Polsi Banjarmasin ungkap peredaran 12 kilogram sabu-sabu
Elshinta
Senin, 31 Desember 2018 - 08:18 WIB |
Polsi Banjarmasin ungkap peredaran 12 kilogram sabu-sabu
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Satuan Reserse Narkoba Polresta Banjarmasin berhasil mengungkap peredaran 12 kilogram sabu-sabu yang rencananya ingin diedarkan pada malam tahun baru di kota setempat.

"Selamat ini keberhasilan besar bagi Satresnarkoba Polresta Banjarmasin yang di-backup penuh Ditresnarkoba Polda Kalsel dalam pengungkapannya," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani di Banjarmasin, Minggu (30/12).

Apresiasi atas kinerja jajarannya itupun ditunjukkan sang Kapolda dengan langsung memimpin ekspos perkara ke media di halaman Mapolresta Banjarmasin.

Turut hadir sejumlah pejabat utama Polda Kalsel termasuk Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Wisnu Widarto.

Kapolda mengungkapkan, tertangkapnya tersangka Sadikin (22) yang membawa sabu-sabu dalam jumlah besar itu bermula dari informasi yang didapat petugas bahwa akan ada pengiriman paket besar Narkoba dari Malaysia melalui Pulau Sumatera ke kota Banjarmasin.

Polisi pun mecoba melakukan pemetaan jaringan hingga mengetahui seorang kurir yang telah menjadi target Satresnarkoba Polresta Banjarmasin akan membawa sabu-sabu itu. "Informasi awal, diduga sabu-sabu didatangkan dan diedarkan untuk merayakan pesta perayaan malam pergantian tahun di wilayah kota Banjarmasin dan sekitarnya," beber Kapolda.

Sementara itu, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto juga menambahkan, kronologis penangkapan dimulai sejak petugas membuntuti pelaku dari Banjarmasin pada 22 Desember?2018 ke Pulau Jawa tepatnya di kota Malang.

Petugas sempat kehilangan jejak karena pelaku menggunakan KTP dengan identitas palsu guna mengelabui polisi di lapangan.

Namun selanjutnya diperoleh petunjuk bahwa pelaku sudah berada di daerah Sumatera dan petugas pun bergegas untuk menelusurinya dari kota Palembang hingga kota Bandar Lampung.

Setelah di Bandar Lampung, pada 24 Desember?2018, petugas memperoleh informasi bahwa pelaku diketahui berada di Jalan Lintas Timur Sumatera Km 28, Natar, Branti Raya, Kabupaten Lampung Selatan.

Kemudian, sekitar pukul 13.30 WIB, polisi bertemu pelaku yang tengah membawa koper berwarna hitam dan langsung dilakukan penyergapan lantaran gerak- gerik pelaku yang curiga melihat keberadaan petugas hingga sempat berupaya melarikan diri.

"Ternyata memang benar bahwa di dalam koper terdapat 12 paket besar sabu-sabu yang akan dibawa ke Kota Banjarmasin," jelas Sumarto didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Herry Purwanto, seperti dikutip dari Antara.

Adapun dari hasil barang bukti yang gagal beredar itu, polisi berhasil menyelamatkan 240 ribu pengguna Narkoba dengan asumsi 1 gram sabu-sabu bisa dikonsumsi oleh 20 orang.

Sebelumnya pihak Satresnarkoba Polresta Banjarmasin juga sudah berhasil mengungkap 5 kilogram sabu-sabu.

Sedangkan untuk catatan pengungkapan selama tahun 2018, Satresnarkoba Polresta Banjarmasin menangkap 468 tersangka dari 371 laporan polisi dengan barang bukti 18.439,06 gram sabu-sabu, 589 butir ekstasi dan 130.121 butir obat Zenith atau Carnophen.

Sekadar untuk diketahui juga, rekor tangkapan terbesar dalam tindak pidana narkotika di Kalimantan Selatan masih dipegang Ditresnarkoba Polda Kalsel yang menyita sebanyak 20 kilogram sabu-sabu jaringan Malaysia pada 15 Juli 2018 lalu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Alasan wanita lebih rentan kena penyakit kardiovaskular
Minggu, 19 Januari 2020 - 10:58 WIB
Usia pembuluh darah termasuk arteri besar dan kecil pada wanita lebih cepat menua ketimbang pria dan...
Kasus kekerasan terhadap perempuan disabilitas di DIY tertinggi di Kabupaten Sleman
Kamis, 09 Januari 2020 - 20:55 WIB
Kasus kekerasan terhadap perempuan penyandang disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih ...
Kapan harus cuci bra?
Rabu, 08 Januari 2020 - 14:38 WIB
Pakaian dalam termasuk bra juga perlu dicuci rutin agar terjaga kebersihannya. Namun, ada pendapat y...
Menteri PPA katakan perempuan tidak bisa dipisahkan dari sejarah  
Senin, 23 Desember 2019 - 20:55 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan, p...
Berat badan turun, risiko kena kanker payudara lebih rendah
Kamis, 19 Desember 2019 - 08:46 WIB
Wanita dengan obesitas (atau kelebihan berat badan) yang berat badannya turun setelah usia 50 tahun ...
Budaya menghargai dan memperlakukan wanita dengan baik perlu ditingkatkan
Selasa, 03 Desember 2019 - 16:15 WIB
Ketua Umum Gerakan Bukti Cinta (Gerbukcin), Aris Wahyudi menyampaikan data mengejutkan, bahwa sebany...
Singkirkan 2.300 karya, tiga designer menangkan ajang design pattern hijab
Senin, 02 Desember 2019 - 12:02 WIB
Setelah berhasil menyisihkan sebanyak 2.300 karya design pattern hijab yang masuk ke pihak panitia, ...
Menlu: Tak ada perdamaian tanpa keterlibatan perempuan
Jumat, 29 November 2019 - 17:29 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan tidak akan ada perdamaian atau stabilitas tanpa keterli...
Komnas Perempuan sambut baik wacana sertifikasi pranikah
Sabtu, 16 November 2019 - 14:14 WIB
Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menyambut baik wacana Pemerintah tentang aturan sertifikasi prani...
Kanker Payudara Sebabkan 22.000 Kematian pada 2018
Selasa, 29 Oktober 2019 - 17:39 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI) Dr. Terawan Agus Putranto mengatakan kanker payud...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV