IPW minta tim saber pungli Polri usut pungli di rumah sakit pada korban tsunami
Elshinta
Kamis, 27 Desember 2018 - 17:48 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
IPW minta tim saber pungli Polri usut pungli di rumah sakit pada korban tsunami
Penanganan korban bencana tsunami Selat Sunda. Sumber foto: https://bit.ly/2AfjcCU/Elshinta.

Elshinta.com - Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, Tim Saber Anti Pungli Mabes Polri dan Polda Banten harus segera menurunkan timnya untuk mengusut dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak rumah sakit kepada keluarga korban tsunami Selat Sunda di Banten.

Ind Police Watch (IPW) berharap, jajaran kepolisian tidak boleh membiarkan aksi pungli ini terjadi. Menurutnya,  jika Polri dan Polda Banten membiarkannya, sama artinya jajaran kepolisian membiarkan keluarga korban dua kali kena bencana, yakni setelah kena bencana tsunami, ternyata masih kena bencana pungli oleh oknum rumah sakit.

“Aksi pungli dari Rp 900 ribu hingga Rp 1,5 juta adalah sebuah kebiadaban. Di tengah banyak pihak mengulurkan tangan untuk memberikan bantuan kepada korban bencana, ternyata ada oknum oknum rumah sakit yang memanfaatkan situasi, untuk melakukan pungli kepada keluarga korban,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/12) seperti dilaporkan Reporter Dody Handoko.

Dikatakannya, oknum oknum seperti ini tidak boleh dibiarkan. Tim Saber Anti Pungli Mabes Polri dan Polda Banten harus segera turun tangan memburu dan segera menangkap para pelaku, yakni oknum rumah sakit.

“Polisi harus segera menyita semua kuitansi dana pungli yang dipungut pihak rumah sakit kepada keluarga korban. Dengan barang bukti ini polisi bisa segera menangkap semua pihak rumah sakit yang terlibat dalam aksi pungli  untuk kemudian memprosesnya secara hokum,” ucapnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BPBD perpanjang masa tanggap darurat banjir di Konawe
Kamis, 20 Juni 2019 - 15:28 WIB
Elshinta.com - Masa tanggap darurat banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Konawe...
Kemarau, 16 desa di Lumajang kekurangan air bersih
Kamis, 20 Juni 2019 - 12:58 WIB
Elshinta.com - Masuk musim kemarau tahun 2019 pada pertengahan bulan Juni ada 16 desa yang ada ...
Gunung Merapi luncurkan awan panas guguran sejauh 1,2 kilometer
Kamis, 20 Juni 2019 - 11:13 WIB
Elshinta.com - Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta melu...
Gempabumi tektonik Magnitudo 6,3 guncang Kabupaten Sarmi
Kamis, 20 Juni 2019 - 08:46 WIB
Elshinta.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat menyatakan gempabu...
Banjir Konawe, dua kecamatan masih terisolasi
Kamis, 20 Juni 2019 - 06:35 WIB
Elshinta.com - Sebanyak dua dari 18 kecamatan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, masi...
Dampak banjir, empat desa di Konawe masih terisolasi
Rabu, 19 Juni 2019 - 18:14 WIB
Elshinta.com - Ada empat desa di Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe, yang masih terisolasi akib...
Distanak Sultra taksir kerugian akibat banjir Rp168,5 miliar
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:58 WIB
Elshinta.com - Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sulawesi Tenggara (Sultra) m...
Banjir kepung sejumlah tempat di Maluku Utara
Senin, 17 Juni 2019 - 18:08 WIB
Elshinta.com  - Sejumlah kabupaten/kota di Maluku Utara (Malut) dikepung banjir menyusul h...
Tujuh kecamatan di Sultra terendam banjir
Senin, 17 Juni 2019 - 10:55 WIB
Elshinta.com - Tujuh kecamatan di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, terendam b...
Tebing longsor akibat hujan lebat
Senin, 17 Juni 2019 - 06:46 WIB
Elshinta.com - Tebing setinggi 20 meter di Kampung Neglasari RT 11 RW 4, Desa Mekarwangi, ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
TwokWono