Sungai di Nagan Raya tercemar limbah industri
Minggu, 30 Desember 2018 - 06:56 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Sumber Foto: https://bit.ly/2Qap9pZ

Elshinta.com - Sungai Krueng Geutah, di Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya diduga tercemar limbah industri sawit sehingga ribuan ikan ditemukan mati mendadak di sepanjang aliran sungai itu.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya H. Ibrahim, di Nagan Ray, Sabtu (29/12) mengatakan sepanjang sungai Krung Getah telah tercemar dan diduga akibat dari pembuangan limbah Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) dari perusahaan sawit setempat.  

"Ribuan ikan mati mendadak. Masyarakat sudah banyak yang melapor untuk complain dan menuntut bahwa ini harus segera diperbaiki karena ikan banyak yang mati," katanya di sela peninjauan aliran sungai itu.

Selama ini masyarakat di sepanjang sungai setempat memanfaatkan aliran sungai tersebut untuk mencari ikan, namun dikarenakan sungai itu telah tercemar yang mangakibatkan banyak Ikan mati, masyarakat resah dan kehilangan mata pencaharian.

"Ikan di sungai ini, selama ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Desa Alu Bateung Brok, Desa Ladang Baro, Desa Suka  Ramai, Desa simpang Gle Kampong, termasuk Ujung Tanjong dan Pulo Ie, tapi sekarang sudah tercemar," sambung Ibrahim, seperti dikutip dari Antara.

Camat Darul Makmur, Rahmatullah juga membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan telah melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Lingkungan Hidup Kehutanan (BLHK) Kabupaten Nagan Raya untuk melakukan uji laboratorium.

"Berdasarkan laporan dari masyarakat, saya turun langsung ke lokasi, kami sudah melakukan koordinasi dengan BLHK, mereka segera mengambil sampel air sungai di sini untuk uji lab ke Banda Aceh," kata dia.

Sementara itu Kepala PMKS PT Socfindo Seumayam, Ferdinand Munthe yang dikonfirmasi, mengatakan segera memeriksa kembali tempat pembuangan limbah perusahaan sawit itu. "Apabila ada kebocoran tentunya pihak perusahaan akan segera memperbaikinya. Kami juga harus uji lab dulu, apa memang benar sungai ini tercemar karena limbah dari pabrik kami," sebutnya.

Perusahaan juga akan melakukan pemeriksaan tempat pembuangan limbahnya, karena bisa jadi karena saat ini sedang musim hujan dan banjir, limbah pabrik pun tergerus ke sungai ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 20 April 2019 - 21:37 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) bersama Balai Prasarana Permu...
Sabtu, 20 April 2019 - 07:38 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pertanian terus memacu peningkatan produksi komoditas pertanian...
Senin, 15 April 2019 - 21:59 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Malang, Jawa Timur, Sutiaji mengungkapkan terkait banjir yang ter...
Sabtu, 13 April 2019 - 21:59 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 1.264 karung berisi limbah minyak, kembali dikumpulkan Dinas Lingkungan...
Rabu, 10 April 2019 - 20:37 WIB
Elshinta.com - Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) II, U Saefudin Noer mengajak HydroGen...
Rabu, 10 April 2019 - 07:21 WIB
Elshinta.com - Pulau Ambon merupakan pulau indah dengan kekayaan alam melimpah. Pantai Pin...
Selasa, 09 April 2019 - 17:35 WIB
Elshinta.com - Penemuan sampah plastik di pesisir pantai yang telah berusia 19 tahun laman...
Minggu, 07 April 2019 - 11:17 WIB
Elshinta.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mengungkapkan wilayahnya sudah...
Jumat, 05 April 2019 - 07:56 WIB
Elshinta.com - Perhutanan Sosial di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang hingga Maret 2019 c...
Kamis, 04 April 2019 - 18:27 WIB
Elshinta.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berencana membangun rumah daur u...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)