereka meminta keterangan dari BPN, tapi surat jawaban BPN kemudian dipalsukan, lalu menempelkannya pada dokumen yang dibuat sendiri.

"Surat yang mereka foto copy itu ternyata tidak terdata di BPN. Selain itu, pelaku juga sama sekali tidak pernah melihat (dokumen asli grandsultan) nya," jelasnya.

Atas pemalsuan ini, sambung Agus, menghambat proyek pembangunan infrastruktur yang dicanangkan presiden RI Joko Widodo. Untuk itu, Jenderal Bintang Dua ini berharap, agar pengadilan segera memutuskan perkaranya, sehingga pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai dapat segera dilaksanakan. 

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimsus) Poldasu Kombes Pol Andi Rian mengatakan, laporan (LP) atas kasus ini diterima Poldasu pada bulan Oktober 2018. Dimana selang dua bulan proses pendidikan, para pelaku akhirnya dapat diamankan.

Andi Rian menyebutkan, para pelaku membuat surat hak lahan yang disengketakan seolah asli dari BPN, agar dapat memperoleh ganti rugi. Karenanya keempat pelaku, ujar Andi Rian akan dipersangkakan dengan Pasal 263 dan 266 KUHPidana dengan ancaman 8 tahun.

"Pemalsuan ini yang buat adalah pengacaranya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, dapat kita lakukan tahap 1 dan kita sudah koordinasi dengan kejaksaan," terangnya.

Kendati begitu, Andi mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sehingga ada kemungkinan dapat dikembangkan terhadap tersangka lainnya.  "Masih ada 6 gugatan lagi kepada tim pengadaan tanah dengan motif grandsultan. Ini yang masih dipelajari," tandasnya.

Kakanwil BPN Sumut Bambang Priono menambahkan, dalam luas lahan 800 meter yang di sengketakan tersebut terdapat 459 Kepala Keluarga (KK) dengan 9 status hak milik. Dimana terdiri dari 11 gugatan, dengan 5 perkara yang sudah selesai dan 6 lainnya masih dalam proses pengadilan.

Sedangkan Afrizon sendiri mengaku, jika dirinya berjuang atas kepentingan ahli waris keturunan Sultan. Dimana sebut dia, tiga tersangka yang ditangkap bersama dirinya adalah para ahli waris Sultan Ma'moen Al Rasyid.

Akan tetapi, Afrizon menolak memberikan keterangan lebih lanjut, dan menegaskan jika pihaknya akan membuktikan di persidangan. Meski ia juga mengakui jika dirinya belum pernah melihat Grandsultan yang dimaksud dalam kasus ini.

"Nanti kita buktikan di persidangan, karena kasus ini perlu di uji. Pihak Polda silahkan menyelidiki, tapi kalau saya berkomentar, takutnya nanti terjadi konflik perbedaan pandangan," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Satreskoba Polres Malang Kota amankan empat pengedar dan pengguna ganja
Kamis, 20 Juni 2019 - 21:50 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Malang Kota, Jawa Timur ber...
 Polres Kudus amankan 15 tersangka pengedar narkoba
Kamis, 20 Juni 2019 - 21:45 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 13 kasus narkoba dan pelanggaran Undang-undang Kesehatan berhasil diung...
Dua bajing loncat pencuri beras  program BPNT diringkus
Rabu, 19 Juni 2019 - 20:54 WIB
Elshinta.com - Kepolisian Sektor Hinai, Polres Langkat, Sumatera Utara mengamankan pelaku kejah...
Buron lima tahun, Polres Sukoharjo tangkap mantan guru tilep dana BOS
Rabu, 19 Juni 2019 - 19:41 WIB
Elshinta.com - Polres Sukoharjo, Jawa Tengah menangkap Darsana, tersangka kasus dugaan kor...
Lagi, KKP tangkap kapal ilegal asal Malaysia
Rabu, 19 Juni 2019 - 09:16 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menangkap satu kapal perik...
Tolak hubungan badan sesama jenis, Ucok bunuh rekannya
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:39 WIB
Elshinta.com - Satreskrim Polres Klaten, Jawa Tengah menangkap seorang pria berinisial, JK alia...
Satresnarkoba Polres Kudus tangkap pengedar sabu
Selasa, 18 Juni 2019 - 14:14 WIB
Elshinta.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kudus, Jawa Tengah, berhasil mengu...
Pengemudi ojol penjambret ponsel bocah berhasil ditangkap
Senin, 17 Juni 2019 - 21:39 WIB
Elshinta.com - Seorang penhemudi ojek online yang menjambret ponsel bocah di Cengkareng, J...
Polda Jambi tangkap pelaku pembunuhan ibu rumah tangga
Senin, 17 Juni 2019 - 10:48 WIB
Elshinta.com - Anggota Ditreskrimum Polda Jambi berhasil menangkap pelaku pembunuhan sadis terh...
KKP tangkap kapal ikan ilegal berbendera Malaysia
Minggu, 16 Juni 2019 - 06:32 WIB
Elshinta.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap 1 (satu) Kapal Perik...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
TwokWono